** Forum Nasional Indonesia PPI India Mailing List **
** Untuk bergabung dg Milis Nasional kunjungi: 
** Situs Milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ **
** Beasiswa dalam negeri dan luar negeri S1 S2 S3 dan post-doctoral 
scholarship, kunjungi 
http://informasi-beasiswa.blogspot.com **RIAU POS



      Sawit Biodiesel 

          
      Selasa, 14 Maret 2006  
      Bentuk kepanikan pemerintah dalam menangani krisis energi secara nasional 
adalah dikeluarkannya kebijakan pemerintah dalam pengembangan bahan bakar 
nabati (BBN) yang dituangkan dalam Peraturan Pemerintah No 5/2006 pada 25 
Januari 2006 dan intruksi presiden No 1/2006 tentang kebijakan dalam energi 
nasional dan penyediaan bahan bakar nabati sebagai bahan bakar. 

      Ironis sekali memang karena Indonesia merupakan salah satu negara 
penghasil minyak bumi terbesar namun demikian sampai saat ini kita masih 
mengimpor BBM, minyak bumi yang disedot dari bumi sebagian besar diekspor dalam 
bentuk minyak mentah. Sudah terlambat untuk memikirkan pembangunan kilang 
minyak BBM di Indonesia karena diperkirakan 10-15 tahun kedepan minyak bumi 
akan habis jadi tidak visible kalau baru menjelang habis minyak bumi baru 
mendirikan kilang minyak bumi.

      Hal yang sama untuk CPO, hampir 90 persen CPO kita diekspor ke luar 
negeri. Dari perhitungan impor BBM per hari diketahui untuk memenuhi kebutuhan 
BBM dalam negeri pemerintah mengimpor 300.000 barel per hari yang artinya 
pemerintah harus mengeluarkan dana sebesar 200 miliar per hari untuk mengimpor 
BBM.

      Ketergantungan masyarakat terhadap BBM memang sangat tinggi hal ini 
disebabkan mudah dan murahnya untuk mendapatkan BBM, sehingga perubahan harga 
minyak mentah di luar negeri akan secara langsung mengganggu perekonomian 
secara nasional (efek domino). Polemik ini harus segera dirumuskan pemecahannya 
sehingga ketergantungan terhadap BBM dapat diminalisir.

      BBN identik dengan biodisel, diketahui bahwa biodisel adalah bahan bakar 
cair yang digunakan untuk mesin diesel dan terbuat dari minyak nabati. 
Pemanfaatan biodisel baik sebagai campuran solar maupun murni biodisel sama 
sekali tidak mengubah struktur mesin ataupun stasiun pengisian bahan bakar 
(SPBU), namun demikian produsen mesin diesel hanya merekomendasikan campuran 
biodisel-solar antara 20-50 persen biodisel. Pemanfaatan biodisel mempunyai 
beberapa keunggulan antara lain bahwa biodisel merupakan bahan bakar yang 
bersifat renewable (terbaharui), dapat diproduksi secara lokal, ramah 
lingkungan, melindungi mesin, efisien dalam proses pembakaran, aman dan tidak 
beracun. Di Eropa, biodisel bukan merupakan barang baru karena sebahagian besar 
industri telah menggunakan BBN biodisel, uniknya lagi bagi setiap industri yang 
menggunakan biodisel sebagai bahan bakar, pemerintah akan melakukan pemotongan 
pajak (discount) atau bebas sama sekali. 

      Dari bebererapa bahan baku biodisel seperti kelapa sawit, kedelai, 
kelapa, bunga matahari, jarak pagar dan tebu, yang paling siap dan prospek 
digunakan sebagai bahan baku biodisel adalah kelapa sawit. Mengapa demikian? 
Dari berbagai hasil penelitian dan survei potensi SDA nampaknya kelapa sawit 
tidak terkalahkan sumber bahan baku lainnya. Ketersediaan tanaman kelapa sawit, 
kultur teknis, distribusi luas perkebunan yang hampir mencakup seluruh wilayah 
Indonesia, teknologi yang sudah mapan, dan kesiapan pelaku usaha tani dalam 
mendukung paradigma hemat energi dengan biodisel. 

      Kecemasan dunia akan minyak kelapa sawit (CPO) sempat diisukan oleh 
negara-negara penghasil minyak kedelai dan bunga matahari, kecemasan tersebut 
sengaja dihembuskan untuk membangun opini dunia bahwa minyak kelapa sawit akan 
menyebabkan penyakit kanker dan penyakit lainnya jika dikonsumsi oleh manusia, 
jelas isu tersebut tidak berdasar apalagi dari hasil kongres kelapa sawit 
internasional di Malaysia tahun 2005 yang lalu telah digugurkan kecemasan 
tersebut melaui hasil penelitian secara seksama para peneliti di USA dan 
ternyata isu negatif CPO tersebut lebih dominan berbau politik dagang. 

