--- Yanuar Nugroho <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> dari Gatra ... :-) > y > ---------------------------------- > > http://www.gatra.com/artikel.php?id=90775 > > Tylla Subijantoro: Saya Tidak Menjelekkan Bangsa > > TYLLA Subijantoro, mahasiswi S-2 ilmu hukum > Universitas New Delhi, India, tiba-tiba mencuri > perhatian. Pertanyaan Tylla kepada Presiden > Yudhoyono konon membuat SBY marah. "Saat berdialog > dengan masyarakat Indonesia di India, ada warga yang > sejak mulai bicara sampai selesai menjelek-jelekkan > negeri kita dan memuji luar negeri. Saya > menyesalkan," kata SBY di Tanah Air. > > Apa yang ditanyakan Tylla kepada SBY pada pertemuan > 23 November lalu itu? Berikut petikan perbincangan > Tylla dengan Basfin Siregar dari Gatra: > > Benarkah Anda menjelek-jelekkan bangsa sendiri? > Saya tidak terima dibilang menjelek-jelekkan bangsa! > Yang saya jelek-jelekkan itu pemerintah. Saya > membandingkan kebijakan Pemerintah India dengan SBY. > Saya lihat Pemerintah India memberi subsidi gede > banget untuk pendidikan. Adalah salah pemerintah > kalau pendidikan di Indonesia makin nggak > terjangkau! > > Berapa uang kuliah Anda di India? > Untuk program S-2 dua tahun, saya cuma bayar US$ > 600, sekitar Rp 6 juta. Itu sudah all-in, sudah > admission fee dan tuition fee. Tinggal mikir biaya > hidup. Dan biaya hidup di Delhi sama dengan di > Jakarta. Uang US$ 600 itu pun karena saya foreigner > yang bayar lebih mahal. Soalnya, duit saya itu > dipakai buat subsidi warga India asli. Kalau orang > India yang kuliah, setahun bayarnya cuma 700 rupee, > sekitar Rp 40.000. > > Bagaimana dibandingkan dengan biaya di Indonesia? > Tahun lalu, saya mendaftar program notariat. Untuk > semester pertama saja habis Rp 50 juta. > > Anda kaget ketika SBY marah? > Sebenarnya SBY marah bukan karena pertanyaan saya. > Melainkan karena waktu SBY ngasih penjelasan, eh, > saya malah bisik-bisik ke teman. Saya bilang, ''Ah, > SBY mau ngomong apa, nyatanya anaknya disekolahin ke > luar negeri juga. Berarti dia setuju pendidikan di > luar negeri bagus.'' > > Reaksi SBY bagaimana? > SBY sepertinya menganggap saya anak yang kaget. Baru > sekali sekolah di luar negeri, kok, sudah sombong > banget. Soalnya, SBY bilang bahwa dia sudah sembilan > kali sekolah di luar negeri, dan pendidikan di > Indonesia nggak jelek. Tapi kenyataannya, di ranking > dunia, pendidikan Indonesia kan nggak masuk? > > Ketika dibentak, reaksi Anda sendiri bagaimana? > Saya senyum aja, terus diem nunduk-nunduk, > manggut-manggut minta maaf. Terus saya perhatikan > lagi. Tapi saya bisik ke teman itu cuma beberapa > detik aja kok. Sepanjang sebelumnya saya juga > memperhatikan penjelasan SBY. > > Seperti apa jawaban SBY waktu menjawab pertanyaan > Anda? > Ya pokoknya pemerintah sudah bekerja, bahwa > pendidikan di Indonesia tidak jelek. Pendidikan di > luar negeri ada yang bagus, tapi ada juga yang lebih > jelek dibanding di Indonesia. Begitu. Terus waktu > menjawab soal buku-buku murah, SBY bilang kalau > pemerintah juga sudah menyiapkan content (materi) > untuk buku-buku SD, bagaimana agar bisa kepake untuk > sekian generasi. Teknis begitu. Itu kan nggak > nyambung dengan apa yang saya sampaikan. > > Seperti apa subsidi pendidikan di India? > Di sini, buku murah luar biasa, bahkan buku-buku > impor karena pemerintah memberi subsidi kertas! > Selain itu pemerintah juga bikin kerja sama dengan > penerbit-penerbit gede kayak Penguin Books agar > buku-buku mereka bisa dicetak di India, jadi bisa > dijual lebih murah. Buku-buku kuliah saya, kalau > dikonversi ke rupiah, paling mahal cuma Rp 10.000. > Kalau di Indonesia, saya bisa keluar sampai Rp 2,5 > juta untuk beli buku saja. Dan karena subsidi kertas > itu, harga langganan koran juga murah. Saya itu > langganan satu koran, satu majalah berita semacam > Gatra, dan satu majalah wanita. Nah, untuk