http://www.suaramerdeka.com/harian/0512/29/nas08.htm

Tak Ada Rencana Kembalikan Biaya 
  a.. Anggota DPR yang Pergi ke Mesir 


JAKARTA - Karena keberangkatan Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR ke Mesir 
legal dan telah memperoleh izin dari pimpinan DPR, maka anggota BURT dipandang 
tak perlu mengembalikan biaya perjalanan itu ke kas negara. Pengembalian biaya 
perjalanan ke Mesir justru dianggap tidak berdasar.

Hal ini dikatakan oleh Ketua BURT Roestanto Wahidi (FPD) kepada pers melalui 
telepon, Rabu (28/12) kemarin. Karena itu, dia juga tidak berencana 
mengembalikan uang yang besarnya 1.565 dolar AS. Namun, dia tidak melarang jika 
ada anggota BURT yang ingin mengembalikan uang itu.

"Kenapa saya harus mengembalikan, apa dasarnya mengembalikan uang itu? Saya kan 
perginya resmi. Kalau saya mengembalikan, berarti saya perginya tidak resmi. 
BURT berangkat ke Mesir atas persetujuan pimpinan DPR. Kalau Ketua DPR tidak 
setuju, dana tidak bisa keluar. Sementara izin dari fraksi atau komisi sifatnya 
internal," ungkapnya.

Akan tetapi, Roestanto Wahidi mengaku siap jika DPP Partai Demokrat memberi 
sanksi kepada dirinya. Hal ini terkait dengan larangan yang dikeluarkan oleh 
DPP bagi kader PD untuk melakukan perjalanan ke luar negeri.

"Sebagai kader, saya sudah siap jika DPP memberikan sanksi kepada saya. Namun 
sebelumnya saya akan memberikan penjelasan. Jika kepergian itu dianggap ilegal, 
saya siap jika disuruh mengembalikan. Namun jika perjalanan itu ilegal, mengapa 
saya diijinkan oleh pimpinan DPR," ujarnya.

Dihubungi secara terpisah, Abdullah Azwar Anas (FKB) menyatakan tetap akan 
mengembalikan uang perjalanan ke Mesir yang sudah diterimanya. "Saya pribadi 
hanya menerima uang tunai 230 dolar AS. Lainnya kan sudah dipotong untuk biaya 
hotel dan akomodasi. Saya masih belum tahu, apakah uang itu akan diserahkan 
kepada fakir miskin atau ke kas negara," tuturnya. 

Seperti diberitakan, Djoko Edhi Sutjipto Abdurrahman (FPAN) diwajibkan 
mengembalikan uang perjalanan oleh Wakil Ketua DPR Zaenal Ma'arif. Hal ini 
disebabkan Djoko Edhi sudah bukan menjadi anggota BURT. Terkait dengan hal itu, 
Ketua BURT mengaku masih menelusuri sebab-sebab mengapa nama Djoko Edhi masih 
tercatat sebagai anggota BURT dan bisa berangkat ke Mesir.

Belum Periksa

Sampai saat ini, Badan Kehormatan (BK) DPR belum menerima pengaduan, baik dari 
masyarakat maupun pimpinan DPR. Karena itu, BK belum memeriksa 15 anggota BURT 
yang melakukan studi banding ke Mesir pada 16-23 Desember. Menurut Ketua BK 
Slamet Effendi Yusuf, sejauh ini yang masuk ke BK bukanlah pengaduan, melainkan 
pernyataan sikap dari tiga elemen masyarakat. 

"Kita masih menunggu pengaduan masyarakat itu. Kita tidak bisa memeriksa 
anggota BURT hanya berdasarkan pernyataan sikap. Oleh sebab itu, kita belum 
tahu kapan mulai melakukan pemeriksaan," paparnya.

Selain harus jelas, lanjut Slamet, pengaduan masyarakat itu sebaiknya menunggu 
masa reses selesai. Hal ini terkait dengan banyaknya anggota BK yang sedang 
melakukan kunjungan kerja ke daerah. Apalagi masih banyak perkara yang belum 
bisa diselesaikan oleh BK. (sas-49d) 


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Give at-risk students the materials they need to succeed at DonorsChoose.org!
http://us.click.yahoo.com/SBefZD/LpQLAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke