** Forum Nasional Indonesia PPI India Mailing List ** ** Untuk bergabung dg Milis Nasional kunjungi: ** Situs Milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ ** ** Beasiswa dalam negeri dan luar negeri S1 S2 S3 dan post-doctoral scholarship, kunjungi http://informasi-beasiswa.blogspot.com **Mas, jumlah didalam gerakan revolusi tidak penting. [menurut saya MMI/FPI like it or not meskipun melakukan tindakan terror terhdp masyarakat harus kita kategorized dlm group ini] Gerakan Hitler nazi juga hanya mulai dgn beberapa ratus, Redguard juga mulai dgn beberapa sekolah diPeking yg diambil alih Changching Gerakan revolusi Perancis juga hanya dimulai oleh Robespierre c.s Didalam bidang politik biasanya kita memakai tehnik pemimpin yg mengeluarkan slogan2 dan jikalau slogan2 ini cocok pengikutnya akan menurut. Ini kalian dpt mengerti dari teknik yg dipakai Pres. Sukarno waktu jaman USDEK,UUD45 etc kira2 1950-an. Pres. Sukarno belajar dari system socialis incl. National sosialis. Ini teknik juga dipakai oleh redguard atau hitlerjugend. Dgn tehnik ini satu pelopor dapat menggerakkan ratusan sampai ribuan pengikut. Dan jikalau pelopor mulai membunuh massa juga turut membunuh. [Ini dpt kalian pelajari dari ilmu sociology dan psychology massa] MMI/FPI memakai teknik Hitler . Teknik ini memakai pemimpin2 yg fanatik yg dilindungi oleh pasukan2 "bodyguard" yg diindoktrinasi dan yg bersedia utk mengorbankan diri utk pemimpin mereka. Doktrin2 mereka biasanya berasal dari tulisan2 pemimpin mereka seperti Ghandi, Mao, Hitler atau Lenin etc. MMI/FPI mungkin mengambilnya dari ajaran Taliban yg membaca buku Al Qur'an secara onesided ditambah dgn ajaran Wahabi muslim. Disamping pasukan pelopor inti ini mereka membentuk massa mereka yg dapat mereka panaskan dgn slogan2 yg dpt diterima umum. Ump. berantas kaum liberal - berantas kaum business berantas cina berantas batak berantas gereja kristen berantas pornografy, etc. semua slogan yg dpt dimengerti massa yg kurang berpendidikan. --- [sounds familiar to you now ???] Pertanyaan yg mungkin mas akan berikan, apakah gerakan semacem ini dpt kita cegah. Kalau menurut saya tidak mungkin , sebab ini gerakan diciptakan oleh keadaan asosial dari masyarakat lingkungannya. Setiap pemuda antara 17 sampai 30 akan selalu bertentangan dgn masyarakat lingkungan mereka. Ini aged-group yg mudah diindoktrinasi dan yg selalu ditungangi oleh pemimpin2 yg fanatik and low educated-minded EU saja tidak dpt memberantas ini dan pengetahuan dan pengalaman mereka terhadap gerakan semacem ini cukup banyak [sounds familiar??] Untuk memberantas pikiran minority ini. pemerintah hanya dpt memberantasnya secara radikal kembali - dgn policy dan dgn kekerasan. Gerakan ini harus diberikan batas kebebasan gerakan mereka. Mereka harus diberikan informasi dgn jelas - sampai disini dan tidak boleh diliwati. Jikalau mereka mulai membunuh seperti diPoso - mereka harus dimusnahkan, jikalau mulai merusak dan membakar - harus dihukum. Mereka harus bebas mengeluarkan pendapat mereka - ini penting sebab hanya dgn ini pemerintah yg korrupt dpt diawasi. Like it or not this is the only way to wake-up the mass to change a corrupt environment. Gerakan MMI/FPI dapat dan harus dikontrol oleh masyarakat dan pemerintah .Gerakan ini tidak boleh menentang UUD yg berdasarkan pancasila [ini mereka sudah lakukan sekarang] Jikalau mereka tetap menentang UUD dasar - didalam negara yg berundang2 mereka dapat diklassifikasi sebagai terroris dan harus diisolasi dari massa - dan dapat kita hukum - sama dgn apa yg dilakukan oleh Suharto terhadap yg pro Sukarno atau pro sosialis dgn peraturan G30S. Mereka tidak harus diberikan kesempatan untuk menjadi extraparlemeter power atau hantu dari masyarakat umum dan menghukum rakyat jelata yg mencari nafkah. Cara mereka mencari nafkah memang kadang2 tidak hallal menurut agama2 masing2 - tetapi selama tidak ada alternatip lain jangan lah dipersulit. Harap pertanyaan mas dijawab dgn uraian saya. Andreas
Alvin Daniel <[EMAIL PROTECTED]> wrote: pak andre, coba secara garis besar dihitung2... lebih banyak mana anggota klub MMI+FPI+Komando jihad+HT - dibandingkan dengan musuh mereka, yaitu: kaum liberalis+moderat+kapitalis pemilik bisnis+non-islam radikal+ termasuk suku2 pedalaman)? kalau jawabannya sudah ketemu, silahkan dibikin kesimpulan sementara apa yg bakal terjadi... --- In [email protected], ANDREAS MIHARDJA <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > NKRI dikuasai kaum anarchis - Jikalau Majelis Mujahidin betul2 berani bertinfak ini betul2 memalukan utk bangsa. Sekelompok yg merupakan minoritas extra parlementer, sanggup mengambil negara hostage. No future for the country. Sayang mereka WNI kalau tidak mereka dpt dikirim kembali ke Afghanistan/Taliban. > > Bagaimana dgn kelompok FPI yg merusak US embassy apakah ditangkap atau hanya lipservice melulu dan kaum terroris masih LL dipingir jalan. Mereka hidup isolated didalam dreamworld mereka dan tidak mengerti kebesaran dunia. Mereka hidup sebagai ulat didalam buah bembem [mangga wangi] Mereka rupanya tidak kerja dan kepandaian mereka hanya memberikan karyawati2 kesulitan agar tidak dpt bekerja.[pelarangan 9:00pm] > > Negara China paling pintar kontrol mereka - Waktu redguard ngamuk2 mereka semua ditangkap dan kemudian dikirim ke Tibet atau ke Sinkiang dipadang pasir/rumput dan dipaksa utk hidup disana. Achirnya mereka menghilang dan negara dpt dibangun. Kaum MUI/FPI juga dapat dikirim ke Papua/Kalimantan dan suruh mereka membangun hutan disana. Nanti kalau mereka sudah mengerti betapa sulitnya bekerja baru negara dpt dibangun. Kalau mereka ingin merubah kaum "kafir" dari Papua/Dayak menjadi muslim juga mungkin. > > Pembangunan negara tidak akan terjadi jikalau didalam masyarakat ada unsur atau oknum2 yg tidak dapat diatur oleh pemerintah. Rakyat harus merasa selamat dan damai - baru rakyat dapat berinitiatip Didalam keadaan labiel rakyat hanya berpikir shorterm sebab setiap saat mereka dpt dirusak oleh peraturan2 aneh seperti jam malam utk wanita atau pakaian harus a'la arab. atau RUU pornografy. > > Jikalau negara merundingkan RUU ini - betul2 waste of energy. Diseluruh dunia persoalan kepandaian bekerja yg tertua didunia tidak akan dan tidak dapat dikontrol. Jikalau ini UU dijalankan diIndonesia, pornography tetap akan ada , dan bedanya dgn keadaan sebelumnya, kaum corruptor akan mendapat penghasilan baru. > > Andre > > > reporter jalanan <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > <[EMAIL PROTECTED]> > > MAJELIS MUJAHIDIN > DEPARTEMEN DATA DAN INFORMASI > Jalan Jatinegara Timur III no.26 Jaktim-13350 Tlp/Fax: 021-8517718 > > Nomor : 01/03/MM-DATIN/06 > Lamp. : - > Perihal : SOMASI > > Kepada: > 1. Gubernur Propinsi Bali > 2. Pimpinan DPRD TK I Bali Di Tempat > > Setelah memperhatikan pernyataan Gubernur Bali I Made Dewabrata, pimpinan DPRD Tk I Bali, dan sejumlah tokoh masyarakat Bali dalam menanggapi rencana pengesahan RUU APP, maka kami ajukan SOMASI dengan alasan sebagai berikut: > > 1. Logika pariwisata sebagai tulang punggung perekonomian Bali untuk menolak RUU APP adalah mengada-ada, karena masyarakat Bali sebelum ini hidup tanpa pariwisata. Justru dengan mengundang wisatawan asing, kemaksiatan merajalela, prostitusi tumbuh subur, narkoba bersimaharajalela, sehingga rakyat Bali menjadi budak di negerinya sendiri. > > 2. Logika budaya untuk menolak RUU APP sama sekali tidak berdasarkan fakta sosiologis dan filosofis, mengingat