** Forum Nasional Indonesia PPI India Mailing List **
** Untuk bergabung dg Milis Nasional kunjungi: 
** Situs Milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ **
** Beasiswa dalam negeri dan luar negeri S1 S2 S3 dan post-doctoral 
scholarship, kunjungi 
http://informasi-beasiswa.blogspot.com 
**http://www.suarapembaruan.com/News/2006/03/02/index.html

SUARA PEMBARUAN DAILY 

Kemerdekaan Berpendapat dan Tanggung Jawab Sosial
 

Andreas A Yewangoe 



BEBERAPA jauhkan kemerdekaan berpendapat dijamin oleh UUD? Haruskah kemerdekaan 
berpendapat yang salah satu wujudnya adalah kebebasan pers dibuka 
seluas-luasnya tanpa batas apa pun? Sebagaimana kita ketahui, di dalam 
negara-negara demokratis, kemerdekaan pers dan berpendapat adalah salah satu 
pilar penting dari tegaknya demokrasi itu sendiri. 

Sejarah memang memperlihatkan, bahwa negara-negara yang mengerangkeng kebebasan 
pers, pada akhirnya akan tiba pada otoritarisme yang pada gilirannya tidak 
membawa kemajuan apa pun. Pers, sebagai "kekuatan keempat" dalam sebuah negara 
demokrasi, menjamin terwujudnya dan tegaknya civil society, di mana sebuah 
masyarakat yang dewasa dijamin keberadaannya. Namun demikian, kemerdekaan 
berpendapat bukanlah segala-galanya. Kemerdekaan seperti itu mesti mempunyai 
batas-batas, yang dengan sendirinya tidak harus berarti diruntuhkannya pilar 
demokrasi. 

Dalam public issue, yang diterima dan disahkan oleh Sidang Raya World Council 
of Churches di Porto Alegre, Brasil, hal ini disoroti dengan sangat tajam. 
Menyiasati karikatur Nabi Muhammad, yang diterbitkan salah satu koran kecil di 
Denmark, tetapi yang dampaknya luar biasa di seluruh dunia, Sidang Raya itu 
menegaskan, bahwa penerbitan itu tidak dapat diterima. Bahkan penerbitan 
seperti itu telah menjadikan rumit dialog dan kerja sama antara orang-orang 
Kristen dan Muslim yang selama ini telah berjalan baik. Sidang Raya juga 
mensinyalir bahwa penerbitan karikatur itu telah menyebabkan kontroversi di 
mana-mana, hal yang mestinya tidak perlu terjadi. Maka Sidang Raya menolak 
dengan keras penerbitan karikatur tersebut yang telah melecehkan hal-hal yang 
disucikan di dalam agama-agama. Tetapi Sidang Raya juga menyesalkan terjadinya 
berbagai kekerasan sebagai akibat dari protes terhadap karikatur itu. 

Selanjutnya Sidang Raya menegaskan, bahwa kebebasan berpendapat adalah hak 
asasi manusia yang mendasar yang memang harus dijamin dan dilindungi. Ia adalah 
hak. Tapi pada saat yang sama, hak itu haruslah dipakai secara bertanggung 
jawab. Hak berpendapat itu akan baik apabila ia (hak itu) menjadikan 
struktur-struktur kekuasaan dapat dipercayai (accountable) dan menolak 
penyalahgunaan kekuasaan. Dengan penerbitan karikatur itu, demikian SR WCC, 
maka kemerdekaan berpendapat telah disalahgunakan dengan menyebabkan pihak dan 
orang lain sakit hati dan terhina. 

Kebebasan yang tanpa batas itu telah melecehkan nilai-nilai agama dan martabat 
manusia. Dengan melakukan hal ini, justru hak berpendapat didevaluasikan. 

Alkitab, demikian SR melanjutkan, justru telah mengingatkan kita: "Sebagai 
hamba-hamba Allah, hiduplah sebagai orang merdeka, tetapi janganlah kemerdekaan 
itu dipakai untuk melaku- kan kejahatan, melainkan hormatilah setiap orang " (I 
Pet 2:16-17). 

Agaknya, statement SR WCC ini cukup jelas memperlihatkan, bahwa tanggung jawab 
sosial untuk hidup di dalam sebuah masyarakat majemuk justru memperoleh 
penekanan yang mengesankan. Ini bukan saja karena adanya karikatur di Denmark 
itu, tetapi juga peringatan kepada siapa saja untuk menghormati segala sesuatu 
yang dihormati di dalam agama-agama dan kebudayaan. 


Terima SMS 

Sementara kami di Brasil, saya mendapat SMS dari Tanah Air yang mengingatkan 
bahwa telah terbit sebuah buku di Jakarta yang konon telah memutarbalikkan 
ayat-ayat Alkitab yang pada gilirannya tentu saja menyedihkan umat Kristen 
Indonesia. Tentu saja saya tidak menyerukan untuk mengorganisasi unjuk rasa, 
sebab bagaimana pun tulisan itu adalah tulisan satu orang saja. Tidak bisa kita 
menggeneralisasi bahwa semua orang yang seagama dengan penulis ikut bertanggung 
jawab. 

Tidak! Saya juga tidak meminta agar pemerintah melarang buku itu, agar tidak 
menjadi preseden bahwa setiap orang yang tidak senang dengan sebuah buku atau 
tulisan dengan mudah meminta tangan pemerintah menindaknya. Yang saya minta 
adalah agar kita menjadi makin dewasa di dalam menyikapi hidup, termasuk di 
dalam menghayati ajaran dan tuntutan agama-agama kita. Allah jauh lebih besar 
dari kata-kata dan kalimat-kalimat kita, sehingga apa pun yang kita katakan 
tentang Dia tidak mengubah apa pun kebesaranNya itu. 

Alhasil, kebebasan berpendapat memang dijamin. Tetapi tanggung jawab juga 
dituntut sehingga kita makin lama makin siuman dan dewasa di dalam masyarakat 
yang makin majemuk ini. Hanya dengan demikianlah keharmonisan hidup dapat 
dijamin. * 


Penulis adalah Ketua Umum Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia dan anggota 
Central Committee World Council of Churches 


Last modified: 2/3/06 

[Non-text portions of this message have been removed]



***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



** Forum Nasional Indonesia PPI India Mailing List **
** Untuk bergabung dg Milis Nasional kunjungi: 
** Situs Milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ **
** Beasiswa dalam negeri dan luar negeri S1 S2 S3 dan post-doctoral 
scholarship, kunjungi 
http://informasi-beasiswa.blogspot.com **

Kirim email ke