24.12.2005
Bush Hadapi Tekanan Politik Dalam Negeri
(Mengapa Castro izinkan penjara di Guantanamo?)
Oleh: Martin Fritz
Meningkatnya tekanan politik dalam negeri terhadap
presiden AS, George W.Bush menjadi sorotan utama
sejumlah harian internasional. Tema lainnya yang juga
menjadi ulasan adalah neraca bantuan tsunami, setahun
setelah bencana alam yang menewaskan lebih dari 200
ribu orang di Asia.
Senat Amerika Serikat menolak usulan Bush untuk
perpanjangan undang-undang anti teror, Patriot Act.
Hanya tercapai kompromi, untuk sementara memperpanjang
undang-undang anti-teror itu selama enam bulan lagi.
Harian Norwegia Aftenposten yang terbit di Oslo
menulis komentar, kritik terhadap Bush, kini melewati
batasan partai. Lebih lanjut harian ini menulis :
Terbongkarnya praktek penyadapan telefon dan e-mail
warga AS secara luas, ditambah sengketa berkepanjangan
atas politik pemerintahan Bush menyangkut tema
penyiksaan tahanan, merupakan landasan penting bagi
keputusan di Senat. Seluruh undang-undang anti-terror
hanya diperpanjang selama enam bulan, dan tidak
permanen seperti yang diinginkan presiden Bush. Yang
sangat menarik, kritik terhadap rancangan
undang-undang yang diajukan Bush, jauh melewati
batasan partai. Bahkan delapan Senator dari partai
Republik, menandatangani petisi, yang meminta agar
undang-undang kontroversial itu hanya diperpanjang
selama tiga bulan saja.
Harian Jerman Frankfurter Allgemeine Zeitung yang
terbit di Frankfurt am Main berkomentar, Bush kini
harus belajar menerima kekalahan.
Dalam masa jabatan yang kedua, Bush dan kelompok garis
keras pendukungnya di Kongres, harus mengakui bahwa
kekuasaan serta potensi intimidasi dari presiden juga
ada batasnya. Mula-mula, Bush yang sebelumnya menolak
tegas, terpaksa menyetujui prakarsa anti-penyiksaan
dari senator McCain. Sekarang dia harus puas, bahwa
Patriot Act yang merupakan undang-undang kunci dalam
perang melawan teror, hanya diperpanjang selama enam
bulan. Sisa masa jabatan presiden Bush yang tiga tahun
lagi, kelihatannya semakin redup dan tidak lagi
diwarnai sukses besar.
Tema lainnya yang menjadi sorotan utama harian-harian
internasional dan Jerman, adalah neraca bantuan
internasional, bagi kawasan yang dilanda tsunami,
setahun setelah bencana itu melanda Asia. Secara umum
dapat ditarik neraca positiv dari aksi bantuan
tsunami. Demikian komentar harian Perancis Le Monde
yang terbit di Paris. Lebih jauh kami baca :
Setahun setelah tsunami, dengan jumlah korban tewas
terbanyak dan kerusakan terhebat dalam sejarah bencana
alam satu abad terakhir ini, neraca bantuan
internasional semuanya dapat dinilai positiv. Walaupun
bencananya amat dahsyat, dan diperlukan tindakan amat
cepat, ternyata hanya sedikit aksi bantuan yang
mengalami kegagalan. Juga tidak banyak uang bantuan
yang menguap. Bencana alam dahsyat tsb, mendorong
semakin kokohnya solidaritas internasional, melalui
PBB, negara-negara donor serta organisasi bantuan non
pemerintah.
Harian Jerman Stuttgarter Zeitung yang terbit di
Stuttgart menulis, belum pernah dilancarkan aksi
bantuan sebesar itu, karenanya kesalahan juga tidak
dapat dihindarkan.
Akan tetapi, kita hanya dapat belajar dari kesalahan,
jika kesalahan itu dianalisis. Jumlah bencana alam di
masa depan akan terus meningkat. Karena itu, amat
penting bahwa di masa depan, kita dapat bereaksi lebih
baik. Akan tetapi, neraca dari seluruh organisasi
bantuan, setahun bencana tsunami di Asia, hampir
seluruhnya positiv. Tentu saja diharapkan, secara
intern berbagai kelemahan tetap dibicarakan.
Sementara harian Jerman Tagesspiegel yang terbit di
Berlin menulis, laporan bantuan lebih banyak ditulis
sebagai data statistik.
Para petugas bantuan memaki para wartawan, sebab yang
lebih banyak ditulis adalah jumlah rumah baru yang
dibangun di kawasan bencana. Tidak banyak dipuji,
bahwa sarana kesehatan di seluruh kawasan bencana
tsunami, seluruhnya sudah pulih kembali. Wabah
penyakit tidak muncul dan tersedia cukup makanan serta
air bersih. Anak-anak dapat kembali bersekolah, dan
ekonomi lokal kembali bergulir. Tentu saja, kita harus
diperbolehkan mengkritik, menimbang besarnya uang
sumbangan, masih adanya korban yang tinggal di tenda
darurat, setahun setelah tsunami, samasekali tidak
dapat dimengerti.
__________________________________
Yahoo! for Good - Make a difference this year.
http://brand.yahoo.com/cybergivingweek2005/
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Help save the life of a child. Support St. Jude Children's Research Hospital.
http://us.click.yahoo.com/f4eSOB/lbOLAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny.
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/