pakaian adat Bali relatif menutup aurat (tidak telanjang). Bahkan patung-patung di sana pun diberi kain penutup. > > 3. Ancaman Gubernur dan masyarakat Bali untuk memisahkan diri dari NKRI merupakan bentuk tirani minoritas dan arogansi yang bernuansa SARA serta ancaman perang terhadap kedaulatan NKRI, di samping melecehkan penduduk mayoritas muslim. > > Mencermati pernyataan tersebut maka: > 1. Kami mendesak Pemerintah cq TNI untuk segera bertindak tegas terhadap anasir disintegrasi yang nampak jelas dengan memanfaatkan momentum penolakan terhadap RUU APP. > > 2. Jika pemerintah SBY-JK membiarkan ancaman Gubernur Bali tersebut berarti pemerintah secara langsung maupun tidak, telah merestui separatisme di wilayah hukum NKRI, sehingga pemerintahannya merupakan pemerintahan subversif, anti NKRI, dan menyulut konflik SARA. > > 3. Jika TNI tidak sanggup menanggulangi dan menghentikan sikap arogansi dan anasir separatisme tersebut, maka Majelis Mujahidin bersama institusi Islam lainnya siap untuk menyelesaikannya. > > Ya Allah, saksikanlah, kami telah menyampaikan, Allahu Akbar! > > Jakarta, 12 Maret 2006 > > Drs. Fauzan Al-Anshari, MM > Ketua (HP.0811-100138) > > > > Reja Pahlawan Kusuma Bangsa > > E-mail: [EMAIL PROTECTED] > Weblog: http://indonebia.blogspot.com > > --------------------------------- > Apakah Anda Yahoo!? > Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru! > > [Non-text portions of this message have been removed] > > > > ********************************************************************** ***** > Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://groups.yahoo.com/group/ppiindia > ********************************************************************** ***** > __________________________________________________ ________________________ > Mohon Perhatian: > > 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) > 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. > 3. Reading only, http://dear.to/ppi > 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] > 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] > 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] > > > > > SPONSORED LINKS > Cultural diversity Indonesian languages Indonesian language learn Indonesian language course > > --------------------------------- > YAHOO! GROUPS LINKS > > > Visit your group "ppiindia" on the web. > > To unsubscribe from this group, send an email to: > [EMAIL PROTECTED] > > Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service. > > > --------------------------------- > > > > > > [Non-text portions of this message have been removed] > *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://groups.yahoo.com/group/ppiindia *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Reading only, http://dear.to/ppi 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] SPONSORED LINKS Cultural diversity Indonesian languages Indonesian language learn Indonesian language course --------------------------------- YAHOO! GROUPS LINKS Visit your group "ppiindia" on the web. To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service. --------------------------------- [Non-text portions of this message have been removed] *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://groups.yahoo.com/group/ppiindia *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Reading only, http://dear.to/ppi 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/ ** Forum Nasional Indonesia PPI India Mailing List ** ** Untuk bergabung dg Milis Nasional kunjungi: ** Situs Milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ ** ** Beasiswa dalam negeri dan luar negeri S1 S2 S3 dan post-doctoral scholarship, kunjungi http://informasi-beasiswa.blogspot.com **

