** Forum Nasional Indonesia PPI India Mailing List **
** Untuk bergabung dg Milis Nasional kunjungi: 
** Situs Milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ **
** Beasiswa dalam negeri dan luar negeri S1 S2 S3 dan post-doctoral 
scholarship, kunjungi 
http://informasi-beasiswa.blogspot.com **REFLEKSI: Siapa yang mau  menculik 
atau membunuh Presiden dan Wapres? Bukankah yang ditarget oleh teroris berTuhan 
adalah kaum "kafir"? Apakah yang dibilang ancaman ini suatu sendiwara baru 
proses militerisasi kekuasaan negara? Apakah tidak cukup dengan presiden yang 
adalah mantan jenderal? 

Kalau residens Wapres dijaga panser, maka tikus menengok gubuk rakyat :-))

+++++

SUARA INDONESIA BARU
31 Desember 2005

Rumah Wapres Kalla Dijaga Panser Selama 24 Jam



Jakarta (SIB) 

Beberapa hari terakhir, para anggota Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) 
bertambah sibuk. Maklumlah, mereka memperketat pengamanan Presiden Susilo 
Bambang Yudhoyono dan keluarganya. Jumlah personel pegawal kepala negara itu 
pun ditambah. Lihat saja penjagaan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta 
Pusat. Ada sekitar 400 personel Paspampres tersebar di sana. Pemeriksaan 
tamu-tamu yang masuk diperketat. Pemeriksaan itu berlangsung di dua pos dengan 
menggunakan pendeteksi logam. 

Pasukan Pengamanan Presiden terbagi dalam tiga grup. Grup A bertugas mengawal 
SBY--demikian Presiden Yudhoyono kerap disapa--bersama Ibu Ani Yudhoyono. 
Sedangkan Grup B menjaga Wakil Presiden Jusuf Kalla dan istri. Adapun Grup C 
mengawasi para tamu negara. Paspampres pun mengaktifkan petugas cadangan. 
Namun, pihak protokoler istana tidak menyebutkan jumlahnya. 

Langkah serupa diterapkan di kediaman dinas Jusuf Kalla di Jalan Diponegoro, 
Jakarta Pusat. Sebab, sejak 29 Desember hingga 1 Januari, Kalla tidak ada 
kegiatan resmi. Di sekitar rumah Kalla tampak panser dan kendaraan lapis baja 
berjaga selama 24 jam. 

Upaya pengamanan ketat semacam ini sebelumnya jarang dilaksanakan. Hal itu 
terjadi menyusul isu penculikan dan pembunuhan dari kelompok teroris yang 
diembuskan pertama kali oleh Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Syamsir 
Siregar, kemarin. Syamsir mengatakan, para pelaku teroris saat ini kemungkinan 
mengubah modus operasinya dengan tak lagi mengebom tempat-tempat keramaian 
seperti sebelumnya. Kini, mereka mengincar kepala negara dan pejabat tinggi. 

Perlindungan yang diberikan kepada Yudhoyono-Kalla juga melibatkan personel 
kepolisian setempat. Hanya, tugas mereka dikhususkan di sejumlah jalan raya dan 
lokasi kegiatan SBY-Kalla di luar istana. 

Kondisi ini bagi Hermawan Sulistyo, pengamat politik, memancing berbagai dugaan 
masyarakat dan kalangan lainnya. Ia memperkirakan, pernyataan tentang ancaman 
terorisme sengaja disemburkan ke permukaan untuk menutupi kasus lain yang 
sedang menjadi sorotan publik. "Ada pengalihan isu karena itu muncul pada 
periode yang sama ketika kasus Munir diputuskan di pengadilan," kata Hermawan. 

Hermawan pun menduga, setelah itu muncul isu-isu politik, ekonomi, dan sosial 
secara bergantian. "Jadi berganti-ganti cepat terus, sehingga secara umum tidak 
ada analisa politik untuk menekan pemerintah," tambah Hermawan. 

Berbeda dengan Juru Bicara Kepresidenan Andi Mallarangeng. Ia justru 
mengatakan, ancaman itu sangat serius. "Paspampres sebagai unit yang 
profesional yang bertugas mengamankan Presiden (SBY) dan Wakil Presiden (Kalla) 
dan keluarganya mempunyai langkah-langkah sesuai prosedur," kata Andi saat 
berdialog dengan Rieke Amru di Studio SCTV di Jakarta, Kamis (29/12) petang. 

Adapun menyoal pengurangan jadwal Presiden Yudhoyono menghadiri sejumlah 
tempat-tempat umum demi keselamatan SBY, sejauh ini tak terbukti kebenarannya. 
Presiden tetap menghadiri pemutaran perdana film Serambi di Studio 21 Plaza Ex, 
Jakarta Pusat, Rabu kemarin. Andi menjelaskan, maksud dari keterangannya itu 
yakni buat menunjukkan pada para teroris pemerintah siap menghadapi ancaman 
tersebut. "Pesannya adalah we are ready. Orang itu (teroris) kita harapkan 
berpikir seribu kali untuk mau melakukan tindakan-tindakan jahat," ujar Andi. 

