Jangan nyinyir begitu dong... kita mestinya menyambut tahap-tahap perdamaian 
itu dengan RASA SYUKUR dan DOA. Sudah cukup puluhan ribu warga sipil ACEH yang 
menjadi korban. 

Semoga Azan Perdamaian terus berkumandang di Bumi Aceh..

Mansyur Alkatiri - CORDOVA Bookstore Online
http://www.SatuJam.com  (Belajar Serius Internet Marketing)


Date: Wed, 21 Dec 2005 20:31:26 -0800 (PST)
   From: Ibnu Sakdan Abubakar <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: Re: Dibubarkan, GAM Ganti Nama KPA

Hebat ya, dalam sekelip mata langsung berubah nama....!!! 
  Sim Salabim Abrakadabra.....jampi - jampi, komat - kamit, pegang tongkat ( 
serah tongkat @ R ) langsung jadi......itulah sunglap bung.....!!!
  Memang diantara kita banyak yang ahli Sulap  - sulapan.....!!!
  Itua budaya Indonesia, sukanya main sulap - sulapan......!!!
   
  Kalau dulu singkatan KPA itu adalah " Komite Pelarian Acheh ", salah satu 
Komite yang khusus untuk menangani pelarian Politik asal Acheh di seluruh 
dunia. Komite ini berpusat di Kuala Lumpur - Malaysia. 
   
  Sekarang udah ganti ya...!?. Selamat bermain Komite  - komite-an.....!!! Good 
Luck..!
   
  Salam Damai
   
  Sakdan
   
  
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Ambon <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
  http://www.indopos.co.id/index.php?act=detail&id=6069

Kamis, 22 Des 2005,


Dibubarkan, GAM Ganti Nama KPA 


BANDA ACEH - Seiring dengan berakhirnya proses decommissioning (pemusnahan 
senjata), struktur organisasi GAM (Gerakan Aceh Merdeka) segera dibubarkan. Hal 
itu diungkapkan Jubir Militer GAM Sofyan Dawood dan Perwakilan Senior GAM di 
AMM (Aceh Monitoring Mission) Irwandi Yusuf.

Menurut Sofyan, GAM akan membubarkan institusinya, termasuk sayap militer TNA 
(Teuntara Neugara Aceh). Nanti seluruh mantan kombatan GAM dihimpun dalam 
organisasi baru, Komite Peralihan Aceh (KPA). 

"Pembubaran institusi GAM akan dilakukan bulan ini. Pokoknya, sebelum Januari 
2006 sudah ada pengumuman bahwa institusi GAM bubar dan diganti dengan KPA," 
tegasnya kepada wartawan di Banda Aceh kemarin.

KPA, ungkap dia, akan menghimpun seluruh mantan kombatan (tentara) GAM. Dan, 
dalam KPA, semua mantan kombatan GAM sudah menjadi sipil biasa. Tidak lagi 
harus mengusung senjata. "Tujuannya satu, yakni menciptakan kesejahteraan 
masyarakat Aceh. Saat ini semua persoalan konflik dengan senjata sudah kita 
selesaikan. Tugas GAM menyerahkan senjata kepada AMM juga sudah selesai," 
terangnya.

Menurut Irwandi Yusuf, pascaproses decommissioning, GAM akan menuju percaturan 
politik. GAM akan memulai hidup baru dengan nama Komite Peralihan Aceh (KPA). 
"Nanti eks TNA otomatis akan di bawah Komite Peralihan Aceh," katanya dalam 
jumpa pers di Media Center, Banda Aceh, usai upacara penyerahan senjata 
terakhir kemarin.

Lebih lanjut, dia mengungkapkan bahwa GAM tidak akan dilepas begitu saja, 
seperti anak ayam kehilangan induk. Bagaimanapun mereka harus mendapatkan 
pekerjaan untuk menghidupi keluarganya. "Tidak balik kanan bubar jalan. Untuk 
mengantisipasi hal-hal yang negatif, perlu kita lindungi dalam wadah sipil," 
paparnya.

