Mungkin saya ini out of touch - tetapi saya tidak mengerti istilah Einfhlung 
Einstein.
  Didalam bah. Jerman memang ada istilah Einfuehlung dari Albert Einstein dan 
persoalan yg lain yg juga terkenal dari scientist ini adalah --  perdebatan yg 
terkenal Bohr><Einstein tentang quantum physic yg baru berachir setelah Albert 
Einstein meninggal [1955] - Saya duga yg dimaksudkan dgn artikel disini adalah 
yg pertama.
  
Saya duga yg dimaksudkan dgn Einfuehlung dari Einstein adalah ilmu pengetahuan 
yg diperlukan antara pengetahuan humanity dan pure science.  Karena itu disini 
istilah Einfuehlung dipakai [bah. Indonesia = pengisi.] Orang barat juga 
memakai istillah bridging education antara kedua bidang ilmu pengetahuan tsb.
   
  Dari article yg saya baca - saya tidak melihat sifat2 dari cara pemikiran 
Einstein ini  Apakah yg dimaksudkan disini memberikan bridging info kepada 
public mengenai cara pemikiran kaum pemimpin diIndonesia ????
  Mungkin diantara kalian yg dapat memberikan info yg lebih terang.
   
  Thanks - Andreas
   
   
   
  
Ambon <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
  http://www.kompas.com/kompas-cetak/0512/15/opini/2290686.htm

     

      Einfhlung Einstein 

      L Wilardjo



      Pada hari Jumat (9/12/2005) ada pertemuan di Jalan Teuku Umar 27. Itu 
pertemuan para mantan. Ada dua mantan presiden dan masing- masing seorang 
mantan wapres, mantan Ketua DPR, serta mantan capres.

      Lalu, muncul ungkapantipis telinga, yang mengiringi Pernyataan Teuku 
Umar 27.

      Telinga yang tipis akan memerah dan panas bila terkena kritik. Pemilik 
telinga itu lalu bereaksi, menolak kritik itu dengan keras. Presiden SBY emoh 
kabinetnya disebut Kabinet IMF Bersatu. Ia juga menolak dijuluki peragu yang 
lamban bertindak terhadap tuntutan kocok ulang.

      Ditegaskan, ia tepat waktu, melakukan apa yang telah dicanangkan tiga 
hari sebelumnya di Medan. Terkesan SBY menampilkan citra diri sebagai narendra 
gung binathara be budi bawa laksana, pemimpin besar yang murah hati, bertindak 
sesuai dengan kata-katanya.

      Reaksi seperti dikemukakan SBY saat mengumumkan kocok ulang terbatas 
itukah yang menuai sebutan tipis telinga? Bukan hanya itu, tetapi juga teguran 
M Jusuf Kalla (JK) kepada Ermaya, yang posisinya sebagai Gubernur Lemhannas 
diganti Muladi. Juga reaksi JK atas deklamasi puisi Winarno Surakhmad.

      Tebal kuping

      Jika ada istilah tipis telinga, tentu ada kosok-balinya, tebal kuping. 
Kasarnya, tebal kuping ialah ndableg dalam bahasa Jawa, artinya tak peduli. 
Dengan kata lain, masa bodoh, mbuh ora weruh. Ungkapan yang lazim untuk itu 
ialah anjing menggonggong kafilah berlalu. Sikap Kepala Perum Bulog dan 
pemerintah terhadap kritik dan demo anti-impor beras saya kira bisa disebut 
tebal kuping. Begitu pula bersikukuhnya Menteri Dalam Negeri terhadap kritik 
atas pungutan Rp 50 per liter minyak tanah untuk biaya pemantauan.

      Tebal kuping justru lebih menyakitkan daripada tipis telinga. Ibaratnya, 
seperti penyaji makalah dalam suatu seminar yang tak mendapat tanggapan atau 
pertanyaan. Diabaikan dan tak digubris lebih memelas daripada dibantah dengan 
keras. Tipe pejabat kaisar ramah juga melecehkan rakyat. Benevolent despot, 
terjemahan harfiahnya kaisar yang berniat baik, tetapi benevolent despot adalah 
istilah salah kaprah (misnomer). Ia tidak mempunyai kemauan baik. Ia ramah, 
murah senyum, senang menepuk-nepuk pundak untuk menyenangkan rakyat, tetapi 
tetap melakukan apa maunya sendiri. Jadi, tebal kuping setali tiga uang dengan 
benevolent despot.

