** Forum Nasional Indonesia PPI India Mailing List **
** Untuk bergabung dg Milis Nasional kunjungi: 
** Situs Milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ **
** Beasiswa dalam negeri dan luar negeri S1 S2 S3 dan post-doctoral 
scholarship, kunjungi 
http://informasi-beasiswa.blogspot.com 
**http://www.balipost.co.id/balipostcetak/2006/3/9/n3.htm


Pembahasan RUU APP Bisa Dihentikan 
Ketua DPR: Jangan Rugikan Kelompok Tertentu---


Jakarta (Bali Post) -
DPR bisa menghentikan pembahasan RUU AntipPornografi dan Pornoaksi (APP), 
kendati sudah dibahas panitia khusus (pansus). Pembatalan bisa dilakukan karena 
RUU APP merupakan usul inisiatif Dewan. ''RUU ini kan dulu hak inisiatif 
anggota DPR. Kalau daerah banyak yang menolak, DPR harus mendengarkannya,'' 
ujar Wakil Ketua DPR Soetardjo Soerjogoeritno, Rabu (8/3) kemarin. 

Politisi senior PDI Perjuangan ini mengatakan, pembatalan pembahasan RUU sangat 
relevan jika melihat kemajemukan budaya, agama dan adat-istiadat daerah-daerah 
yang ada. Karena itu, persatuan dan kesatuan sebaiknya lebih diutamakan dalam 
persoalan ini. ''Jadi kalau bisa, menurut saya, daripada menimbulkan 
kontradiksi lebih baik dibatalkan,'' tandasnya.

Dalam hal ini, Soetardjo meminta pemberlakuan UU APP tidak dipaksakan karena 
pertimbangan kebhinekaan masyarakat Indonesia tersebut. Sebab, kalau UU ini 
sudah diberlakukan, tidak ada pengecualian kepada daerah-daerah tertentu. Jika 
sudah berlaku, UU ini harus berlaku juga untuk semua daerah di seluruh wilayah 
republik ini. 

Ketua DPR Agung Laksono meminta RUU APP tidak merugikan kelompok masyarakat 
tertentu. Sebagai bangsa yang memiliki heterogenitas tinggi, DPR harus 
memperhatikan seluruh komponen masyarakat dan menghargai kemajemukan yang ada. 
''Ada berbagai suku, adat-istiadat, berbagai agama yang ada yang berbeda, baik 
Islam, Kristen, Kristen Protestan, Hindu dan Buddha,'' ujarnya.

Harus ada asas penyetaraan di republik ini. Itu harus dipertimbangkan. Jangan 
sampai sebuah undang-undang yang tujuannya ingin menyelamatkan warga Indonesia, 
justru merugikan masyarakat. ''Adat-istiadat harus kita lihat sebagai fakta,'' 
ingatnya. 

Untuk itu, Agung meminta RUU APP tidak memberangus apa yang telah menjadi 
budaya maupun adat-istiadat suatu daerah. Jangan sampai RUU APP menghilangkan 
apa yang telah menjadi budaya, adat-istiadat atau simbol ajaran agama. 
Misalnya, di sebagian wilayah seorang wanita yang tampak dadanya akan dianggap 
biasa, tetapi jangan karena UU ini lalu budaya di masyarakat tersebut 
dihilangkan. Begitu juga, simbol-simbol seksualitas organ tubuh yang ada di 
tempat ibadah maupun candi-candi. Kendati memahami adanya penolakan RUU APP, 
Agung menegaskan, pembahasan RUU tetap perlu dilanjutkan. ''Saya setuju tetap 
diteruskan agar ada acuan dalam bernegara. Kita tidak boleh larut dalam 
kegelisahan. Harus ada usaha mengubah pornografi dan pornoaksi. Caranya lewat 
UU,'' katanya.

Ia mengatakan, dari laporan yang diterimanya, bahwa persentase yang mendukung 
dan menolak 70 persen mendukung dan menolak 30 persen. Mereka menolak karena 
keberatan dengan substansi materi RUU dan meminta disempurnakan.   Untuk itu, 
sebelum diundangkan, sebaiknya RUU ini benar-benar memperhatikan, menampung dan 
menghargai adanya penolakan dari masyarakat.

Sementara itu, mantan Ketua MPR Amien Rais dan Ketua DPD Ginandjar Kartasasmita 
lebih berhati-hati dalam mengomentari persoalan ini. Dua tokoh tersebut lebih 
memilih menolak berkomentar karena belum mempelajari dan memahami secara jelas 
subtansi RUU APP yang dipersoalkan. ''Saya tidak menguasai, terus terang saya 
tidak mengikuti. Maaf,'' kata Amien sambil bergegas menemui Ketua DPD. (kmb4)


[Non-text portions of this message have been removed]



***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


** Forum Nasional Indonesia PPI India Mailing List **
** Untuk bergabung dg Milis Nasional kunjungi: 
** Situs Milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ **
** Beasiswa dalam negeri dan luar negeri S1 S2 S3 dan post-doctoral 
scholarship, kunjungi 
http://informasi-beasiswa.blogspot.com **

Kirim email ke