langganan > tiga media itu, sebulannya saya cuma bayar 110 > rupee, atau sekitar Rp 22.000. Selain itu di India, > pelajar dapat fasilitas kartu abonemen yang harganya > cuma 50 rupee, atau sekitar Rp 10.000, yang berlaku > selama empat bulan. Dengan kartu pas itu, selama > empat bulan kita bisa gratis naik bis pemerintah > jurusan apa aja. Mau keliling-keliling Delhi juga > boleh. Meski bisnya bobrok, tapi nyaman. Berhentinya > juga cuma di halte. Kartu abonemen itu selain untuk > pelajar, juga dikasih untuk pegawai negeri, tentara, > orang jompo dan physically disabled (orang cacat). > Itu untuk transportasi. > > Tidak takut dianggap melebih-lebihkan India? > Lho, justru karena saya cinta bangsa Indonesia, saya > ingin pemerintah belajar kepada India. Orang > Indonesia itu pintar-pintar. Tapi, soalnya, > pemerintah tidak bisa memfasilitasi pendidikan > murah. Para insinyur di India mampu bersaing untuk > masuk di Microsoft. Sedangkan di Indonesia hanya > beberapa orang saja yang beruntung. Maka tolonglah > pemerintah bikin agar pendidikan itu affordable. > > Tapi, pendidikan di Indonesia kan ada juga bagusnya? > Kalau mau jujur, infrastrukturnya lebih bagus. Di > kampus sudah ada lift, whiteboard, pakai OHP. Kalau > di sini enggak. Naik dari lantai I ke lantai IV > masih manual, masih pakai kapur tulis, terus nggak > ada AC. Tapi, kalau kualitas content-nya, kita > kurang. > > Kalau pengajarnya bagaimana? > Kalau di India enaknya, dosen-dosen itu bisa > dihubungi kapan saja. Kayak Amartya Sen, peraih > nobel, kalau mahasiswanya minta diskusi private > session, masih dilayanin. Nggak susah. Bahkan > presidennya sendiri, Abdul Kalam, dia juga mengajar, > dan masih bisa ditelepon! Saya pernah bareng > mahasiswanya makan malam bareng Abdul Kalam. Saya > lihat Abdul Kalam itu dikritik mahasiswanya yang > orang India, ditunjuk-tunjuk gitu, dia nggak marah > kok. Masih santai aja. > > Setelah pertemuan dengan SBY itu, apakah Anda > ditegur, misalnya oleh orang KBRI? > Ah, nggak. Orang KBRI itu asyik-asyik. Yang ribut > itu justru pegawai negeri (dari Indonesia) yang > tugas belajar ke India. Mereka pada marah. > Dibilangnya saya itu anak itik yang baru keluar dari > induknya, kaget. Padahal saya kan juga bukan baru > pertama kali ke luar negeri. Sebelumnya saya kan > juga sempat ikut summer course atau homestay gitu. > Tapi kan nggak kompatibel kalau membandingkan > Indonesia dengan negara-negara maju. Makanya > dibandingin dengan India. > > [Teropong, Gatra No. 6, Senin, 19 Desember 2005] > > [Non-text portions of this message have been > removed] > > > > ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor > --------------------~--> > Get fast access to your favorite Yahoo! Groups. Make > Yahoo! your home page > http://us.click.yahoo.com/dpRU5A/wUILAA/yQLSAA/9rHolB/TM > --------------------------------------------------------------------~-> > > > ----------------------------------------- > > * Milis PPI-UK tidak menerima attachment. > Attachment dapat di-upload ke: > http://www.yahoogroups.com/group/ppiuk > > * Website http://www.ppiuk.org > berisi database anggota PPI-UK, dan > informasi untuk pelajar/calon pelajar > Indonesia - United Kingdom > > * Disclaimer: > http://www.ppiuk.org/disclaimer.php > > > Yahoo! Groups Links > > > [EMAIL PROTECTED] > > > > > __________________________________________________ Do You Yahoo!? Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around http://mail.yahoo.com ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> DonorsChoose.org helps at-risk students succeed. Fund a student project today! http://us.click.yahoo.com/LeSULA/FpQLAA/E2hLAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://groups.yahoo.com/group/ppiindia *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Reading only, http://dear.to/ppi 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

