** Forum Nasional Indonesia PPI India Mailing List **
** Untuk bergabung dg Milis Nasional kunjungi: 
** Situs Milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ **
** Beasiswa dalam negeri dan luar negeri S1 S2 S3 dan post-doctoral 
scholarship, kunjungi 
http://informasi-beasiswa.blogspot.com **    Catatan Laluta:
   
  "...Pertanyaan apakah Soekarno terlibat atau mendalangi G30S, sebetulnya 
sudah dijawab Jenderal Soeharto, Maret 1967, dalam Sidang Istimewa Majelis 
Permusyawaratan Rakyat (Sementara)..." [Selanjutnya, silahkan baca karya 
ekspresi diri dari Tjipta Lesmana Pengajar Universitas Pelita Harapan berjudul 
"Sekali Lagi, Siapa Dalang G30S?"]  
   
  Kulampirkan pula mengenai protes keras dari keluarga Mantan Presiden I 
Soekarno terhadap pengarang buku Soekarno File karya ilmuwan Belanda, Prof 
Antonie C.A. Dake, yang dimuat  http://www.fajar.co.id/news.php?newsid=13070 
berjudul "Dalang G30S/PKI ?"

  La Luta Continua! 
   
  ***
   
  Sumber:
  http://www.mail-archive.com/[email protected]/msg02525.html

  Subject: [Baraya_Sunda] G30S; saha dalang na?
From: Rahman
Date: Fri, 02 Dec 2005 11:26:01 -0800

  Sekali Lagi, Siapa Dalang G30S?    
   
  Oleh Tjipta Lesmana    
   
  Sehubungan peringatan 40 tahun tragedi Gerakan 30 September, telah  terbit 
beberapa buku yang mencoba menguak kembali peristiwa berdarah  itu. 
   
  Buku-buku itu antara lain Saksi dan Pelaku GESTAPU, Siapa Dalang  G30S? 
   
  PKI/TNI?, dan Sukarno File.    Buku terakhir, aslinya, ditulis dalam bahasa 
Inggris oleh Prof Antonie  CA Dake, ilmuwan Amerika keturunan Belanda. Buku 
Dake seakan hendak  melawan arus kuat di negeri ini sejak Orde Baru tumbang. 
   
  Sejak  Soeharto lengser Mei 1998, telah beredar banyak buku tentang G30S;  
hampir semuanya termasuk sejumlah negara Barat, khususnya AS dengan  CIA-nya 
menuding Soeharto sebagai dalangnya.    
   
  Namun, menurut Prof CA Dake, Presiden Soekarno-lah yang menjadi  mastermind, 
bukan PKI, bukan pula Soeharto. Dake juga menepis tuduhan  banyak pihak bahwa 
Amerika berkonspirasi dengan jenderal-jenderal  kanan untuk menggulingkan 
kekuasaan Soekarno. Negara adidaya itu  dikatakan tidak terlibat. Bagaimana 
Washington terlibat jika menjelang  G30S pecah AS justru mengurangi jumlah staf 
kedutaannya di Jakarta.    
   
  Hingga kini tragedi G30S masih gelap meski sudah coba diungkap dalam  puluhan 
buku dan ratusan artikel ilmuwan, politisi, dan wartawan Barat. Tentang dalang, 
para penulis umumnya terpecah dalam empat  kelompok besar, masing-masing dengan 
argumentasinya sendiri.    
   
  Kelompok pertama meyakini, Partai Komunis Indonesia ada di belakang  G30S. 
Selama 30 tahun lebih, pemerintahan Soeharto menyosialisasikan  pendapat ini 
kepada bangsa Indonesia, termasuk melalui film G30S/PKI  yang ditayangkan di 
televisi tiap menjelang peringatan G30S.    
   
  Kelompok kedua meyakini, G30S adalah karya ulung Soeharto dengan  bantuan 
sejumlah negara Barat, khususnya Amerika dan Inggris.  Orang-orang PKI setelah 
mengecap kebebasan penuh pasca-Orde Baru dan  korban Soeharto lainnya paling 
keras menyuarakan pendapat ini. Di  kalangan Barat, tidak sedikit yang 
berpendapat sama, antara lain  Willem Oltman (almarhum), wartawan Belanda yang 
gigih menghantam rezim  Soeharto serta Prof Scott dari Amerika.    
   
