24.12.2005 Tokoh Etnis Indian Jadi Presiden Bolivia
Oleh: Berndt Riegert (Sosialis perkuat posisi di Amerika Latin) Evo Morales memenangkan pemilu presiden di Bolivia hari Minggu (18.12) dan mencatat sejarah baru di negaranya. Evo presidente! Evo presidente! Begitulah yel-yel yang diteriakan rakyat di jalanan kota Cocha-bamba, hari Minggu, sehari sesudah Pemilu Bolivia Sabtu lalu. Di kota itulah bermarkas Evo Morales, yang dipastikan memenangkan pemilihan presiden Bolivia dengan perolehan suara 50 persen. Dengan kemenangan ini Morales mencatat sejumlah sejarah. Untuk pertama kalinya seorang suku Indian asli terpilih menjadi presiden. Dan untuk pertama kalinya sejak demokrasi dijalankan di Bolivia sejak 1982, seorang calon memperoleh suara lebih dari 50 persen. Tanggal 22 Januari mendatang Morales, petani koka 46 tahun dari suku Indian Aymara itu akan diambil sumpahnya sebagai presiden. Dan tugas besar dan luar biasa sulit telah menantinya, terutama berurusan dengan kemiskinan rakyatnya. Karena Bolivia adalah negeri termiskin di Amerika Latin. Seorang warga Bolivia dengan penuh semangat menyambut kemenangan Morales: "Seseorang yang berasal dari kalangan rakyat jelata mendapat kesempatan. Saya harap dia dapat bekerja dengan baik dan sungguh-sungguh memerangi kemiskinan, serta membuka lapangan kerja baru. Sekarang dia terpilih sebagai presiden, kita lihat saja apakah ia bisa, karena memerintah negeri ini sangatlah sulit. Rakyat Bolivia telah berbicara. Sebelumnya, ada yang lain yang lebih banyak bicara yakni pemerintah Amerika Serikat. Karena oleh negeri adi daya itu Evo Morales dipandang sebagai bahaya besar. Pertama, karena haluan politik Morales, yakni sosialis, bahkan Morales dipandang Gedung Putih sebagai seorang politikus kiri radikal. Ia dengan partainya, MAS, atau Peralihan Demokrasi Menuju Sosialisme, memperlihatkan kecenderungan anti politik luar negeri Amerika, dan terang-terangan menempatkan diri sebagai pengagum dua pemimpin sosialis radikal Amerika Latin yaitu pemimpin Kuba Fidel Castro dan Presiden Hugo Chavez dari Venezuela. Tetapi di luar itu, yang sangat menggusarkan Amerika adalah kekeraskepalaan Morales ihwal pertanian tanaman coca, tumbuhan yang menjadi bahan baku kokain. Amerika menganggap Morales menentang program perang anti narkotika di Amerika Latin yang dilancarkan pemerintahan George Bush. Tetapi menurut Morales, Amerika menjadikan perang anti narkotika sebagai dalih untuk menancapkan kuku militer mereka di Amerika Latin. "Program anti narkotika Amerika tidak ditujukan untuk memusnahkan kokain, melainkan menghancurkan petani koka. Hal itu harus kita ubah. Tetapi perang melawan perdagangan Narkoba yang effektif harus digalakkan. Baik Kokain maupun perdagangan Narkoba bukan merupakan budaya Bolivia, bukan pula kebudayaan Quechua und Aymara Morales memang asalnya seorang caleros, alias petani coca. Akibat perang anti narkotika Amerika, ladang tanaman coca di Bolivia, turun dari 70 ribu hektar menjadi 30 ribu hektar. Celakanya, sesudah ladangnya dimusnahkan, para petani coca tak memperoleh pilihan hidup lain. Kemiskinan pun makin menjerat mereka. Bolivia adalah penghasil tanaman coca terbesar ketiga di Amerika Latin setelah Columbia dan Peru. Menurut Amerika, tahun lalu saja Bolivia memasok lebih dari 100 ton kokain ke pasar dunia. Sementara Morales menyatakan, ia memang sepakat dalam usaha membasmi kokain, dan penyelundupan narkotik. Tetapi ia mendukung pertanian coca, karena tanaman coca merupakan bahan baku dasar untuk obat-obatan tradisional serta ritual adat suku-suku Indian Bolivia. Dan karenanya vital pula terhadap perekonomian rakyat Bolivia. Malah katanya dalam sebuah wawancara, bagaimana bisa coca dihalalkan untuk Coca Cola tetapi diharamkan bagi Bolivia. Nyatanya, kampanyenya yang melindungi petani coca, disambut Bolivia yang 70 persen dari 9 juta warganya miskin itu. Dalam pidato kemenangannya, Morales mengatakan: "Sebagai rakyat yang membela dan mencintai negara, kita mempunyai tanggung jawab besar untuk mengubah sejarah bangsa kita. Dan dengan hasil Pemilu tanggal 18 Desember saya yakin, perubahan yang diinginkan oleh Rakyat Bolivia akan dihargai. Ada satu lagi program politik Morales yang sangat dicemaskan blok barat, yakni nasionalisasi perusahaan-perusahaan penambangan timah dan gas alamBolivia adalah salah satu negeri paling kaya cadangan gas alamnya di Amerika Selatan. Program ini merupakan perwujudan dari sikapnya yang anti Zona Perdagangan Bebas Amerika. Tetapi Morales menjamin, bahwa kendati ia akan jalan terus dengan program nasionalisasinya, ia tetap akan bekerja sama dengan perusahaan-perusahaan asing, dalam hubungan yang lebih adil. "Kita disini bukan untuk membalas dendam kepada siapapun, bukan pula untuk menekan orang lain. Saya ulangi lagi: Kita hanya ingin hidup baik dan untuk itu diperlukan persatuan seluruh rakyat Bolivia - kesatuan yang menyeluruh. Di masa mudanya Morales pernah melakukan apa saja untuk bertahan hidup. Sebagai pemain sepak bola, sebagai peniup terompet, pekerja tambang, petani koka. Kini rakyat Bolivia memilihnya sebagai presiden. Sesuatu yang sebetulnya pernah diramalkan buyutnya. Ia mengatakan: "Ada impian buyut saya yang diceritakan kepada bapak saya. Katanya, Evo nanti kamu akan maju, membantu memperbaiki kehidupan orang banyak. Dan iapun berkata kepada saya: Kalau ingin dihargai orang, kita harus menghargai orang, tak peduli orang besar maupun rakyat jelata." Semoga Bolivia tidak jadikan tanaman coca sebagai ekspor andalannya. __________________________________________________ Do You Yahoo!? Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around http://mail.yahoo.com ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Clean water saves lives. Help make water safe for our children. http://us.click.yahoo.com/YNG3nB/VREMAA/E2hLAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://groups.yahoo.com/group/ppiindia *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Reading only, http://dear.to/ppi 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

