http://www.indopos.co.id/index.php?act=detail&id=6071
Kamis, 22 Des 2005, Menara Masjid Ambruk, 4 Tewas JAKARTA - Empat orang dipastikan tewas dan sedikitnya 21 orang lainnya luka-luka cukup serius setelah sebuah menara masjid yang sedang dibangun ambruk. Peristiwa tragis ini terjadi kemarin pukul 11.15 di kawasan Jl H. Murtadlo, Koja, Jakarta Utara. Diduga menara Masjid Al Bahar milik Yayasan Lembaga Pendidikan Islam (YLPI) setinggi 70 meter itu runtuh akibat tiupan angin kencang. Selain itu, diduga konstruksi fondasi menara tersebut tidak cukup kuat. Dari pantauan wartawan koran ini di TKP (tempat kejadian perkara), dari puing-puing reruntuhan bangunan terlihat diameter fondasi menara relatif kecil. Selain itu, tidak ada struktur fondasi yang dalam dan kuat sebagaimana layaknya fondasi untuk bangunan bertingkat. "Setahu saya bangunannya dikerjakan sendiri, tanpa pengawas dari orang yang ahli. Padahal, bangunannya kan cukup tinggi dan besar," kata M. Nurdin, salah seorang saksi mata, kemarin. Sebagian besar korbannya adalah pekerja dan pemilik warung di sekitar lokasi. Para korban umumnya menderita patah tulang dan luka di kepala. Korban selamat kini dirawat di RSUD Koja dan RS Pelabuhan Tugu. Jumlah korban hingga pukul 16.00 tercatat 21 orang luka-luka dan empat orang meninggal dunia. Menurut Ucok Situmorang, 25, saksi mata lain yang melintas di sekitar TKP, ketika kejadian ada lima orang pekerja yang berada di menara sedang dalam proses finishing. Tiba-tiba angin bertiup kencang sehingga menara yang hampir jadi tersebut meliuk-liuk di tiup angin. Dari bawah, dia mendengar suara gemuruh. Ucok juga sempat melihat kilatan tepat di atas menara. Tidak berselang lama, menara tersebut ambruk sebelum roboh menyerong dan menimpa pohon serta warung-warung di sekitar lokasi. "Saat itu, saya lihat, ada orang terlempar dari atas menara," terang Ucok yang mengaku sempat terjatuh juga lantaran motornya tertimpa reruntuhan bangunan. Edi, 17, salah seorang korban selamat, menuturkan peristiwa tersebut. Dia dan 20 rekannya mengerjakan bangunan itu sejak pukul 07.30. Meski siangnya hujan turun cukup deras dan diikuti tiupan angin kencang, Edi yang berprofesi sebagai kernet bangunan memutuskan tetap bekerja. "Kan sebentar lagi istirahat, jadi kami terus aja kerja," kata Edi yang mengaku mendapat bayaran Rp 30.000 per hari itu. Pada saat kejadian, dia dan seorang temannya sedang berada di atas menara. Edi sedang memasang kardus tepat di atas menara. Namun, tiba-tiba dia merasa menara setinggi 70 meter tersebut bergoyang di tiup angin. Sadar dalam kondisi bahaya, dia segera berpegang pada sebuah tiang balok kayu. Ketika kuncup menara tersebut dirasa mulai turun, dia kemudian mempererat pegangannya. Awalnya, Edi merasa maut akan menjemputnya, terlebih ketika melihat Wardoyo, salah seorang temannya, terlempar dari atas menara. "Saya pikir saya sudah mati," terang Edi yang mengaku tidak memiliki firasat apa pun saat akan terjadi peristiwa itu. Ambruknya menara tersebut menyita perhatian warga sekitar. Warga berbondong-bondong datang sehingga petugas kewalahan mengevakuasi para korban. Proses evakuasi para korban sendiri cukup sulit. Sebab, sebagian korban tertimbun reruntuhan. Sejumlah kendaraan berat diturunkan untuk membersihkan puing-puing bangunan. Itu dilakukan karena diperkirakan masih banyak korban yang tertimbun di bawah reruntuhan tersebut. Hingga kemarin sore, aparat kepolisian Polrestro Jakarta Utara telah memanggil beberapa saksi, termasuk Warno, mandor proyek tersebut, untuk dimintai keterangan. Polisi juga akan memanggil Bahar, pemilik masjid dan penanggung jawab yayasan. "Kami akan memanggil penanggung jawab sekaligus pemilik yayasan guna dimintai keterangan," tutur Kombes Dade Suryana, Kapolresto Jakarta Utara, yang ditemui di lokasi kejadian. (nnk/jpnn) [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> For $25, 15 Afghan women can learn to read. Your gift can make a difference. http://us.click.yahoo.com/_smZ4B/SdGMAA/E2hLAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://groups.yahoo.com/group/ppiindia *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Reading only, http://dear.to/ppi 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