  Kelompok ketiga meyakini, Presiden Soekarno adalah dalangnya. Paling  tidak, 
sejak awal Soekarno tahu tetapi membiarkannya karena sikapnya  yang tidak suka 
terhadap jenderal-jenderal kanan pimpinan AH Nasution.  Banyak perwira tinggi 
TNI mempercayai pandangan ini.    
   
  Kelompok keempat berpendapat, G30S sepenuhnya masalah internal  Angkatan 
Darat (AD), yaitu perpecahan antara para Jenderal kanan yang  borjuis dan para 
perwira revolusioner seperti Brigadir Jenderal  Soepardjo, Kolonel Latief, dan 
Letkol Untung. PKI hanya korban.  Soekarno menganut faham ini.    
   
  Versi mana yang mendekati kenyataan, masih diperlukan puluhan tahun  lagi. 
Kelemahan pokok semua analis, menurut saya, karena (a)  analisisnya tidak 
dilakukan secara komprehensif/kritis; dan/atau (b)  didorong motivasi dendam 
sehingga menghilangkan unsur obyektivitas.    
   
  Sudah dijawab Soeharto    
   
  Tulisan ini bertujuan mengkritisi pendapat ketiga, yakni Soekarno otak  G30S. 
   Pertanyaan apakah Soekarno terlibat atau mendalangi G30S, sebetulnya  sudah 
dijawab Jenderal Soeharto, Maret 1967, dalam Sidang Istimewa  Majelis 
Permusyawaratan Rakyat (Sementara). 
   
  Dalam pidato itu Soeharto  selaku pemegang Supersemar mengemukakan, Bung 
Karno tidak dapat  digolongkan sebagai penggerak langsung, dalang, atau tokoh 
G30S/PKI.    Kesimpulan itu didasarkan empat fakta. 
  Pertama, laporan mantan  Men/Pangau Laksamana Madya Omar Dani 29 September 
1965 mengenai adanya  rasa tidak puas sejumlah perwira muda anak buah Brigjen 
Soepardjo  terhadap pimpinan AD. Atas laporan itu, Presiden memerintahkan Omar  
Dani dan Soepardjo untuk menghadap lagi pada 3 Oktober 1965.    
   
  Kedua, laporan Brigjen Sugandhi kepada Presiden Soekarno pada 30  September 
1965 bahwa PKI mungkin akan melakukan coup. Atas laporan  itu, Presiden 
memarahi dan memperingatkan Sugandhi.    
   
  Ketiga, pada 30 September 1965 malam setelah mengunjungi Mubestek  
(Musyawarah Besar Teknik) di Istora Senayan, Presiden tidak bermalam  di 
Istana, tetapi di rumah Ny Sari Dewi di Jalan Gatot Subroto. Pagi  harinya, 1 
Oktober sekitar pukul 06.00, Presiden bermaksud kembali ke  Istana setelah 
minta pertimbangan dari pengawal dan mendapat laporan  singkat mengenai 
peristiwa pagi itu.    
   
  Keempat, pada 30 September 1965 Presiden memanggil Jenderal Yani untuk  
menghadap pada 1 Oktober 1965. Rencananya akan membahas lagi tentang  
keberadaan Dewan Jenderal.    
   
  Dake menulis (dalam Sukarno File), penciutan staf Kedubes AS di  Jakarta 
sebagai salah satu bukti ketidak terlibatan Washington. Itu  keliru. 
Pengurangan staf Kedubes AS sengaja dilakukan dengan tujuan  agar kekuatan 
antikomunis dan kaum ekstremis lain di Indonesia free to handle a 
confrontation, which they believe will come, without the  incubus of being 
attacked as defenders of the neo-colonialists and  imperialists (surat Dubes 
AS, Ellsworth Bunker kepada Presiden Lyndon  B Johnson).  Meski ada penciutan 
staf kedubes, Bunker menasihati  Presiden Johnson agar Washington tetap aktif 
melakukan kontak rahasia  dengan constructive elements of strength in 
Indonesia.    
   
