** Forum Nasional Indonesia PPI India Mailing List **
** Untuk bergabung dg Milis Nasional kunjungi: 
** Situs Milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ **
** Beasiswa dalam negeri dan luar negeri S1 S2 S3 dan post-doctoral 
scholarship, kunjungi 
http://informasi-beasiswa.blogspot.com 
**http://www.suarakarya-online.com/news.html?id=131297

            FORMALIN
            Pedagang Resah, Ibu Rumah Tangga Bingung 


            Sabtu, 31 Desember 2005
            JAKARTA (Suara Karya): Perdagangan ikan asin, tahu, mi basah di 
daerah-daerah kini dilanda kelesuan. Setelah Badan Pengawas Obat dan Makanan 
(BPDM) penggunaan menemukan formalin sebagai bahan pengawet beberapa produk 
makanan, omzet penjualan ikan asin, tahu dan mi basah turun drastis. Kondisi 
ini membuat para pedagang resah dan para ibu rumah tangga bingung dalam memilih 
produk makanan. 

            "Penjualan turun, padahal barang saya tidak pakai formalin," kata 
Joko, pedagang ikan asin di Magelang, Jumat. 

            Para calon pembeli terkesan berhati-hati sebelum membeli ikan asin 
dan tak jarang menanyakan lebih dahulu apakah ikan asin itu menggunakan 
formalin. 

            Ia mengaku tidak ragu-ragu menjelaskan bahwa ikan asinnya tidak 
menggunakan formalin, buktinya ikan masih kenyal, sedangkan jika menggunakan 
formalin maka ikan menjadi kaku dan warna sisik mengilap. 

            Ikan asin yang menggunakan formalin dan dijual di pasar di pusat 
kota itu biasanya berasal Tuban, Jawa Timur. 

            Hal yang sama dialami para pedagang tahu di Bekasi, Jawa Barat. 
Omzet sejumlah pedagang tahu di pasar tradisional Pasar Baru, Pondokgede, 
Jatiasih dan Bantargebang, merosot, karena ibu rumah tangga enggan membeli 
seiring dengan mencuatnya isu penggunaan formalin untuk pengawet tahu. 

            "Sebelum ada isu formalin untuk bahan pengawet makanan termasuk 
tahu, pendapatan kotor bisa mencapai sekitar Rp 300.000, tetapi belakangan ini 
hanya Rp 100.000 per hari, itupun sulit," kata Suyanto (40), penjual tahu di 
Pasar Pondokgede. 

            Penjual tahu itu mengaku tidak mengetahui soal formalin, karena 
membeli dagangan dari orang lain, namun enggan menyebut nama pedagang yang 
dimaksud. "Bagaimana bisa pulang modal kalau isu penggunaan formalin untuk 
pengawet tahu terus berlanjut, bisa bangkrut saya ini," katanya. 

            Mardiah (45), pedagang tahu di Pasar Baru, Bekasi, asal Purwokerto, 
Jawa Tengah, ketika ditemui mengatakan, sebelum isu formalin merebak di 
masyarakat, dia mampu menjual dagangannya hingga mendapat pemasukan sekitar Rp 
250.000, tetapi sejak pekan lalu hanya berkisar antara Rp 100.000 - Rp 125.000 
per hari. 

            Kendati sudah berupaya meyakinkan kepada calon konsumen bahwa tahu 
yang dijual tidak menggunakan formalin, namun ibu rumah tangga sulit 
mempercayai bahkan memegang pun tidak mau. 

            "Saya sudah berusaha meyakinkan calon pembeli bahwa tahu ini tidak 
menggunakan bahan pengawet formalin, tapi tetap saja tidak mau dengan alasan 
takut mengganggu kesehatan," katanya. (Laurensius/Ant)  
     
     


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
DonorsChoose.org helps at-risk students succeed. Fund a student project today!
http://us.click.yahoo.com/t7dfYD/FpQLAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


** Forum Nasional Indonesia PPI India Mailing List **
** Untuk bergabung dg Milis Nasional kunjungi: 
** Situs Milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ **
** Beasiswa dalam negeri dan luar negeri S1 S2 S3 dan post-doctoral 
scholarship, kunjungi 
http://informasi-beasiswa.blogspot.com **

Kirim email ke