http://www.suaramerdeka.com/harian/0512/29/nas01.htm

Massa Kepung ''Kerajaan Tuhan''
  a.. Para Penghuninya Dievakuasi 
       
      RUMAH TUHAN: Seorang anggota komando rayon militer (Koramil) memonitor 
situasi ketika membantu pengamanan rumah milik Lia Aminuddin yang sering 
disebut ''Kerajaan Tuhan'' di sekitar Jalan Mahoni, Bungur, Jakarta, Rabu 
(28/12). Lia Aminuddin menyatakan dirinya sebagai Malaikat Jibril atau Roh 
Kudus. Keberadaan wanita itu mendapat reaksi penolakan dari sejumlah kalangan 
anggota masyarakat yang berniat membubarkan kegiatan jemaat tersebut. (30j)  
     
JAKARTA - Ratusan orang, Rabu kemarin, mengepung rumah tempat berkumpul sebuah 
aliran yang menyebut diri sebagai Komunitas Eden di Jalan Mahoni 30 Jakarta 
Pusat. 

Massa mengancam akan mengusir para pengikut aliran tersebut jika batas waktu 
tujuh hari terhitung sejak Senin (26/12) mereka tidak hengkang dari tempat itu 
yang mereka namakan sebagai ''Kerajaan Tuhan''.

Untuk mencegah terjadinya aksi massa yang anarki, aparat Polres Jakarta Pusat 
mengevakuasi para pengikut Lia Aminuddin alias Lia Eden. Mereka dievakuasi 
menuju ke Mapolda Metro Jaya.

Dalam evakuasi yang berlangsung hingga menjelang magrib, polisi terpaksa 
menggendong dan memaksa jemaat Komunitas Eden untuk memasuki bus polisi. Hal 
itu terpaksa dilakukan karena puluhan anggota komunitas itu menolak dievakuasi.

Komunitas itu beralasan, tempat berkumpul mereka adalah sebaik-baik tempat 
sehingga harus mereka pertahankan. Selain itu, Lia selaku ketua Komunitas Eden 
juga melarang para pengikutnya keluar dari rumah dua tingkat tersebut. 

Sehari sebelumnya, sudah banyak anggota masyarakat sekitar yang beramai-ramai 
mendatangi kediaman Lia Aminuddin. 

Kedatangan mereka terpicu oleh selebaran-selebaran yang dibuat Lia dan para 
pengikutnya. Semula mereka bermaksud melihat-lihat aktivitas komunitas tersebut 
yang menurut pandangan mereka, menganut aliran sesat. Namun, akhirnya mereka 
melancarkan protes di depan rumah Lia.

''Berdasarkan pengamatan kami, aliran itu sesat. Masak pemimpinnya mengaku 
sebagai Jibril. Praktik ibadahnya juga campur-campur. Mereka selalu berpakaian 
putih-putih seperti sedang menunaikan haji. Ya, yang aneh-aneh seperti ini ya 
meresahkan kami,'' tandas Edi, warga. 

Tablig Akbar

Selain itu, kedatangan masyarakat juga sebagai unjuk kekuatan untuk 
menyemangati pelaksanaan tablig akbar pada 31 Desember di Masjid Meranti yang 
terletak hanya 100 meter dari tempat tinggal Lia. 

Menurut rencana, tablig yang akan menghadirkan para ulama setempat serta Front 
Pembela Islam (FPI) dan Forum Betawi Rempug (FBR) tersebut akan mengangkat tema 
yang mengoreksi ajaran Lia.

Sebelum evakuasi dilakukan, terjadi perundingan alot aparat kepolisian dan 
Satpol PP dengan perwakilan Komunitas Eden. Saat perundingan berlangsung, warga 
yang mendatangi lokasi semakin bertambah sehingga memadati Jalan Mahoni dan 
jalan-jalan sekitarnya. 

Baru setelah lewat pukul 17.00, aparat keamanan mengevakuasi. Proses evakuasi 
alot sehingga polisi sampai setengah memaksa. Sambil mendesak mereka agar ke 
bus polisi, lewat pengeras suara aparat berkali-kali menekankan bahwa evakuasi 
itu justru demi keselamatan mereka sendiri.

Banyaknya warga yang ingin melihat sambil meneriaki Komunitas Eden 
mengakibatkan proses evakuasi menjadi hiruk pikuk. Komunitas Eden yang 
beranggotakan orang dewasa sampai anak-anak juga tersentak melihat suasana yang 
begitu ramai itu. Berkat kesigapan aparat kepolisian, tidak ada dari anggota 
komunitas itu yang terluka.

Sebagaimana diberitakan, Lia Aminuddin yang kini berubah nama menjadi Lia Eden, 
sebelumnya adalah perangkai bunga yang terkenal. Dia sering tampil di TVRI dan 
membawakan acara merangkai bunga. Dalam perkembangannya, Lia mengaku merasakan 
mendapat petunjuk dari Jibril, bahkan kemudian dirinya mengaku sebagai Jibril. 
Dia menyampaikan pengalaman hidupnya kepada rekan-rekannya dan dapat memperoleh 
pengikut.

Lia memang menjadi populer. Dia perempuan yang mengklaim sebagai Malaikat 
Jibril dan mendaulat anaknya sebagai Nabi Isa. 

Lia menyebarkan ajarannya sudah enam tahun lebih. Dia mencampurkan sejumlah 
agama. Dan, dia juga berinovasi dalam beribadah. Semula salah satu ibadahnya 
dengan menyanyikan lagu-lagu rohani diiringi organ. Penampilan jemaat wanitanya 
serbatertutup, lengkap dengan kerudung, dan berwarna putih semua. Namun 
belakangan, ibadah kelompok Lia juga dengan mengaji diiringi musik. Belakangan 
lagi, kelompoknya membuat ritual dengan mengelilingi kawasan Mahoni.

Penampilannya pun selalu berubah sesuai dengan ''wahyu'' yang dia terima. 
Dahulu, dia berjubah dan berkerudung warna putih. Namun, beberapa tahun 
kemudian menggunduli rambutnya dan berpakaian ala biksu.

Namun, reaksi anggota masyarakat sekitar selama ini tidak terlalu dahsyat. Baru 
pada Selasa lalu, warga sekitar marah. Pengurus masjid sekitar akan menggelar 
tablig akbar untuk memerangi ajaran perempuan yang mengaku sebagai Malaikat 
Jibril itu. Kegiatan itu akan digelar di depan rumah Lia, Sabtu (31/12). Materi 
tablig akbar tentang Malaikat Jibril palsu.

Warga mengultimatum agar ''Kerajaan Tuhan'' pindah dari Kecamatan Bungur. Lia 
diberi waktu seminggu dan Rabu kemarin telah memasuki hari ketiga dari 
ultimatum. (F4,dtc-14j) 


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Help save the life of a child. Support St. Jude Children's Research Hospital.
http://us.click.yahoo.com/f4eSOB/lbOLAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke