** Forum Nasional Indonesia PPI India Mailing List **
** Untuk bergabung dg Milis Nasional kunjungi: 
** Situs Milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ **
** Beasiswa dalam negeri dan luar negeri S1 S2 S3 dan post-doctoral 
scholarship, kunjungi 
http://informasi-beasiswa.blogspot.com **Saya kira mbah ada salah tangkap dalam 
membaca analisa2 yang ada 
dimilis atau yang dipublikasi. Yang mengurangi hak wanita itu bukan 
diambil dari SI zaman madinah, tapi dari ajaran sebelum Islam lahir 
atau entah dari mana, dimana wanita itu dianggap mahluk setengah 
jadi. SI zaman Madinah merupakan suatu contoh keberhasilan suatu 
syariah dalam mempersatukan umat, ras, agama yang berbeda. Jangan 
mempersempit semangat SI Madinah kepada hal2 yang sepele spt itu. 
Karena apa yang dikatakan mas Ikra adalah syariat wahabi, syariat 
taliban...

Sedang aturan pakaian itu, sama saja untuk laki dan perempuan. Dalam 
arti laki dan pere sama2 punya aturan dalam berpakaian. Tapi gak tau 
knapa, yang dipermasalahkan hanya pere saja oleh kebanyakan orang. 
Mungkin karena disadari atau tidak kita ini memang sudah mengamini 
bhw dunia ini adalah dunia maskulin. 

Soal apa yang terjadi di arab saudi, dilarang begini dilarang 
begitu..tentu mereka yang lebih kenal sikon di negara tersebut kan? 
makanya mereka mengeluarkan peraturan spt itu (yg menurut mereka 
cocok buat negara mrk). Kenapa kita (yang tak mengerti sikon di arab 
saudi) lalu ikut2 menilainya sebagai suatu pengurangan hak wanita?

Mengapa hak wanita cuma dibatasi dengan soal nyetir, berpakaian...??
Yang lebih hak bagi wanita adalah juga disopirin sama suami, diberi 
pakaian sama suami, diberi pendidikan pake uang suami, ngabisin duit 
suami...hue..he..he...uenakan?

wasalam,


--- In [email protected], "RM Danardono HADINOTO" 
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> 
> DH: Aneh sekali lho mas Ikra, walau setiap analisa, baik di milis 
> ini maupun dalam publikasi publikasi, menunjukkan, bahwa 
penterapan 
> SI yang meniru zaman Madinah, hanya akan membawa pengurangan hak 
hak 
> wanita, dimana wanita tidak lagi dapat menetukan nasib sendir dan 
> apa yang dipakai, ataupun lainnya, namun harus diiringi oleh sang 
> muhrim, dlsb.
> 
> Betapa banyak wanita Indoensia yang mengemudi mobil, bekerja dan 
> mencari nafkah dengan bebas, yang akan kehilangan semua hak ini. 
Di 
> Saudi, wanita tak diizinkan mengemudi, tak diizinkan ini dan itu.
> 
> Tetapi, banyak sekali justeru wanita yang mati matian 
> mengkumandangkan SI. Di milis ini saja ada beberapa.
> 
> Sekarang, wanita tak perlu memakai busana yang mereka anggap 
terlalu 
> sexy, kalau mereka tak nyaman, tetapi kelak, mereka tak akan 
> diizinkan, masabodoh mereka mau atau tidak. Juga yang bukan Muslim 
> harus berperilaku seolah Muslim.
> 
> Salam
> 
> danardono
>






***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



** Forum Nasional Indonesia PPI India Mailing List **
** Untuk bergabung dg Milis Nasional kunjungi: 
** Situs Milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ **
** Beasiswa dalam negeri dan luar negeri S1 S2 S3 dan post-doctoral 
scholarship, kunjungi 
http://informasi-beasiswa.blogspot.com **

Kirim email ke