Menurut Andi, pengamanan ketat ditempuh untuk memberikan pengertian kepada 
masyarakat bahwa ada perubahan-perubahan tertentu dalam kegiatan Presiden 
Yudhoyono. "Daripada rakyat bertanya-tanya seperti itu lebih baik dijelaskan," 
ujar alumnus Fakultas Ilmu Politik dan Sosial Universitas Gadjah Mada itu. 

Diancam Teroris, Pengamanan Presiden Ditingkatkan 

Pengamanan terhadap Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam beberapa hari 
terakhir ini semakin diperketat. Langkah itu sebagai tindak lanjut informasi 
Badan Intelijen Negara (BIN) dan polisi mengenai adanya ancaman dari kelompok 
teroris. Demikian disampaikan Juru Bicara Kepresidenan Andi Mallarangeng di 
Istana Merdeka, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, belum lama berselang. 

Menurut Andi, ancaman tak hanya ditujukan kepada Presiden SBY, tapi juga 
terhadap keluarga serta beberapa pejabat tinggi negara. "Kalau sebelumnya Pak 
Presiden berjabat tangan dan berfoto bersama masyarakat dalam setiap daerah 
yang dikunjungi. Untuk sekarang ini hal itu dikurangi," jelas Andi. 

Peningkatan pengamanan mulai tampak saat Presiden Yudhoyono berkunjung ke Banda 
Aceh, Nanggroe Aceh Darussalam menghadiri peringatan setahun Tsunami, dua hari 
silam. Ketika itu, pengamanan di dalam Masjid Baiturrahman sangat ketat. 

Sementara itu, Kepala BIN Syamsir Siregar juga mengakui adanya ancaman terhadap 
Presiden Yudhoyono dan petinggi negara lainnya. Terutama pada acara-acara Natal 
dan malam Tahun Baru. Namun, ia enggan menyebut pihak pengancam. "Persoalan 
penculikan itu, apakah dari Noordin M. Top atau pihak lain. Itu rahasia saya," 
ucap dia. 

Diperkirakan, daftar nama-nama pejabat tinggi negara serta orang-orang yang 
menjadi sasaran serangan teroris sudah diserahkan BIN kepada polisi. BIN 
sendiri telah meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan terjadinya 
aksi-aksi teror di Tanah Air, sejak November silam. 

Pengamanan terhadap Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan keluarga tidak hanya 
diperketat saat beraktifitas di luar kompleks Istana Kepresidenan. Pengetatan 
pengamanan juga berlaku di kediaman resmi di Istana Merdeka dan kediaman 
pribadi di Cikeas. 

Kian ketatnya pengamanan di lingkungan Istana mungkin tidak terlalu terasa. 
Tapi bila kita memperhatikan baik-baik, ada sedikit perubahan yang membuat 
perbedaan besar. Di beberapa titik yang sebelumnya cukup diawasi oleh petugas 
keamanan sekretariat kepresidenan, seperti tempat parkir kendaraan bermotor dan 
sejumlah pintu masuk sekeliling pagar Istana, kini dijaga lebih ketat. 

Memang pengamanan bukan dilakukan oleh pasukan anti teror bersenjata lengkap 
layaknya upacara kenegaraan peringatan HUT RI, tapi seorang anggota Paspampres 
berseragam sipil. Sementara anggota Paspampres di pos-pos yang sudah ada, juga 
memperketat pelaksanakan prosedur masing-masing. 

Di pos registrasi tamu (ruang kaca) misalnya, mereka akan lebih seksama 
memeriksa kartu identitas tamu. Termasuk kartu tanda pengenal pegawai 
Sekretariat Presiden dan wartawan yang nota bene setiap hari wira-wiri ke sana. 

Sebenarnya para anggota Paspampres ini sudah sangat hafal wajah-wajah wartawan 
di Istana yang memang dia lagi, dia lagi orangnya. Maka mereka tidak 
mempermasalahkan Press ID yang terpasang terbalik atau tidak lupa dikenakan 
oleh yang bersangkutan. 

Hal yang berlaku saat meliput kegiatan Presiden di luar Istana. Meski yang lain 
dilarang memasuki tempat acara karena bukan undangan resmi atau ruangannya 
sudah penuh sesak, kami tetap dapat prioritas masuk tanpa repot 
mengacung-acungkan Press ID resmi kepresidenan. 

Kemudahan ini karena Paspampres sudah akrab dengan wajah kami. Kami para 
wartawan, menyebut dengan istilah member face, ID face. 