  Lashmar dan Oliver dalam Britain Secret Propaganda War (1987) menulis,  pada 
1962 Presiden John F Kennedy dan PM Inggris Harold Macmillan  mengadakan 
kesepakatan rahasia bahwa Soekarno harus dilikuidasi (baca:  disingkirkan) 
karena dinilai telah mengancam stabilitas Asia Tenggara,  selain telah membawa 
Indonesia ke gerbang komunisme. Namun, menurut  Lashmar dan Oliver, secara 
fisik kedua negara Barat itu tidak berperan nyata dalam G30S. 
   
  Yang digulirkan AS dan Inggris, bersama Malaysia dan  Selandia Baru, adalah 
perang propaganda untuk memperlemah kekuasaan Soekarno, memperkuat 
anasir-anasir kekuatan militer pro-Barat dan memisahkan rakyat Indonesia dari 
PKI.
   
  Isu-isu Dewan Jenderal, rencana  AD menggulingkan kekuasaan Soekarno, 
sakitnya Presiden Soekarno serta Dokumen Gilchrist, semua itu, menurut Lashmar 
dan Oliver, tidak lebih  hasil gemilang propaganda dan perang urat saraf 
negara-negara Barat,  khususnya dinas intelijen M-16 dari Inggris.    
   
  Artikel singkat Prof Benedict R Anderson dan Ruth McVey, What Happened  in 
Indonesia? (1978), menarik dicermati. Ia pun menggugat sangkaan  keterlibatan 
Bung Karno. Semua orang tahu, Aidit Ketua Umum PKI amat  dekat dengan Soekarno. 
Semua orang tahu jika PKI meyakini AD akan  melancarkan kudeta, terutama karena 
mengkhawatirkan keadaan negara  jika Soekarno wafat.    
   
  Dari hasil Mahmilub atas diri Syam diketahui, sekitar pertengahan  Agustus 
1965 rapat pimpinan PKI menyimpulkan, PKI harus mendahulukan  rencana kudeta 
AD. Pertanyaannya, tulis Anderson dan McVey, mengapa  Aidit tidak mampu 
meyakinkan Soekarno bahwa kudeta AD pasti tak  terhindarkan? 
   
  Jika Soekarno terlibat G30S, mengapa ia tidak  menggunakan kekuasaan besarnya 
atau menggerakkan dukungan populer  rakyat Indonesia?    Hampir pasti, Soekarno 
tahu bakal ada aksi penculikan  jenderal-jenderal oleh para perwira 
revolusioner. 
   
  Tetapi, fakta ini  tidak bisa dijadikan bukti keterlibatan Soekarno, apalagi 
mendalangi  tragedi berdarah. Mengapa? Soekarno sebenarnya masih tidak yakin  
tentang keberadaan Dewan Revolusi yang dijadikan alasan utama PKI dan  
perwira-perwira revolusioner melancarkan semacam preemptive strike.    
   
  Peristiwa G30S masih diliputi misteri yang belum terungkap, mungkin  amat 
sulit diungkap sampai kapan pun. Maka, tidaklah bijak juga dalam  situasi penuh 
kabut diambil satu atau dua konklusi definitif.    
   
  Tjipta Lesmana, Pengajar Universitas Pelita Harapan   
   
   ***

  http://www.fajar.co.id/news.php?newsid=13070

   
  Dalang G30S/PKI ?
( 22 Nov 2005, 127 x , cetak, Komentar) 
    
Kontroversi di balik kudeta berdarah Gerakan 30 September 1965 ternyata belum 
juga pupus. Setidaknya, hal itu tergambar pada acara peluncuran buku Soekarno 
File karya ilmuwan Belanda, Prof Antonie C.A. Dake, di Wisma Kodel, Kuningan, 
Kamis. 
Setidaknya, protes keras itu berasal dari keluarga mantan persiden pertama 
Indonesia itu. Adalah Sukmawati Soekarnoputri dan Megawati Soekarnoputri yang 
tidak bisa menerima perlakukan ini.

"Ini sangat-sangat surprise. Tidak mungkin, Bung Karno sebagai mastermind-nya," 
protes Sukma. Selain bersuara cukup lantang, Sukma menyampaikan protes itu 
dengan berdiri.

Sukma memang ikut hadir dalam acara yang digelar di Restoran Enoki itu. Selain 
membawa pengarangnya, Prof Antonie C.A. Dake, acara tersebut dihadiri mantan 
Ketua DPR RI Ir Akbar Tandjung, Budiman Sudjatmiko, Fachri Ali, Soekamdani 
Gitosardjono, dan lain-lain.

