** Forum Nasional Indonesia PPI India Mailing List **
** Untuk bergabung dg Milis Nasional kunjungi: 
** Situs Milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ **
** Beasiswa dalam negeri dan luar negeri S1 S2 S3 dan post-doctoral 
scholarship, kunjungi 
http://informasi-beasiswa.blogspot.com **Refleksi: Pelaku teroris lama? Apakah 
mereka kenalan lama Menko Polhukam Widodo A.S ? Sejak kapan dikenal? Dimana 
mula-mula mereka dikenal oleh Anda?


http://jawapos.com/index.php?act=detail_c&id=204677

Minggu, 01 Jan 2006,


Widodo: Pelaku Teroris Lama


INILAH kado akhir tahun yang tak indah bagi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. 
Ledakan di Palu kemarin menambah panjang peristiwa ledakan bom dan tindak 
kekerasan di wilayah Sulawesi Tengah.

Dari catatan Jawa Pos, dalam 2005 ini saja setidaknya sudah empat ledakan 
menggelegar di sana. Yang pertama, ledakan di belakang Gereja Bethany Palu pada 
1 Januari 2005. Kemudian pada 28 April, dua bom meledak di Kantor Pusat 
Rekonsiliasi Konflik dan Perdamaian Poso dan Kantor Lembaga Penguatan 
Masyarakat Sipil di Palu. Ketiga peristiwa tersebut tidak memakan korban jiwa.

Namun, ledakan yang lebih dahsyat terjadi pada 28 Mei di Pasar Tentena, sekitar 
4 kilometer dari Poso. Dalam peristiwa ini 21 orang tewas dan 53 terluka. 
Peristiwa ini masih ditambah dengan ledakan 28 Juni di Kantor PDIP Poso. Saat 
itu kantor tersebut menjadi sekretariat pasangan calon bupati dan wakil bupati 
yang diusung Partai Damai Sejahtera, yakni Pit Inkriwang dan Abdul Mutalif 
Rini. Beruntung tak ada korban jiwa. 

Pada tahun ini juga, kekerasan di Poso kembali mencuat. Misalnya, pembunuhan 
sadis yang menimpa tiga siswi SMA, yaitu Noviana Malewa, Alfita Poliwo, dan 
Theresia Morangki pada 29 Oktober lalu. Ini diikuti penembakan Ivon Natalia dan 
Siti Nuraini pada 8 November. 

"Situasi di Poso memang belum sepenuhnya tuntas. Ini bisa saja terkait 
kekerasan yang lalu-lalu. Tapi, untuk pastinya, kita tunggu hasil 
penyelidikan," kata Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Paulus Purwoko.

Mabes Polri meminggirkan kemungkinan adanya keterlibatan jaringan Noordin M. 
Top dalam peristiwa ini. "Kalau kelompok mereka kan sasarannya ada unsur 
internasionalnya. Ini tidak," sambungnya. 

Sementara itu, anggota Tim Pemantau DPR tentang Masalah Poso, Azlaini Agus, 
yakin bahwa pelaku peledakan adalah pemain lama dan lokal yang tetap 
menginginkan Poso tidak aman.

Namun, dia tidak bisa menyebutkan kelompok tersebut secara terbuka. 
"Ujung-ujungnya pasti untuk kepentingan politik lokal," kata Azlaini yang pada 
Kamis pekan lalu hadir dalam rapat tentang Poso di gedung DPR. Saat rapat itu 
hadir Ketua BIN Syamsir Siregar, Menko Polhukam Widodo A.S, Mendagri M. Ma'ruf, 
Kapolri Jenderal Pol Sutanto, Jaksa Agung Abdul Rahman Saleh, dan Kasum TNI 
Marsekal Madya TNI Wartoyo. 

Dalam rapat itu dipaparkan hasil kerja pemerintah dalam menangani Poso yang 
secara umum menunjukkan grafik positif, hingga akhirnya bom meledak kemarin.


Gugus Tugas

Tak mau kecolongan lagi di Sulawesi Tengah, pemerintah memberikan perhatian 
khusus terhadap masalah keamanan di Poso maupun Palu. "Saya kira ini tidak 
terlepas dari jaringan teroris yang selama ini bergerak di Indonesia," kata 
Menko Polhukam Widodo A.S. dalam jumpa pers di Istana Kepresidenan Cipanas 
kemarin.

Widodo menyesalkan terjadinya ledakan bom tersebut. Sebab, aparat keamanan 
terus meningkatkan kewaspadaan, namun tetap saja kebobolan. "Berarti, memang 
ada sesuatu di sana. Kita akan maksimal bersama Kapolri dan kepala BIN untuk 
mengungkap persitiwa ini," kata Widodo.

Menko menegaskan, sambil terus mengamankan seluruh Indonesia, Sulteng akan 
mendapat perhatian khusus yang diikuti langkah-langkah khusus pula.

"Ada kepentingan untuk meningkatkan kapasitas dan kemampuan aparat di daerah, 
dan dalam hal ini barangkali jika ada penguatan-penguatan yang dibutuhkan, kita 
akan lakukan," ujarnya.

Perhatian dan langkah khusus untuk Palu itu juga akan mencakup pembentukan 
gugus tugas khusus yang melakukan pengamanan secara berkelanjutan.

"Memang, harus ada satu task force yang secara khusus berlanjut dan bisa 
melakukan langkah-langkah, baik pada aspek intelijen, penindakan, dan 
sebagainya. Bukan saja saat terjadi peledakan bom seperti ini, tapi harus 
dilakukan secara berlanjut untuk dapat memulihkan keamanan dan rasa aman," 
katanya. (naz/jpnn)



[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Clean water saves lives.  Help make water safe for our children.
http://us.click.yahoo.com/YNG3nB/VREMAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


** Forum Nasional Indonesia PPI India Mailing List **
** Untuk bergabung dg Milis Nasional kunjungi: 
** Situs Milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ **
** Beasiswa dalam negeri dan luar negeri S1 S2 S3 dan post-doctoral 
scholarship, kunjungi 
http://informasi-beasiswa.blogspot.com **

Kirim email ke