http://www.ujungpandangekspres.com/view.php?id=1446&jenis=Wanita
Selasa, 20-12-2005
TKW Bukan Komoditas Ekspor
Refleksi Hari Buruh Migran
BERBICARA tentang perempuan memang tidak pernah ada habis-habisnya. Kian
hari, kaum perempuan kian mengalami hambatan dalam segala hal. Tidak jarang
kita mendengar ataupun menemukan ada kaum perempuan yang belum mendapatkan
hak-haknya. Entah itu dalam keluarga, ataupun di tempat kerja mereka.
Tidak mendapatkan kelayakan yang sesuai dengan kerja mereka juga menjadi
salah satu pokok permasalahan tersendiri bagi kaum perempuan. Utamanya bagi
mereka yang bekerja sebagai buruh migran alias TKW alias Tenaga Kerja Wanita.
Terkadang, mereka tidak mendapatkan haknya sesuai dengan apa yang telah
mereka kerjakan. Bahkan acap kali mereka mendapatkan perlakuan yang kurang baik
dari majikannya.
Sebenarnya, tidak ada orang yang ingin menjadi buruh migran, tapi karena
kekerasan yang dirasakannya dalam hal perekonomian di negeri sendiri membuat
mereka mau tidak mau mengambil langkah pencarian peruntungan dengan menjadi
buruh migran, yang notabene sebenarnya kian memarjinalkan mereka untuk
melakukan imigrasi ke berbagai negara untuk menjadi TKW hanya semata-mata untuk
keluar dari kemiskinan yang selama ini mendera kehidupan mereka.
Namun sayang, kenyataan sering tidak semanis impian. Justeru, apa yang
mereka inginkan untuk memperbaiki taraf perekonomian, dengan keluar negeri
tidak selamanya mereka dapatkan. Cenderung di negara tujuan mereka, mereka kian
termajinalkan.
Sering kali kita mendengar, para buruh imigran kembali ke tanah air tanpa
hasil, melainkan mereka hanya mendapatkan perilaku yang kurang menyenangkan.
Kondisi yang paling sering terjadi adalah, mereka tidak mendapatkan gaji yang
sesuai kontrak, atau pemaksaan seksual oleh majikannya. Belum lagi kekerasan
fisik yang acap kali mereka dapatkan.
Kejadian-kejadian seperti ini, sepertinya telah menjadi bayang-bayang
kelam bagi mereka, namun toh banyak pula yang tetap mengikuti jejak
pendahulunya untuk ikut ke luar negeri. Banyaknya buruh imigran yang
mendapatkan kekerasan, baik secara fisik, maupun mental, seharusnya sudah
menjadi tanggung jawab pemerintah. Pemerintah hanya tahunya, buruh imigran
adalah komoditi ekspor yang cukup menjanjikan, utamanya tenag kerja wanita.
Sudah seharusnya para buruh migran ini mendapatkan perhatian tersediri
dari pemerintah. Mulai dari memberikan informasi tentang hak-hak mereka,
informasi tentang pekerjaan mereka nantinya di sana, dan resiko imigrasi
terhadap kesehatan mereka. Namun yang terjadi justeru sebaliknya, TKW yang
kembali dari negara lain, acap kali dikucilkan oleh masyarakat sekitar dan
pemerintah bila mereka kembali dalam kondisi tubuh yang tidak sehat. Apalagi
bila sampai mereka membawa penyakit yang menular dan menurun seperti HIV/AIDS.
Sudah saatnya negara dan masyarakat memperlakukan buruh migran dengan
layak sebagaimana manusia pada umumnya yang juga memiliki hak kesehatan.
Melalui hari buruh imigran yang jatuh Minggu (18/12), menjadi satu refleksi
tersendiri bagi warga negara Indonesia, untuk turut memberikan perlindungan
kepada mereka.
Pemerintah seharusnya jeli, bahwa TKW yang telah memberi kontribusi yang
besar terhadap negara, semestinya memberikan perlindungan dan perhatian yang
lebih. Sebab, TKW bukanlah komoditas ekspor. (najmi
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Help save the life of a child. Support St. Jude Children's Research Hospital.
http://us.click.yahoo.com/f4eSOB/lbOLAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny.
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/