Sumber protes itu ialah kesimpulan sang penulis bahwa yang memprakarsai "Kudeta 
Untung" 1 Oktober 1965 tersebut adalah mantan Presiden Soekarno sendiri. Dalam 
buku yang diterbitkan Aksara Karunia itu, Dake menulis bahwa Soekarno-lah orang 
yang mengadu domba AD dengan PKI serta antar pimpinan AD sendiri. "Penolakan 
pembentukan ’Angkatan Kelima’ oleh petinggi-petinggi AD membuat presiden 
pertama Indonesia ini berkeinginan menyingkirkannya," kata Dake.

Penulis yang lahir di Amsterdam, Belanda, itu menguraikan, Soekarno-lah orang 
yang minta pengawalnya, Letkol Untung, untuk mempersiapkan tindakan terhadap 
para jenderal tersebut. Dibantu seorang agen rahasia, Walujo dan Syam 
Kamaruzzaman, informasi itu sampai kepada pimpinan PKI.

D.N. Aidit sebagai pimpinan PKI mempergunakan kesempatan itu sebaik-baiknya 
dengan membentuk Dewan Rahasia PKI yang kemudian bekerja sama dengan anggota 
militer kelompok Untung. Mereka itulah yang kemudian merencanakan serta 
mempersiapkan kudeta sehingga terjadi peristiwa kelam 30 September.

Sukmawati yang dikonfirmasi seusai peluncuran buku itu mengakui, sejak awal dia 
sangat terkejut terhadap apa yang diuraikan dalam buku Soekarno File tersebut. 
"Banyak sumber, buku, dokumen, yang saya baca tentang peristiwa kudeta sebagai 
momen sejarah Indonesia yang terpahit. Tapi, Prof Antonie Dake justru 
memberikan cerita yang sumbernya tidak benar," tukasnya.

Putri Bung Karno itu menegaskan, ada beberapa cerita dalam buku tersebut yang 
sumbernya tidak benar. Terutama konteks peran Soekarno bersama Untung. Menurut 
dia, Bung Karno sama sekali tidak mengenal Untung. Bapaknya memang kenal dekat 
dengan komandan Cakrabirawa pada waktu itu. Tapi, Untung bukan komandan 
Cakrabirawa.

"Sebagai putri Bung Karno yang juga berkewajiban meluruskan sejarah itu, saya 
berkewajiban untuk menjelaskan ketidakbenaran apa yang dijelaskan di buku 
Profesor Antonie Dake ini," ucap Sukma.

Saat ditanya apa usaha yang akan dilakukan, Sukma menegaskan, untuk sekarang, 
dirinya hanya berargumentasi dan protes. "Tetapi secara ilmiah, saya juga 
mungkin sewaktu-waktu membuat sebuah buku mengenai konteks sejarah tersedih di 
Indonesia ini," ungkap ketua DPP PNI Marhaenisme itu.

Sukmawati mengaku kecewa bahwa seorang profesor ternama dari Belanda menulis 
buku 549 halaman yang memuat analisis yang tidak benar. "Jangan lupa, saya 
waktu itu sudah remaja sehingga menjadi saksi sejarah walaupun tidak langsung," 
ujarnya.

Buku Soekarno File yang memosisikan Bung Karno bukan sebagai korban, tetapi 
mastermind kudeta, kata Sukma, adalah sesuatu yang tidak logis. "Tidak mungkin 
seorang presiden yang berkuasa, kemudian mengudeta dirinya sendiri," tukas adik 
mantan Presiden Megawati itu.  Sumber : (silahuddin genda)


    






Information about KUDETA 65/ Coup d'etat '65, click: http://www.progind.net/   
http://geocities.com/lembaga_sastrapembebasan/ 






                
---------------------------------
Yahoo! for Good - Make a difference this year. 

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Clean water saves lives.  Help make water safe for our children.
http://us.click.yahoo.com/YNG3nB/VREMAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


** Forum Nasional Indonesia PPI India Mailing List **
** Untuk bergabung dg Milis Nasional kunjungi: 
** Situs Milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ **
** Beasiswa dalam negeri dan luar negeri S1 S2 S3 dan post-doctoral 
scholarship, kunjungi 
http://informasi-beasiswa.blogspot.com **

Kirim email ke