      Kritik pra-SBY-MJK

      Kritik terhadap pemerintah bukan baru sekarang terjadi. Karena pernyataan 
kritisnya, Sarwono Kusumaatmadja sebagai Menneg Lingkungan Hidup diberi petuah 
oleh Pak Harto agar memperbaiki tabiatnya. Beberapa peneliti di LIPI, antara 
lain Mochtar Pabottingi, pernah diperingatkan Menristek Habibie karena 
kritikannya. Di masa Gus Dur ada pengecam yang dihardik dengan Prrak..k!. Ada 
juga yang disepélékan dengan sinisme Gitu aja kok repot. Di masa Kabinet 
Gotong Royong ada sebutan seperti anak kecil. Di sini anak kecil tentu tidak 
dilihat dari keterusterangannya yang polos, tetapi dari sifatnya yang cengeng, 
perengek, dan perajuk yang menyebalkan. Kita juga ingat, Sophan Sophiaan 
melengserkan diri dari DPR karena kritiknya tidak diperhatikan. Ada juga kritik 
atas proyek Ladia Galaska yang tidak digubris; padahal kerusakan lingkungan 
Aceh taruhannya!

      Didengarkan dengan hati

      Oom Pasikom (Kompas, 10/12/2005) mengatakan, semestinya kritik itu tidak 
didengar dengan telinga (tipis atau kuping tebal), tetapi dengan hati. Betapa 
tepat celetukan itu. Mendengarkan kritik dengan hati berarti bersikap tepa 
salira. Si terkritik berusaha menempatkan diri dalam posisi pengkritik sehingga 
dapat merasakan apa yang dirasakan pengkritik, serta memahami kemarahannya, 
kecemasannya, dan aspirasinya. Dengan kata lain, si terkritik mempunyai empati, 
atau Einfühlung jika kita meminjam istilah Einstein.

      Menurut Einstein, Tak ada lintasan logis yang menuju ke asas semesta. 
Prinsip universal hanya dapat dicapai dengan Einfühlung, dengan kecintaan yang 
amat mendalam atas obyek- obyek penelitian. Juga, saya kira, kecaman sebaiknya 
diterima dengan Einflung, ditanggapi dengan baik. Ini tidak berarti semua 
kritik harus diterima dan tuntutannya dipenuhi. Bila pertimbangan yang bernalar 
dan bermoral serta kenyataan di âapangan tidak membenarkan substansi dan arah 
kritik, ia harus ditolak. Namun, menolak kecaman dapat dilakukan dengan 
mengedepankan kekuatan argumentasi dan menunjukkan pengertian yang simpatik, 
bukan dengan reaksi emosional yang membersitkan citra adigang, adigung, adiguna 
(mentang-mentang dalam posisi kuat, berkuasa, dan pintar.)

      Pengkritik memang boleh, tetapi tidak harus, menyodorkan alternatif lebih 
baik daripada apa yang dikritiknya. Kritik sendiri sudah merupakan urun rembuk 
yang mungkin ada manfaatnya. Kontrol sosial berupa loloh-balik (feed back) 
negatif amat berguna untuk meningkatkan stabilitas.

      L Wilardjo Guru Besar Fisika Universitas Kristen Satya Wacana, Salatiga
     


[Non-text portions of this message have been removed]



***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]



    
---------------------------------
  YAHOO! GROUPS LINKS 

    
    Visit your group "ppiindia" on the web.
    
    To unsubscribe from this group, send an email to:
 [EMAIL PROTECTED]
    
    Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service. 

    
---------------------------------
  

  



[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Clean water saves lives.  Help make water safe for our children.
http://us.click.yahoo.com/YNG3nB/VREMAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke