** Forum Nasional Indonesia PPI India Mailing List ** ** Untuk bergabung dg Milis Nasional kunjungi: ** Situs Milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ ** ** Beasiswa dalam negeri dan luar negeri S1 S2 S3 dan post-doctoral scholarship, kunjungi http://informasi-beasiswa.blogspot.com **http://www.indopos.co.id/index.php?act=detail&id=6467
Sabtu, 11 Mar 2006, Panglima TNI Proses Sekretaris Sudi Silalahi JAKARTA - Nasib Sekretaris Seskab Sudi Silalahi Kolonel Aziz Ahmadi, yang tersandung kasus katebelece renovasi Kedubes RI di Korsel, ada di tangan Panglima TNI Marsekal Djoko Suyanto. Ini terjadi setelah surat pengembalian Aziz dari Seskab akhirnya sampai di meja Djoko. "Saya memang baru menerima surat pengembalian Kolonel Aziz Ahmadi kemarin. Nanti, saya proses sesuai dengan sinyalemen Seskab terkait dugaan pemalsuan surat tersebut," kata Djoko usai menjadi inspektur upacara sertijab Pangkohanudnas di Lanud Halim Perdana Kusuma, Jakarta, kemarin. Aziz resmi dikembalikan Sudi ke induknya (Mabes TNI) setelah hasil penyelidikan Bareskrim dalam kasus dugaan pemalsuan surat itu mengindikasikan dia sebagai tersangka. Surat pengembalian Aziz itu resmi dibuat pada Jumat, 3 Maret 2006. Menurut panglima TNI, internal Mabes TNI akan kembali menyelidiki kasus Aziz tersebut. Pihaknya juga sudah memerintahkan Puspom untuk turun langsung dan bekerja sama dengan Seskab. Hanya, sampai sejauh ini, Aziz belum datang ke mabes. Padahal, jelas perwira tinggi bintang empat ini, mestinya yang bersangkutan datang langsung ke mabes begitu surat pengembalian dari Seskab sampai ke mejanya. "Orangnya (Aziz) saja belum datang. Tunggu saja, jangan tergesa-gesa. Puspom akan bekerja sama dengan beberapa pihak terkait. Termasuk melihat hasil penyelidikan polisi," katanya. Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Mayjen Kohirin Suganda mengatakan, Mabes TNI belum mengambil sikap terkait pengembalian Aziz. Karena itu, meski Aziz sudah resmi dikembalikan ke mabes, dia belum diberi job. "Sprint (surat perintah, Red) pengembalian memang sudah dibuat, dalam hal ini sekretaris kabinet. Sprint itu sudah dikirim ke kita, tapi sampai saat ini masih kita pelajari. Seberapa jauh kasus yang dituduhkan ke Pak Aziz tersebut," ujar Kohirin. Selanjutnya, jelas Kohirin, mabes akan memproses surat tersebut. Terlebih bila pengembalian anggota TNI itu terkait kasus pelanggaran hukum. Misalnya, soal tuduhan melakukan tindak pidana. Mabes akan mempelajari seberapa jauh dugaan kasus pidana yang dilakukan anggota TNI tersebut. "Begitu pula kasus yang melibatkan Pak Aziz ini. Terlepas dari benar dan tidaknya tuduhan itu, kami tetap akan mempelajari terlebih dahulu. Jadi, kami tidak asal menerima pengembalian tersebut," ujar mantan Koordinator Staf Ahli Panglima TNI ini. Bareskrim Mabes Polri yang menyelidiki dugaan pemalsuan surat Sudi itu hingga kini belum menetapkan tersangka. Padahal, sedikitnya sudah ada 10 saksi yang dimintai keterangan. Meski hasil pemeriksaan sudah mengarah ke seseorang yang menurut Kapolri berinisial A, secara resmi polisi belum menetapkannya sebagai tersangka. Seperti diberitakan, surat Sudi yang dikirimkan ke Menlu Hassan Wirajuda pada 20 Januari dan 21 Februari 2005 dianggap sebagai katebelece. Sebab, isinya meminta Deplu agar memberikan kesempatan pada PT Sun Hoo Engineering dalam renovasi gedung Kedubes RI di Seoul, Korsel. Namun, Sudi dengan tegas membantah surat tersebut darinya. Dia menyebut, surat itu memiliki sembilan kejanggalan. Ujung-ujungnya, ada dugaan pemalsuan surat yang dilakukan Aziz Ahmadi. (sup [Non-text portions of this message have been removed] *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://groups.yahoo.com/group/ppiindia *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Reading only, http://dear.to/ppi 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/ ** Forum Nasional Indonesia PPI India Mailing List ** ** Untuk bergabung dg Milis Nasional kunjungi: ** Situs Milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ ** ** Beasiswa dalam negeri dan luar negeri S1 S2 S3 dan post-doctoral scholarship, kunjungi http://informasi-beasiswa.blogspot.com **

