http://www.indomedia.com/bpost/122005/17/nusantara/nusa1.htm
Korban Tsunami Dipungut Rp4,8 Juta Banda Aceh, BPost Aksi pungutan liar memang telah mewabah di negeri ini. Bahkan korban bencana alam tsunami di Aceh juga tidak luput dijadikan sasaran. Dari temuan Gerakan Rakyat Anti Korupsi (GeRAK) Aceh, oknum pemerintah setempat plus sejumlah aktivis LSM memungut dana Rp4,8 juta per kepala keluarga (KK) untuk pembebasan tanah di kawasan Desa Cot Madi, Kabupaten Aceh Besar. Jika tidak membayar, para pengungsi itu tidak boleh bertempat tinggal di kawasan itu. Menurut Koordinator Badan Pekerja GeRAK Aceh, Akhiruddin kepada pers, kemarin, kasus tersebut terungkap saat ketika peresmian rumah bantuan dari LSM Aceh Relief untuk pengungsi Cot Madi, beberapa hari lalu. Dari hasil investigasi organisasi tersebut, rumah bantuan sejumlah 50 unit itu dipatok dengan harga Rp4,8 juta/unit. Untuk bisa melunasinya, warga yang mendapatkan rumah harus mengangsur sebesar Rp134 ribu per bulan. Dilihat dari lokasi perumahan, kata Akhiruddin, harga sebesar itu terlalu mahal. Namun, warga bersedia menyicil, karena keterpaksaan dan tidak mungkin menjalani kehidupan terus menerus dalam tenda ataupun barak. Selain itu, dari data yang diperoleh GeRAK Aceh, Badan Rekontruksi dan Rehabilitasi (BRR) Aceh-Nias juga menganggarkan dana untuk pembebasan tanah sebesar Rp16,7 miliar. Tak hanya di BRR, dalam APBD NAD tahun 2005 pun, pada pos anggaran Dinas Perkotaan dan Permukiman tersedia dana untuk pembebasan tanah sebesar Rp 29,653 miliar, sehingga total anggaran untuk belanja tanah Rp46.353.920.000, "Mengingat telah tersedia sejumlah dana tersebut, maka tidak ada alasan lagi untuk membenarkan pengutipan uang pembebasan tanah. Karena itu, GeRAK Aceh meminta kepada BRR untuk melarang pengutipan dari masyarakat untuk pembebasan tanah oleh siapapun dan apapun alasannya, karena anggaran untuk pembebasan tanah telah tersedia," tegasnya. Miskin Sementara itu, dari laporan dari BRR Aceh-Nias, setahun setelah tsunami kondisi kedua daerah itu masih memprihatinkan. Ratusan ribu warga setempat saat ini hidup megap-megap. "Hasil survei tahun ini GDP menurun 5 persen di Aceh dan 20 persen di Nias. Ini mengakibatkan 325 ribu orang Aceh dan 149 ribu orang Nias akan hidup di bawah garis kemiskinan," sebut Direktur BRR Aceh-Nias Kuntoro Mangkusubroto. Ribuan penduduk Aceh dan Nias saat ini dilaporkan kesulitan untuk sekadar mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari. Ini lantaran tidak sedikit dari mereka yang kehilangan nafkah atau sumber pencaharian pascatragedi tsunami 26 Desember 2004 silam. TK/roy [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Help save the life of a child. Support St. Jude Children's Research Hospital. http://us.click.yahoo.com/f4eSOB/lbOLAA/E2hLAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://groups.yahoo.com/group/ppiindia *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Reading only, http://dear.to/ppi 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

