** Forum Nasional Indonesia PPI India Mailing List **
** Untuk bergabung dg Milis Nasional kunjungi: 
** Situs Milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ **
** Beasiswa dalam negeri dan luar negeri S1 S2 S3 dan post-doctoral 
scholarship, kunjungi 
http://informasi-beasiswa.blogspot.com 
**http://www.sinarharapan.co.id/berita/0512/30/opi02.html

Kebijakan Keamanan Nasional Komprehensif   
Oleh
Anak Agung Banyu Perwita



Bagi Indonesia, seperti juga negara berkembang lainnya di dunia, keamanan 
nasional kerap memunculkan dilema serius dalam agenda pembangunan nasionalnya. 
Tidak seperti negara-negara maju, negara-negara berkembang harus mengedepankan 
harmonisasi kebijakan pembangunannya yang kompleks dan bahkan cenderung 
berlawanan antara pilihan memajukan pembangunan ekonomi, sosial dan politik 
serta pengembangan kekuatan pertahanan nasional. Hal ini terutama disebabkan 
sumber daya keuangan yang terbatas.


Mengemukanya bibit-bibit separatisme, kekhawatiran terhadap serangan terorisme, 
dan saat yang sama juga menghadapi tingkat kehidupan ekonomi yang semakin 
menurun dan gejala kelaparan di banyak wilayah Indonsia, adalah contoh kasus 
yang secara jelas menunjukkan kompleksnya persoalan keamanan yang dihadapi 
Indonesia dewasa ini. 
Kebutuhan terhadap kemampuan untuk mengatasi semua persoalan ancaman keamanan 
non-tradisional di atas, tentunya akan sangat tergantung pada kemampuan kita 
dalam mendefinisikan konsep keamanan itu sendiri.

Dalam kajian keamanan, ancaman terhadap keamanan tidaklah selalu bersifat 
militer semata, melainkan akan mencakup pula ancaman non-militer, seperti 
kejahatan organisasi transnasional, penurunan daya dukung lingkungan hidup, 
erosi budaya, keterbatasan akses terhadap pangan, dan ketersediaan pelayanan 
kesehatan yang memadai. 



Keamanan Manusia 
Perubahan lingkungan keamanan memiliki lima dimensi lainnya. 
Pertama, pergeseran sumber ancaman keamanan dari lingkungan eksternal menjadi 
lingkungan domestik/nasional.
Kedua, perubahan sifat ancaman dari militer menjadi non-militer. 
Ketiga, perubahan respon dari militer semata menjadi non-militer. 
Keempat, perubahan tanggung jawab keamanan dari negara semata menuju tanggung 
jawab kolektif. 
Kelima, perubahan nilai inti keamanan dari negara menjadi individual dan dari 
nasional menjadi keamanan global.


Dengan kata lain, perluasan makna keamanan akan mencakup dari perlindungan 
keamanan territorial menuju perlindungan terhadap keamanan manusia dan dari 
keamanan melalui pembangunan instrumen militer menuju kebijakan keamanan yang 
memfokuskan pada pembangunan manusia yang berkelanjutan.


Sejak 1994, UNDP dalam "Human Development Report" mengidentifikasi tujuh 
dimensi keamanan manusia yang harus tercakup dalam kebijakan keamanan, meliputi 
(1) keamanan ekonomi (terbebas dari kemiskinan), (2) keamanan pangan (akses 
terhadap pangan dengan harga terjangkau), (3) keamanan kesehatan (akses 
terhadap pelayanan kesehatan dan perlindungan dari penyakit menular), (4) 
Keamanan lingkungan (perlindungan terhadap perusakan lingkungan hidup), (5) 
keamanan personal (perlindungan dari tindakan kriminal), (6) keamanan komunitas 
(termasuk perlindungan bagi kemudahan menjalankan ibadah agama), (7) keamanan 
politik (termasuk kebebasan dalam mengekspresikan hak-hak politik individu dan 
informasi). 


Ketujuh dimensi di atas memiliki keterkaitan satu dengan lainnya. Bila salah 
satu dimensi tidak dapat dilindungi eksistensinya akan mempengaruhi dimensi 
keamanan lainnya. Hal inilah yang kini banyak kita saksikan di berbagai wilayah 
Indonesia. Rendahnya keamanan ekonomi negara dan sebagian sebagian besar 
masyarakat kita menjadikan akses pada pangan terbatas pula. Tidaklah 
mengherankan masyarakat Indonesia kini menghadapi rawan pangan atau bencana 
kelaparan.



Pembangunan 4 D 
Oleh karenanya, strategi keamanan nasional haruslah mencakup keseluruhan aspek 
di atas dan hal ini seharusnya dapat terartikulasi dengan rencana kepentingan 
dan prioritas pembangunan keamanan nasional yang menyeluruh. Pemikiran 
menyeluruh tentang hal di atas mensyaratkan beberapa agenda kebijakan utama 
nasional.


Pertama, keberhasilan strategi dan kebijakan keamanan nasional membutuhkan 
koordinasi yang amat erat di antara para aktor pembuat kebijakan politik, 
ekonomi, hukum, sosial-budaya, kesehatan, dan lingkungan hidup. Hal ini tidak 
hanya akan melibatkan institusi pemerintahan semata tetapi juga harus bekerja 
sama dengan para aktivis LSM dan kalangan akademisi. 


Kedua, melibatkan pula instrumen-instrumen non-militer baik di dalam maupun 
luar negeri. Dalam hal ini peningkatan kerja sama pembangunan dengan berbagai 
aktor di luar negeri merupakan syarat mutlak guna membantu pencapaian tujuan 
pembangunan nasional. Kombinasi dan koordinasi yang baik di antara berbagai 
aktor di atas akan sangat efektif menghadapi berbagai ancaman dan derajat 
keamanan nasional . 


Ketiga, dibutuhkan kesadaran baru di antara para pembuat kebijakan baik di 
tingkat lokal dan nasional pada berbagai aspek sejarah, budaya, lingkungan 
hidup dan teknologi. Hal ini terutama dikarenakan kebijakan keamanan nasional 
meliputi aspek fisik dan psikologis. Ketidaan kesadaan baru ini hanya akan 
menjadikan isu-isu keamanan non-tradisional menjadi komoditas politik semata 
sebagaimana yang terjadi di Indonesia beberapa waktu belakangan ini.


Kebijakan keamanan nasional yang menyeluruh mencakup berbagai persoalan 
keamanan yang dihadapi negara dan masyarakat, kebijakan dan program pembangunan 
nasional akan mencakup pembangunan 4 D, yakni democracy (pembangunan 
demokrasi), development (pembangunan fisik), diplomacy (politik luar negeri dan 
diplomasi pem-bangunan) dan defence (pertahanan nasional) yang sistematis dan 
berkelanjutan. 

Dengan demikian, kebijakan keamanan nasional akan mampu menghadapi berbagai 
dimensi keamanan manusia Indonesia dan akan mendorong pula kebijakan keamanan 
nasional yang lebih integratif dan proaktif ketimbang reaktif dan cenderung 
defensive 

Penulis adalah Dekan FISIP Universitas Katolik Parahyangan, Bandung 


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
DonorsChoose.org helps at-risk students succeed. Fund a student project today!
http://us.click.yahoo.com/t7dfYD/FpQLAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


** Forum Nasional Indonesia PPI India Mailing List **
** Untuk bergabung dg Milis Nasional kunjungi: 
** Situs Milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ **
** Beasiswa dalam negeri dan luar negeri S1 S2 S3 dan post-doctoral 
scholarship, kunjungi 
http://informasi-beasiswa.blogspot.com **

Kirim email ke