Saya cari di google.com dengan key word "phk 2005
indonesia karyawan bbm" ternyata gelombang PHK di
Indonesia akibat kenaikan harga cukup mengerikan.
Diperkirakan 1 juta karyawan/buruh akan kena PHK. 

Sejauh ini sudah 109.000 orang yang tercatat di
Depnaker kena PHK untuk tahun 2005. Diperkirakan yang
tidak tercatat lebih banyak lagi terutama yang di
sektor informal. Bahkan dengan kenaikan harga BBM
banyak nelayan yang sekarang menganggur akibat
tingginya harga solar untuk motor perahu mereka. Para
petani pun sangat menderita karena kenaikan harga
pupuk dan kebijakan impor beras. Bisa jadi banyak yang
sudah tidak sanggup bertani lagi.

Di kelompok miskin pun diberitakan banyak yang mati
kelaparan seperti di Yahukimo, atau makan nasi basi
seperti di Indramayu, Tangerang, dsb. Banyak juga
kasus busung lapar di berbagai daerah. Ada bayi yang
usianya 9 bulan tapi beratnya hanya 4,6 kg karena
busung lapar. Ada pula anak yang sudah 9 tahun tapi
hampir tidak bisa apa2 karena kekurangan gizi.

Meski kita tetap harus optimis, ada baiknya kita
berusaha mengkoreksi tindakan/kebijakan yang salah
yang bisa menimbulkan gelombang pengangguran agar
tahun 2006 tidak lebih buruk dari sekarang. Semoga
pemerintah bisa memilih/menetapkan kebijakan yang
dapat mensejahterakan rakyat banyak.

Tempointeraktif.com - BBM Naik, Industri Tekstil Pilih
PHK Karyawan
BBM Naik, Industri Tekstil Pilih PHK Karyawan Sabtu,
03 September 2005 | 11:57 WIB
... anggota Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API)
lebih memilih untuk ...
www.tempointeraktif.com/hg/ekbis/
2005/09/03/brk,20050903-66087,id.html - 45k - Salinan
- Halaman serupa 

Tempointeraktif.com - Akibat Kenaikan Harga BBM, PHK
Diperkirakan ...
Akibat Kenaikan Harga BBM, PHK Diperkirakan 1 Juta
Pekerja. ... Patah Sayap
Terkatung-katung | 31 Januari 2005 ... Protes Karyawan
Hotel Shangri-La ...
www.tempointeraktif.com/hg/ekbis/
2005/10/20/brk,20051020-68284,id.html - 45k - Salinan
- Halaman serupa
[ Lebih banyak lagi hasil keluaran dari
www.tempointeraktif.com ] 

Database INDOC tentang buruh Indonesia
Kebijakan Ekonomi Terpadu Harus Utamakan Lapangan
Kerja, Media Indonesia, 2/8/2003,
2. Kenaikan BBM ancam PHK massal, Kedaulatan Rakyat,
30/9/2005, 7 ...
www2.iisg.nl/indoc/browse/browse_2_1.in.asp - 14k - 18
Des 2005 - Salinan - Halaman serupa 

Media Indonesia Online
KETENAGAKERJAAN, Senin, 26 September 2005 23:10 WIB.
Puluhan Karyawan Semen
Cibinong Cilacap Merasa di-PHK Sepihak. Penulis:
Liliek Dharmawan ...
www.mediaindo.co.id/berita.asp?id=76334 - 18k -
Salinan - Halaman serupa 

Media Indonesia Online
KETENAGAKERJAAN, Senin, 21 November 2005 15:50 WIB.
Ratusan Pekerja Hotel Harmoni
di PHK Massal Karena Tidak Mampu Bayar UMK Baru
Rp729.000 ...
www.mediaindo.co.id/berita.asp?id=81777 - 19k - 18 Des
2005 - Salinan - Halaman serupa
[ Lebih banyak lagi hasil keluaran dari
www.mediaindo.co.id ] 

Industri di Jatim Mulai Loyo - Jumat, 30 September
2005
... di Mojokerto dengan 400 karyawan, dan sekitar
9.000 karyawan akan di-PHK oleh
... Kenaikan harga BBM industri pada Agustus 2005
membuat biaya produksi ...
www.kompas.co.id/kompas-cetak/
0509/30/ekonomi/2091560.htm - 42k - Salinan - Halaman
serupa 

www.bisnis.com - halaman detil
Senin, 28/11/2005 15:08 WIB Proses PHK ratusan ribu
karyawan tekstil di Jateng
... lanjutnya, selain harus menghadapi kenaikan harga
BBM, pembayaran tarif ...
www.bisnis.com/pls/portal30/url/page/
BEP_HOMEPAGE_DETAIL?pared_id=405360&patop_id=W33 - 29k
- Salinan - Halaman serupa 

Jaringan Advokasi Tambang
Menaikkan lagi Harga BBM awal Oktober 2005. Diramalkan
kenaikan harga mencapai
... Perusahaan Boleh PHK Karyawan. Pemerintah tidak
akan memberikan sanksi ...
www.jatam.org/indonesia/case/migas/kampanye.html - 24k
- Salinan - Halaman serupa 

Pengangguran Meningkat
Pasca kenaikan harga BBM yang diikuti lonjakan
inflasi, ekonomi Indonesia ...
Arif Puyono mengungkapkan, rencana PHK massal, membuat
karyawan resah. ...
www2.rnw.nl/rnw/id/topikhangat/arsipaktua/
indonesia/pengangguran_bbm051201?view=Standard - 37k -
Salinan - Halaman serupa 

