** Forum Nasional Indonesia PPI India Mailing List ** ** Untuk bergabung dg Milis Nasional kunjungi: ** Situs Milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ ** ** Beasiswa dalam negeri dan luar negeri S1 S2 S3 dan post-doctoral scholarship, kunjungi http://informasi-beasiswa.blogspot.com **http://www.sinarharapan.co.id/berita/0512/30/sh01.html
Ancaman Keselamatan Presiden Sangat Serius Oleh Suradi/Inno Jemabut Jakarta-Ancaman terhadap keselamatan Presiden sangat serius, oleh karena itu pengamanan ekstra ketat terhadap Presiden memang perlu dilakukan. Selain itu, prosedur tetap pengamanan terhadap Presiden dan keluarganya harus selalu siaga satu. "Karena tidak ada masalah atau isu lain yang perlu dialihkan, pengungkapan atas adanya ancaman terhadap Presiden dan keluarga itu sesuatu yang serius," kata pengamat politik dari The Indonesian Institut, Dr. Anis Baswedan, kepada SH, Jumat (30/12) pagi. Namun, menurut Wakil Ketua DPR Zaenal Maarif, jangan setiap pejabat berbicara tentang adanya ancaman serius terhadap keamanan Presiden dan keluarganya, sebab bisa berdampak negatif bagi perekonomian Indonesia. Siapa yang berhak mengatakan itu harus ditentukan. Lebih lanjut, Anis Baswedan mengingatkan sangat tidak menguntungkan jika ada yang main-main dengan isu keamanan. Tetapi, pengumuman atas ancaman Presiden itu merupakan tindakan politis untuk menyadarkan orang-orang di lingkungan dekat Presiden, para pejabat dan publik secara keseluruhan. Ancaman konkret dari mana, Anis mengakui tidak bisa mengungkapkan. "Sebagai pengamat saya hanya mempunyai prediksi. Kepastian ancaman itu dari mana, hanya mereka yang memiliki akses terhadap persoalan ini yakni Badan Intelijen Negara (BIN)," katanya. Anis membedakan ancaman terhadap publik yang memang perlu diumumkan kepada masyarakat, menyangkut aspek ancaman, fluktuasi ancaman dan tingkat pengamanannya oleh pihak keamanan. Sementara itu, Wakil Ketua DPR Zaenal Maarif menyatakan, Menko Polhukam harus menata kembali masalah yang terkait dengan otoritas pengumuman ancaman terhadap Presiden/Wakil Presiden dan keluarganya. "Harus diatur, jika menyangkut masalah ini, siapa yang berhak mengumumkan. Jangan semua merasa berhak, ini berbahaya karena menimbulkan keresahan di tingkat pejabat lebih rendah seperti gubernur, bupati, dan juga pejabat lebih rendah lainnya," katanya. Di samping itu, secara ekonomi, pengumuman atas ancaman Presiden itu membuat pengusaha ragu-ragu menanamkan modal. Tak Ganggu Juru bicara Kepresidenan Andi Mallarangeng menjelaskan pengamanan terhadap Presiden dan Wakil Presiden yang berlebihan tidak akan mengganggu tugas-tugas mereka dan tidak akan menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat. Sebaliknya, masyarakat bisa memahaminya setelah pihak Badan Intelijen Negara (BIN) mengatakan adanya ancaman teroris. Kepada wartawan di Jakarta, Kamis (29/12), Andi mengatakan pengaman terhadap Presiden sudah sesuai dengan prosedur standar. Namun, masyarakat juga diminta supaya menghindari kerumunan massa pada saat Presiden melakukan kunjungan kerja. Informasi BIN itu diungkapkan untuk memberi pencegahan. "Siapa yang akan coba-coba ya Paspampres akan siap. Jadi, jangan coba-coba," kata Andi. Anggota Komisi I DPR dari Fraksi Partai Bintang Reformasi, Ade Dault Nasution, mengatakan jangan-jangan BIN yang memberi informasi tersebut hanya mau meminta tambahan anggaran. Namun di sisi lain, Presiden dan Wapres tidak perlu takut dengan berbagai ancaman karena itu sudah risiko. "Ngapain mereka mau menjadi Presiden dan Wakil Presiden kalau begitu saja takut," katanya. Anggota Komisi II DPR dari Fraksi Kebangkitan Bangsa, Saifullah Ma'shum, malah menilai jangan-jangan informasi BIN tersebut hanya untuk mengalihkan berbagai masalah yang sedang dihadapi oleh pemerintah. "Saya tidak yakin dengan adanya ancaman itu. Tidak masuk akal kalau Presiden dengan pengamanan yang begitu ketat bisa diculik begitu saja," lanjut Saifullah. Ia mengharapkan pihak BIN menjelaskan akurasi data yang diperoleh dan secara arif memilah mana informasi yang bisa dibuka kepada publik dan mana yang tidak. Seharusnya, informasi seperti ini tidak perlu menjadi bahan diskusi publik karena hanya akan menakut-nakuti warga. "Kalau Presiden dan Wakil Presiden saja takut, bagaimana dengan warga biasa yang tidak punya apa-apa?" ujarnya. (*) [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Clean water saves lives. Help make water safe for our children. http://us.click.yahoo.com/YNG3nB/VREMAA/E2hLAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://groups.yahoo.com/group/ppiindia *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Reading only, http://dear.to/ppi 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/ ** Forum Nasional Indonesia PPI India Mailing List ** ** Untuk bergabung dg Milis Nasional kunjungi: ** Situs Milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ ** ** Beasiswa dalam negeri dan luar negeri S1 S2 S3 dan post-doctoral scholarship, kunjungi http://informasi-beasiswa.blogspot.com **