Mengambil ibarat tukang pembuat kursi, Irwandi menyebutkaan, saat ini GAM 
adalah sebuah kursi yang siap diduduki tuannya. "Agar kursi bagus ini tetap 
bagus, si tuan atau pembuat kursi tidak perlu lagi menggunakan gergaji tajam. 
Cukup sentuhan lembut untuk menyingkirkan debu," tuturnya.

Dia menegaskan, GAM siap menjadi partai politik lokal di Indonesia. Dan, ini 
akan mungkin terjadi jika DPR sudah berhasil mengamandemen undang-undang partai 
politik. Sesuai isi nota kesepahaman Helsinki, DPR punya waktu 18 bulan untuk 
melakukan amandemen.

Irwandi menambahkan, GAM juga berharap agar AMM terus diberi kesempatan untuk 
memantau kegiatan perpolitikan di Aceh setelah pertengahan Maret 2006, ketika 
tugasnya di Aceh secara resmi berakhir. 

Dalam kesempatan itu, Ketua AMM Pieter Feth meminta GAM membuat pengumuman 
bahwa KPA sudah menuju pergerakan politik. Dia menyatakan, mulai saat ini AMM 
tidak lagi mengenal struktur komando militer GAM.

AMM kemarin mengumumkan proses decommissioning senjata milik GAM resmi 
berakhir. Pengumuman resmi ini ditandai dengan pemusnahan 6 pucuk senjata laras 
panjang milik TNA di Blang Padang, Banda Aceh.

Dalam pidatonya, Pieter Feith bangga dan menyatakan terima kasih kepada 
pemerintah RI dan GAM yang sudah menepati janji untuk berkomitmen menjaga 
proses damai di Aceh. Dia juga memuji proses pemusnahan senjata berjalan 
lancar. 

Menurut dia, dengan berakhirnya pemusnahan senjata, jumlah yang dikumpulkan 
tidak terlalu penting dibandingkan dengan menjaga rasa saling percaya di antara 
kedua pihak. AMM akan menerbitkan sertifikasi atas 840 senjata yang telah 
disahkan dan dimusnahkan. Selain itu, AMM meminta GAM membuat surat pernyataan 
bahwa mereka tidak lagi memiliki senjata dan amunisi.

"Saya berharap, tidak ada lagi kontroversi dan pikiran negatif yang dapat 
menghambat proses rekonsiliasi serta rekonstruksi Aceh," ujar Feith.

Dalam upacara, enam senjata GAM yang dikumpulkan dari berbagai wilayah di Aceh 
dimusnahkan. Sebelum dipotong, enam anggota TNA Aceh Rayeuek menyerahkan 
senjata kepada anggota AMM. Enam senjata itu dibawa secara parade seperti 
upacara militer.

Ratusan warga menyaksikan acara pemotongan senjata terakhir. Tampak Plt 
Gubernur NAD Azwar Abubakar, Pangdam Iskandar Muda Mayjen TNI Supiadin A.S., 
Kapolda Irjen Pol Bachrumsyah Kasman, dan Wakil RI di AMM Mayjen TNI Bambang 
Darmono. Dari GAM, hadir Jubir Bakhtiar Abdullah, Sofyan Dawood, Panglima GAM 
Aceh Rayeuek Muharram, Panglima GAM Batee Iliek Darwis Djeunib, Amni Ahmad 
Marzuki, dan Machsalmina, serta belasan mantan prajurit TNA Aceh Rayeuek. 

Pieter Feith ikut memotong senjata. Enam senjata yang dimusnahkan terdiri atas 
empat pucuk AK-47, sepucuk M-16, dan sepucuk SS1.

Menurut Bambang, pihaknya percaya bahwa kini GAM sudah tidak lagi memiliki 
senjata dan amunisi. "Yang terpenting kini adalah meyakinkan rakyat bahwa semua 
senjata itu benar-benar tidak ada," ujarnya. (zam/ans/jpnn)



[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Help save the life of a child. Support St. Jude Children's Research Hospital.
http://us.click.yahoo.com/cRr2eB/lbOLAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke