Refleski: Pantas banyak universitas di Indonesia, tetapi sebetulnya harus begitu, tak perlu skripsi kalau hanya untuk melihat langit nan biru yang ditutupi awan mendung.
http://www.suaramerdeka.com/harian/0512/29/opi06.htm Program Skripsi Harus Dipertahankan Oleh: Mohamad Arifin - Mahasiswa FTI Unissula PROGRAM sarjana nonskripsi belakangan ini sudah banyak bermunculan. Kemunculannya mendapat respons hangat dari beberapa kalangan akademisi. Paling tidak keberadaan program ini sebagai alternatif pencetak sarjana kilat sekaligus menjadi parasit terhadap biro-biro jasa pembuat skripsi. Memang beberapa kalangan mahasiswa masih menganggap skripsi adalah momok yang menakutkan. Acapkali terdengar kata skripsi, dalam benak mereka selalu terbayang suatu proses yang sulit, lama dan melelahkan. Hal itu ditengarai dengan banyaknya mahasiswa yang terlambat mengenakan toga wisuda. Tak ayal bila mahasiswa mendapat sebutan sebagai "mahasiswa abadi". Maka program nonskripsi dianggap sebagai solusi jitu untuk dipilih. Menurut hemat penulis, dibukanya program sarjana nonskripsi bukan langkah yang tepat. Terlihat adanya jalur potong kompas yang menyelubunginya. Bagaimana tidak? Ada siklus mata rantai yang hilang, berupa skripsi. Oleh beberapa pakar pendidikan, skripsi masih dipandang sebagai tradisi keilmuan, Sekaligus sebagai bukti terujinya intelektualitas mahasiswa di forum akademik. Bukankah skripsi sebagai sarana berlatih menulis dan menuangkan buah pikiran? Di situ mahasiswa dituntut untuk selalu aktif, kreatif dan inovatif. Mengapa hal tersebut harus dihilangkan eksistensinya? Kalaupun program sarjana nonskripsi masih bergulir, tentu harus dibarengi dengan program-program unggulan yang memiliki basis kompetensi yang sama dengan program unggulan sejenis skripsi. Hal yang paling ditakutkan kelak akan ada program baru di dunia pendidikan, berupa program S2 tanpa tesis dan program doktor (S3) tanpa disertasi. Pepatah mengatakan "tiada gading yang tak retak". Tentu skripsi bukanlah program unggulan yang tak memiliki kekurangan. Tetapi kalau kita telisik Iebih lanjut, paling tidak keberadaannya banyak menelurkan intelek-intelek muda yang siap tampil sebagai primadona di negeri ini. Jadi harus dikatakan bahwa skripsi masih releven dan harus tetap dipertahankan sampai saat ini dan kapan pun. (24) [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Give at-risk students the materials they need to succeed at DonorsChoose.org! http://us.click.yahoo.com/SBefZD/LpQLAA/E2hLAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://groups.yahoo.com/group/ppiindia *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Reading only, http://dear.to/ppi 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

