** Forum Nasional Indonesia PPI India Mailing List **
** Untuk bergabung dg Milis Nasional kunjungi: 
** Situs Milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ **
** Beasiswa dalam negeri dan luar negeri S1 S2 S3 dan post-doctoral 
scholarship, kunjungi 
http://informasi-beasiswa.blogspot.com 
**http://www.indopos.co.id/index.php?act=detail&id=6489

Rabu, 15 Mar 2006,



Diserang Massa, Sheraton Mimika Tutup 


TIMIKA - Selagi Menteri Luar Negeri AS Condoleezza Rice melakukan serangkaian 
kunjungan di Jakarta, situasi di sekitar pertambangan Freeport Tembagapura, 
Papua, memanas lagi. Sekelompok orang yang semula menutup jalan menuju 
pertambangan Freeport mengamuk. Mereka menyerang Hotel Sheraton yang berada tak 
jauh dari Jalan Mile 28, Timika. 

Massa memblokade jalan di Mile 28 sejak 27 Februari lalu. Sekelompok orang 
terus menjaga blokade dengan ban-ban bekas. Kemarin ada pengendara mobil yang 
membuka blokade. Itulah yang menimbulkan kemarahan besar.

Sekitar 50 orang bersenjata panah dan ketapel menyerang Hotel Sheraton. Di 
tempat parkir mereka melempari mobil-mobil milik tamu, hotel, dan Freeport. 
Tercatat 26 unit mobil yang rusak, termasuk empat bus. Satu di antaranya Land 
Cruiser DS 1316 AX terbakar hingga tinggal rangka. 

Peristiwa anarkis tersebut terjadi pukul 16.00 WIT. Saat itu, ada pengendara 
mobil dari arah Kwamki Lama hendak ke Timika. Karena jalan diblokade, sopir 
turun dan menyingkirkan penghalang. Terjadilah adu mulut. 

Masalah berlanjut ke Hotel Sheraton. Massa berlari sambil berteriak-teriak dan 
mengacung-acungkan senjata. Mereka memecahi kaca mobil menggunakan batu-batu 
besar. Kaca-kaca hotel dan beberapa fasilitas tak luput dari sasaran. Lobi 
hotel, pos sekuriti, dan ruang personalia berantakan.

Polisi yang semula berjaga-jaga di Check Point Mile 28 tidak bisa berbuat 
banyak. Namun, tamu-tamu yang sebagian karyawan Freeport langsung diungsikan 
dengan truk polisi Polres Mimika. Anggota Majelis Rakyat Papua (MRP) yang juga 
berada di sana dievakuasi ke Biak menggunakan pesawat Airfast milik PT 
Freeport. 

Tadi malam, hotel sudah kosong. Yang ada tinggal polisi dan satpam hotel. 
Pecahan kaca masih berserakan di mana-mana. Meski semua lampu menyala, keadaan 
sangat sunyi.

Sekitar pukul 21.00 WIT, para perwira Polres Mimika, brimob, dan kodim bertemu 
di ruang Tembaga, Hotel Sheraton. Usai pertemuan sekitar pukul 23.00 WIT, 
Kapolres buru-buru meninggalkan hotel.

Sebelum aksi tersebut, warga juga menutup jalan ke arah Kwamki Lama dan jalan 
ke Bandara Moses Kilangin sekaligus ke Hotel Sheraton. Kendaraan dari arah 
Timika tidak bisa masuk ke lokasi tersebut. Warga menuntut penutupan Freeport 
dan bertemu dengan Presiden Komisaris PT Freeport McMoran James B. Moffet.

Penutupan jalan itu membuat kunjungan tim Majelis Rakyat Papua (MRP) dan Dewan 
Perwakilan Rakyat Papua (DPRP) ke Tembagapura batal. Mereka hanya bisa 
berkumpul di Hotel Sheraton. Padahal, kunjungan itu untuk mengumpulkan 
informasi mengenai permasalahan Freeport, termasuk tuntutan warga yang akan 
dibawa ke sidang MRP. 

Sejak pagi, perwakilan MRP seperti Alpius Murib (anggota MRP perwakilan 
Kabupaten Puncak Jaya) dan Serinda Pagawak (perwakilan Kabupaten Tolikara) 
terus berdialog dengan warga. Bahkan, mereka menggunakan bahasa daerah. Namun, 
massa tak luluh.

Serinda sempat berkomunikasi dengan perwakilan massa Jefri Pagawak dan Samuel 
Tabuni di Check Point Mile 28. Namun, permintaan Serinda agar massa membuka 
palang tetap ditolak. "Bagaimana kami memberikan rekomendasi tanpa melihat 
fakta di lapangan," kata Serinda yang diamini Alpius.

Sekitar pukul 08.30 WIT, August Kafiar mewakili Freeport sempat menemui massa. 
Saat itu, wakil massa Samuel Tabuni menyampaikan tuntutan menggunakan pengeras 
suara. "Freport tutup," kata Samuel. 

"Terlalu rendah saya memutuskan hal itu. Sebab, saya hanya satu bagian dari 
perusahaan. Keputusan ada di manajemen atas," kata August.

Staf Corporate Communications PT Freeport Adrid Indaryanto mengatakan, pihaknya 
sudah menyerahkan kepada MRP dan DPRP. "Tuntutan massa sekarang ini adalah 
urusan MRP dan DPRP," ujarnya. (sas/vis/mno) 



[Non-text portions of this message have been removed]



***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



** Forum Nasional Indonesia PPI India Mailing List **
** Untuk bergabung dg Milis Nasional kunjungi: 
** Situs Milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ **
** Beasiswa dalam negeri dan luar negeri S1 S2 S3 dan post-doctoral 
scholarship, kunjungi 
http://informasi-beasiswa.blogspot.com **

Kirim email ke