Sekarang, agak berubah. Tanpa undangan resmi, jangan harap diijinkan memasuki 
ruangan acara. Seperti saat kami akan meliput Presiden SBY dalam acara 
peringatan Natal nasional 27 Desember lalu di gedung Jakarta Convention Centre 
dan pemutaran perdana film "Serambi" di Plasa Indonesia, sehari sesudahnya. 

Demikian pula bila ID Card kami tergantung terbalik sehingga yang terlihat 
bukan id card resmi istana kepresidenan. Kendati sudah hafal wajah, Paspampres 
akan menegur. "ID lu dibalik dong biar keliatan," tegur mereka sambil sedikit 
berbasa-basi. 

Ketat di Cikeas 

Makin ketatnya pengamanan Paspampres lebih terasa di kediaman pribadi keluarga 
SBY di Cikeas, Kab  Bogor. Meski tidak ada penambahan personil, tiga buah 
panser disiagakan di sana. 

Satu buah panser diparkir persis di depan rumah SBY, sedangkan dua lainnya 
masing-masing di gerbang masuk pintu depan dan belakang Kompleks Puri Cikeas 
Indah. Memang mobilitas kendaraan lapis baja itu menjadi kurang lincah di 
tempat yang tidak seberapa luas itu. Tapi itulah prosedur tetap (protap) 
pengamanan Kepala Negara. 

"Pas Bapak (SBY) lagi di Aceh (26/12/2005), kita naro panser di sini," kata 
seorang anggota Paspampres yang berjaga di Cikeas pada detikcom. 

Secara pribadi SBY sebenarnya kurang sreg dengan penjagaan yang sesangar itu 
karena akan membuatnya terkesan tidak membaur dengan masyarakat. Hal itu pernah 
ia sampaikan di minggu-minggu awal diumumkan sebagai Pasangan Presiden/Wapres 
terpilih dalam Pilpres 2004. 

Namun dengan adanya peringatan dari BIN tentang ancaman keselamatan, SBY tidak 
punya pilihan lain. Demi keamanan, ia diminta mengurangi kebiasaannya berjabat 
tangan di tengah kerumunan warga dan menurunkan kaca jendela untuk membalas 
lambaian tangan warga yang berbaris di pinggir jalan saat rombongannya 
melintas. 

Sampai kapan 'prosesi' simpatik itu dihentikan? "Sampai ada informasi 
intelijen, bahwa kondisi sudah kembali normal. Mohon masyarakat memakluminya," 
kata Jubir Kepresidenan Andi Mallarangeng. 

Kapolri Jadi Target Teroris, Pengamanan Diperketat 

Bukan hanya Presiden SBY dan Wapres JK, Kapolri Jenderal Pol Sutanto juga 
disebut-sebut sebagai salah satu target sasaran teroris. Acara jumpa pers akhir 
tahun yang bakal diumumkan Kapolri pun dijaga superketat. 

Laporan akhir tahun akan disampaikan Kapolri di Ruang Rupatama Mabes Polri, 
Jalan Trunojoyo, Jakarta, Jumat (30/12) pukul 15.00 WIB. 

Tas-tas wartawan yang akan meliput acara ini tak luput dari pemeriksaan. 
Tas-tas itu diperiksa, diberi nomor, dan dititipkan di luar ruangan. Biasanya 
dalam acara jumpa pers sebelumnya, wartawan diperbolehkan membawa tas mereka. 

Selain itu, tampak 20 personel polisi berjaga-jaga di dalam ruangan. "Saya 
mohon maaf karena saya pun kalau mau masuk ruangan itu harus mengalami 
pemeriksaan yang ketat," kata Kepala Bidang Penerangan Umum Mabes Polri Kombes 
Pol Bambang Kuncoko. 

Menurut Bambang, pengamanan ini dimaksudkan untuk menjaga keselamatan Kapolri. 
"Pengamanan ini termasuk informasi pihak terkait mengenai keselamatan Kapolri. 
Jadi kita lebih waspada," ujarnya. 

Seperti diberitakan, Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Firman Gani membeberkan bahwa 
Menko Polhukkam dan jajaran menteri di bawahnya berpotensi menjadi target 
penculikan. Pasalnya, pejabat tersebut yang selama ini memimpin pemberantasan 
korupsi, terorisme, premanisme, dan kejahatan-kejahatan serius lainnya. 
(AIS/Liputan 6/SCTV/detikcom/d)


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Give at-risk students the materials they need to succeed at DonorsChoose.org!
http://us.click.yahoo.com/SBefZD/LpQLAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


** Forum Nasional Indonesia PPI India Mailing List **
** Untuk bergabung dg Milis Nasional kunjungi: 
** Situs Milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ **
** Beasiswa dalam negeri dan luar negeri S1 S2 S3 dan post-doctoral 
scholarship, kunjungi 
http://informasi-beasiswa.blogspot.com **

Kirim email ke