Urban Poor Consortium
... akibat kenaikan BBM, yang menyebabkan banyak
kemiskinan dan buruh yang di PHK
... Tahun 2005 ini kembali Indonesia dipersepsikan
sebagai negara terkorup ...
www.urbanpoor.or.id/component/
option,com_akobook/Itemid,38/ - 24k - 17 Des 2005 
http://www.google.co.id/search?hl=id&ie=ISO-8859-1&q=phk+2005+indonesia+karyawan+bbm&btnG=Cari&meta=


Yang Kena PHK 2005 Capai 109.000 Orang 


Jakarta, Kompas - Jumlah pekerja yang terkena
pemutusan hubungan kerja yang tercatat di Departemen
Tenaga Kerja dan Transmigrasi pada periode
Januari-November 2005 telah mencapai 109.382 orang
dengan 3.481 kasus. Data itu belum mencerminkan jumlah
nasional karena belum semua daerah memiliki data
laporan.

Dari data Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi
(Depnakertrans), jumlah pekerja yang terkena pemutusan
hubungan kerja (PHK) selama tahun 2004 bahkan mencapai
153.851 orang dengan 4.099 kasus. Namun, angka itu
juga belum mencerminkan data nasional karena masih
banyak data dari daerah yang belum tercatat, tidak
tercatat sama sekali, atau tidak ada datanya.

Direktur Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial
Depnakertrans Gandi Sugandi mengakui, sejak otonomi
daerah pihaknya sulit mendapatkan data kasus PHK dan
jumlah orang yang terkena PHK dari daerah, baik dari
tingkat provinsi maupun dari tingkat kabupaten.
Jangankan dari daerah ke pusat, dari kabupaten ke
provinsi saja kemungkinan masih sulit, kata Gandi,
Kamis (15/12) di Jakarta.

Sebagai gambaran, bulan November 2005 tercatat yang
terkena PHK mencapai 9.511 orang dengan 12 kasus.
Namun, dari 30 provinsi, jumlah yang terkena PHK
tercatat hanya dari delapan provinsi.

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo)
Sofjan Wanandi mengungkapkan, jumlah orang yang
terkena PHK jelas akan membengkak jika data yang
tercatat meliputi seluruh daerah di Indonesia.

Menurut Sofjan, investasi langsung merupakan kunci
mengatasi masalah PHK dan pengangguran. Persoalannya,
tahun 2006 merupakan tahun yang sulit investasi baru
atau melakukan ekspansi usaha. Dalam enam bulan ke
depan sektor swasta akan sulit. Biaya-biaya naik,
seperti tarif listrik, suku bunga bank, upah minimum,
dan dampak kenaikan harga bahan bakar minyak, katanya.

Langkah yang benar-benar harus ditempuh pemerintah
tahun 2006, lanjutnya, adalah memperbaiki iklim
investasi.

Di Surabaya ekonom Universitas Indonesia Faisal Basri
mengatakan, tahun ini ada dana sisa anggaran lebih
dari Rp 30 triliun. Jika itu dialokasikan untuk proyek
padat karya di pedesaan, bisa timbul efek senilai Rp
300 miliar. Dana Rp 30 triliun itu digunakan untuk
membayar upah padat karya di pedesaan. Para pekerja
akan membelanjakan 90 persen upahnya untuk konsumsi
yang sebagian besar produk dalam negeri. Artinya, ada
peluang industri dalam negeri bergerak dan tenaga
kerja terserap, ujarnya.

Sementara itu, lanjutnya, produk-produk atau bidang
usaha yang sudah berkembang tak perlu diganggu.
Misalnya, jangan memberlakukan pajak ekspor terlalu
tinggi pada minyak sawit mentah. Itu meredupkan
industri terkait, katanya. (FER/RAZ)
http://www.kompas.com/kompas-cetak/0512/16/UTAMA/2293001.htm

Indofood Rencanakan PHK Karyawan
Rabu, 14 Desember 2005 | 17:01 WIB 

TEMPO Interaktif, Jakarta:PT Indofood Sukses Makmur
Tbk akan melanjutkan program pemutusan hubungan kerja
(PHK) terhadap karyawannya untuk menciptakan
efektivitas dan efisiensi perusahaan. 

Menurut Wakil Direktur Utama, Fransiscus Welirang
hingga Oktober 2005, sebanyak 2900 karyawan telah
dikurangi. “Masih memungkinkan PHK lebih lanjut dalam
rangka efisiensi,” kata Fransiscus, Rabu (14/12). 

Wakil Direktur Utama lainnya, Cesar De La Cruz
menambahkan PHK dilakukan terhadap karyawan yang sudah
mendekati usia pensiun. Pada awal tahun jumlah
karyawan Indofood ada 50 ribu orang. “Hingga akhir
tahun ditargetkan menjadi 46500 karyawan,” kata dia. 

Dengan pengurangan jumlah karyawan itu, perusahaan
bisa menghemat biaya antara Rp 80 - 100 miliar
pertahun. “Itu untuk pembayaran gaji,” katanya. Untuk
pesangon,perusahaan telah mengeluarkan dana sebesar Rp
130 miliar. 
Tito Sianipar
http://www.tempointeraktif.com/hg/ekbis/2005/12/14/brk,20051214-70621,id.html

Tertarik masalah Ekonomi? Mari bergabung ke milis Ekonomi Nasional
Kirim email ke: [EMAIL PROTECTED]

__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 


------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Give at-risk students the materials they need to succeed at DonorsChoose.org!
http://us.click.yahoo.com/SBefZD/LpQLAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke