** Forum Nasional Indonesia PPI India Mailing List ** ** Untuk bergabung dg Milis Nasional kunjungi: ** Situs Milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ ** ** Beasiswa dalam negeri dan luar negeri S1 S2 S3 dan post-doctoral scholarship, kunjungi http://informasi-beasiswa.blogspot.com **SUARA KARYA
Ancaman dari Timur Indonesia Oleh A Kardiyat Wiharyanto Sabtu, 31 Desember 2005 Selain KTT ASEAN, KTT Asia Timur, dan Konferensi ESCAP (Dewan Kerja Sama Keamanan Asia Timur), salah satu kegiatan penting lain yang cukup mendapat perhatian sepanjang 2005 adalah terbentuknya forum Dialog Asia Pasifik Baratdaya (Southwest Pacific Dialogue, SwPD). Australia, Selandia Baru, Papua Nugini, Filipina, Timor Timur, dan Indonesia telah menandatangani pembentukan forum dialog ini untuk mencapai perdamaian, stabilitas dan kesejahteraan negara-negara anggotanya. Pembentukan forum yang dinyatakan dalam Deklarasi Yogyakarta, ditandatangani oleh para menteri luar negeri (menlu) keenam negara, dalam konferensi tingkat menteri (KTM) pertama kali di Yogyakarta, baru-baru ini. Forum ini bersifat informal dan berstruktur longgar, guna menjamin proses dialog yang bersifat fleksibel. Adapun kerja sama tersebut mencakup bidang keamanan dan stabilitas, masalah perbatasan antarnegara, terorisme dan kejahatan transnasional, pengolahan kelautan dan lingkungan, serta tukar menukar informasi di antara anggotanya. Dengan adanya forum ini, negara-negara Pasifik Baratdaya diharapkan juga mampu menghadapi arus globalisasi. Sesungguhnya ide pembentukan kerja sama regional Pasifik Baratdaya pertama kali dilontarkan oleh mantan Presiden Abdurrahman Wahid dalam KTT ASEAN tahun 2000. Ketika itu Indonesia mengusulkan terbentuknya kerja sama Pasifik Barat (yang kemudian berkembang menjadi kerja sama Pasifik Baratdaya). Sudah sejak lama hubungan Indonesia dengan negara-negara di sebelah timur diliputi suasana yang kurang membantu peningkatan hubungan dan kerja sama. Masalah-masalah di perbatasan yang ditimbulkan oleh penduduk pelintas batas atau imigran-imigran gelap sering menimbulkan percikan-percikan yang kurang menguntungkan Indonesia. Perkembangan situasi regional yang kurang menguntungkan ini tentu perlu diperhitungkan. Hal itu terlihat dari sikap beberapa negara di Pasifik Selatan yang cenderung memihak gerakan-gerakan separatis di Indonesia timur. Kondisi ini mendorong pemerintah Indonesia terpaksa mengkaji ulang politik luar negeri Indonesia terhadap negara-negara di kawasan itu. Kalau dicermati secara jujur, gangguan keamanan terhadap kelangsungan hidup negara Indonesia justru datang dari timur, seperti OPM dan RMS. Sedangkan ancaman dari utara teredam dengan adanya ASEAN. Bergabungnya Vietnam dalam ASEAN menjadi sekat yang baik untuk menangkal ancaman dari utara. ASEAN yang mencakup seluruh negara di Asia Tenggara akan memberi payung geopolitik bagi Indonesia. Namun berbeda halnya dengan negara-negara di sebelah timur kita itu. Seperti kita ketahui bahwa di sebelah timur Indonesia terletak negara-negara Pasifik Selatan. Pada tahun 1971 mereka membentuk organisasi regional Forum Pasifik Selatan yang disponsori oleh Australia dan Selandia Baru. Tujuan organisasi itu adalah untuk memecahkan permasalahan ekonomi dan sosial, yang dihadapi negara-negara anggota. Negara-negara yang menjadi anggota Forum Pasifik Selatan adalah Papua Nugini, Fiji, Samoa Barat, Kepulauan Cook, Tonga, Nauru, Kepulauan Solomon, Tavalu, Niue, Kiribati, Australia dan Selandia Baru. Di kalangan tertentu di ibu kota Papua Nugini, Port Moresbey, pernah tercetus gagasan terbentuknya Federasi Melanesia. Gagasan itu muncul pertama kali sekitar tahun 1950-an oleh kalangan tertentu di Australia. Waktu itu Papua Nugini (PNG) masih berada di bawah kekuasaan Australia. Demikian juga Irian Jaya (Papua) masih dikuasai Belanda. Pada tahun 1950-an, perjuangan RI untuk mengembalikan wilayah Irian Jaya ditentang keras oleh Belanda yang mendapat dukungan penuh dari pihak Australia. Negeri Kanguru ini berpendapat jika Irian Jaya jatuh ke tangan RI, maka hal itu akan memperlemah pertahanannya. Pada tahun-tahun itulah, di kalangan orang-orang Australia tertentu muncul gagasan untuk membentuk suatu federasi yang disebutnya Federasi Melanesia yang antara lain terdiri dari PNG, Irian Jaya (orang Irian dianggap sebagai kelompok Melanesia) dan beberapa negeri kepulauan di Pasifik Selatan yang penduduknya tergolong kelompok Melanesia seperti Kepulauan Solomon, New Caledonia, Vanuatu dan lain-lainnya. Gagasan Federasi Melanesia ambruk total, setelah Irian Jaya kembali ke wilayah Republik Indonesia sekitar tahun 1962. Gagasan Federasi Melanesia yang sudah ambruk itu, ternyata awal 1980-an muncul kembali ketika di New Hebrides (Vanuatu) diselenggarakan pertemuan yang membahas masalah dekolonisasi daerah-daerah jajahan di Pasifik Selatan. Ini akibat kasak-kusuk kelompok separatis di Indonesia timur. Dalam pertemuan yang membicarakan masalah dekolonisasi itu, diungkit-ungkit kembali gagasan Federasi Melanesia, bahkan dengan memasukkan Timor Timur, OPM dan RMS dalam federasi tersebut. Ketiga kelompok itu dinilai tergolong kelompok Melanesia. Nyatanya, kasak-kusuk yang memusuhi RI itu ternyata membawa pengaruh juga di Vanuatu. Dalam pemungutan suara di Forum PMM mengenai masalah Timor Timur, ternyata Vanuatu menentang penggabungan Timtim dalam wilayah RI. Sedang beberapa negara kepulauan seperti Solomon, Fiji, dan Samoa Barat memberikan suara abstain. Gerakan-gerakan semacam OPM, RMS ataupun konflik-konflik internal di Indonesia Timur perlu diwaspadai terlebih setelah keberhasilan Fretelin membentuk negara Timor Leste yang merdeka dalam naungan PBB akan merangsang kaum separatis Indonesia Timur untuk berbuat yang sama. Gerakan-gerakan tersebut bisa menggerogoti kedaulatan Indonesia dari timur karena lebih mudah menarik perhatian internasional. Negara-negara Pasifik Selatan yang tergabung dalam Forum Kepulauan Pasifik sewaktu mengadakan KTT tahun 2000 di Karibi, Vanuatu, negara-negara Pasifik Selatan mendukung proses menuju kemerdekaan Irian Jaya, yang di dalamnya juga termasuk Australia dan Selandia Baru. Sedangkan KTT Forum Pasifik Selatan di Aiwo, Nauru dalam waktu berikutnya, menolak kehadiran OPM. Sebagai negara yang berbatasan langsung dengan negara-negara Pasifik Selatan, maka pembentukan Forum Pasifik Baratdaya menjadi instrumen yang membangun ketertiban dan ketenteraman di lambung timur Indonesia. Kalau di lambung barat ada ASEAN maka di lambung timur perlu ada kerja sama Pasifik Baratdaya dengan kepentingan yang senada. Meskipun Forum Pasifik Baratdaya terbentuk, tetapi kegiatan-kegiatannya belum tampak. Karena itu, Indonesia dan negara-negara anggota lainnya perlu proaktif memberikan perhatian yang lebih konkret terhadap pencapaian tujuan kerja sama regional itu. Yang diharapkan, forum tersebut mampu mendatangkan perdamaian, stabilitas, dan kesejahteraan negara-negara anggotanya. *** Penulis dosen Universitas Sanata Dharma Yogyakarta [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Help save the life of a child. Support St. Jude Children's Research Hospital. http://us.click.yahoo.com/f4eSOB/lbOLAA/E2hLAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://groups.yahoo.com/group/ppiindia *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Reading only, http://dear.to/ppi 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/ ** Forum Nasional Indonesia PPI India Mailing List ** ** Untuk bergabung dg Milis Nasional kunjungi: ** Situs Milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ ** ** Beasiswa dalam negeri dan luar negeri S1 S2 S3 dan post-doctoral scholarship, kunjungi http://informasi-beasiswa.blogspot.com **