      Namun demikian isu lingkungan yang dilontarkan para NGO terutama isu 
baikot CPO Indonesia merupakan momok yang paling menakutkan bagi Indonesia. 
Boikot CPO Indonesia sudah berulangkali dilontarkan tapi sampai saat ini biang 
dari boikot CPO tersebut belum dapat diatasi, apakah itu? Asap. Asap merupakan 
problem yang sukar untuk diatasi, apabila boikot CPO Indonesia benar-benar 
terjadi bukan hanya sekelompok orang yang rugi tetapi semua anak bangsa, oleh 
karena itu asap merupakan tanggungjawab kita bersama.

      Tanaman jarak, kedelai, bunga matahari, tebu memang cukup potensi untuk 
dikembangkan sebagai bahan baku biodisel namun harus disadari bahwa semua jenis 
tanaman ini secara nasional masih di impor untuk memenuhi kebutuhan dalam 
negeri. Seperti misalnya kedelai, sampai saat ini Indonesia masih pelanggan 
setia bagi Negara eksportir kedelai. Demikian juga jarak pagar, bahwa sampai 
saat ini belum ditemukan secara paket teknologi budidaya jarak tanam, seperti 
ketersediaan bahan tanaman yang unggul, sempitnya range toleransi tanaman jarak 
pagar dan teknologi prosesing masih skala riset. Belum lagi tebu, sampai sat 
ini Indonesia masih disibukkan dengan ketersediaan gula di tengah masyarakat. 
Dengan demikian dapat dikatakan bahwa kelapa sawit merupakan bahan baku yang 
paling siap dalam industri biodisel.

      Sampai dengan tahun 2005 Indonesia memiliki luas perkebunan kelapa sawit 
5,5 juta hektare (30,9 persen di Riau). Produksi CPO mencapai 13,6 juta ton per 
tahun dengan produktivitas 3,48 ton CPO per hektare per tahun. Dengan produksi 
CPO ini Indonesia harusnya menjadi raja di sektor industri biodisel. Mengapa 
demikian? Dari data konsumsi solar di Indonesia tahun 2005 diketahui bahwa 
rata-rata konsumsi solar per tahun adalah mencapai 70.000 kilo liter per hari 
atau setara dengan 26 juta kilo liter per tahun. Jika diketahui 1 hektare kebun 
sawit per tahun (124 ton TBS)  mampu menghasilkan biodisel sebanyak 3,9 kilo 
liter per tahun, maka dari total kebun sawit di Indonesia (5,5 juta hektare) 
akan dihasilkan biodisel sebanyak 21,45 juta kilo liter per tahun (82,5  persen 
dari kebutuhan solar nasional) namun hal ini tidak mungkin karena kelapa sawit 
mempunyai produk olahan yang cukup beragam. Dari segi harga diketahui harga BBN 
biodisel kelapa sawit masih lebih tinggi, yaitu R
 p6.000 per liter (harga CPO per liter Rp3.500) sedangkan solar dipasaran (non 
industri) mencapai Rp4.300 per liter dan industri Rp5.750. Namun demikian harga 
solar dipastikan akan naik sampai mencapai harga standard internasional. Jika 
dihitung mana yang lebih untung menjual CPO atau mengolah CPO menjadi biodisel 
ternyata jauh lebih untung industri biodisel. Peluang dalam industri biodisel 
jangan sampai tersia-siakan seperti industri kilang BBM, dimana Indonesia hanya 
bisa mengeksport minyak mentah dan mengimpor kembali dalam bentuk BBM. Sebagai 
pembanding, Malaysia saat ini telah membangun pabrik biodisel yang merupakan 
Asia First Biodiesel Plant berkapasitas 500 ton per tahun.

      Dari peluang dan potensi biodisel berbahan baku kelapa sawit tersebut 
dapat dikatakan bahwa usaha perkebunan kelapa sawit sangat menjanjikan terutama 
dalam mengangkat keterpurukan perekonomian secara nasional, khususnya 
masyarakat petani kelapa sawit yang menggantungkan hidupnya dari hasil panen 
TBS, yang pasti harga TBS akan meningkat secara signifikan dengan industri 
biodisel berbahan baku kelapa sawit. ***


      Gulat ME Manurung MP, Kepala Kebun Faperta Unri. e-mail: [EMAIL PROTECTED]
        


[Non-text portions of this message have been removed]



***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


** Forum Nasional Indonesia PPI India Mailing List **
** Untuk bergabung dg Milis Nasional kunjungi: 
** Situs Milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ **
** Beasiswa dalam negeri dan luar negeri S1 S2 S3 dan post-doctoral 
scholarship, kunjungi 
http://informasi-beasiswa.blogspot.com **

Kirim email ke