** Forum Nasional Indonesia PPI India Mailing List **
** Untuk bergabung dg Milis Nasional kunjungi: 
** Situs Milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ **
** Beasiswa dalam negeri dan luar negeri S1 S2 S3 dan post-doctoral 
scholarship, kunjungi 
http://informasi-beasiswa.blogspot.com 
**http://www.indopos.co.id/index.php?act=detail_c&id=216207

Rabu, 15 Mar 2006,


Politik Humor Gus Dur 
Oleh 
Moh. Mahfud M.D. 


Seorang pejabat tinggi, sebut saja si Fulan, merasa deg-degan dicap sebagai 
koruptor oleh Gus Dur. Sebab, Gus Dur mengatakan bahwa perbuatan tertentu yang 
dilakukan si Fulan tak bisa lain kecuali diartikan korupsi. "Dibolak-balik 
bagaimanapun, itu adalah korupsi. Titik," kata Gus Dur.

Mungkin atas permintaan si Fulan atau diimbau orang lain, salah seorang yang 
dekat dengan Gus Dur meminta agar Gus Dur tak lagi menyerang si Fulan, apalagi 
dengan tuduhan korupsi. Si Fulan dalam kasus itu sama sekali tak melakukan 
korupsi, melainkan sekadar meneruskan secara resmi sebuah permohonan. Apalagi, 
ada yang memalsukan susbtansi persoalannya. Gus Dur pun setuju untuk tak lagi 
mengatakan si Fulan korupsi 

Tetapi besoknya, Gus Dur bilang si Fulan itu tergolong teroris karena ikut 
mendalangi beberapa kerusuhan. Ketika ditanya mengapa masih menyerang si Fulan, 
padahal sudah menyatakan tak akan menyerangnya lagi, Gus Dur pun menjawab bahwa 
dirinya sudah memenuhi janji untuk tidak lagi mengatakan si Fulan korupsi. 
"Saya tadi kan tak bilang dia korupsi, saya hanya bilang teroris," jawabnya 
enteng.

***

Cerita tersebut menunjukkan kelihaian Gus Dur melakukan serangan politik sambil 
berkelit dengan mengundang senyum geli. Serangan atau kelitan poitik Gus Dur 
kerap mengundang tawa geli karena selain sangat keras juga lucu. Dia memang 
dikenal sebagai penyaji humor politik tingkat tinggi. 

Kita masih ingat humor politik Gus Dur yang dilempar kepada Presiden Kuba Fidel 
Castro. Ketika melakukan kunjungan kenegaraan ke Kuba, Gus Dur memancing tawa 
saat menyelingi pembicaraannya dengan Castro bahwa semua presiden Indonesia 
punya penyakit gila. Presiden pertama Bung Karno gila wanita, presiden kedua 
Soeharto gila harta, presiden ketiga Habibie benar-benar gila alias gila 
beneran, sedangkan Gus Dur sendiri sebagai presiden keempat sering membuat 
orang gila karena yang memilihnya juga orang-orang gila. 

Sebelum tawa Castro reda, Gus Dur langsung bertanya. "Yang Mulia Presiden 
Castro termasuk yang mana?" Castro menjawab sambil tetap tertawa, "Saya 
termasuk yang ketiga dan keempat."

Apa selesai sampai di situ? Tidak. Ketika mengunjungi Habibie di Jerman, oleh 
orang dekat Habibie Gus Dur diminta mengulangi cerita lucunya dengan Castro 
itu. Merasa tak enak untuk menyebut Habibie benar-benar gila atau gila beneran, 
Gus Dur memodifikasi cerita tersebut. Kepada Habibie, dia mengatakan, dirinya 
bercerita kepada Castro bahwa presiden Indonesia hebat-hebat. 

Kata Gus Dur, Presiden Soekarno negarawan, Presiden Soeharto seorang hartawan, 
Presiden Habibie ilmuwan, sedangkan Gus Dur wisatawan. 

Selain menghindari menyebut Habibie benar-benar gila, jawaban itu sekaligus 
merupakan jawaban Gus Dur yang bersahabat atas kritik bahwa dirinya sebagai 
presiden banyak pergi ke luar negeri seperti berwisata saja.

Gus Dur memang sangat humoris. Bahkan, pelawak-pelawak Srimulat jadi kelabakan 
jika beradu lucu dengan Gus Dur. Suatu saat, Tarzan Srimulat dan kawan-kawan 
mengaku kehabisan bahan untuk melucu karena acaranya didahului dengan sambutan 
Gus Dur yang sangat lucu. Dalam melucu, Gus Dur tak jarang memulai dengan 
menertawai dirinya sendiri sehingga orang lain tak tersinggung. 

Ketika berceramah di depan kerumunan massa, misalnya, Gus Dur mengajak massa 
untuk membaca salawat bersama-sama dengan suara keras. Setelah itu, dia 
mengatakan, selain mencari pahala, ajakan membaca salawat tersebut adalah untuk 
mengetahui berapa banyak orang yang hadir. 

"Dengan lantunan salawat tadi, saya jadi tahu berapa banyak yang hadir di sini. 
Habis, saya tak bisa melihat. Jadi, untuk tahu besarnya yang hadir, ya dari 
suara salawat saja," jelasnya.

Tapi, humor dan kelitan Gus Dur bukan sekadar lucu-lucuan. Ketika pada 
1998/1999 terjadi kontroversi panas mengenai wacana negara kesatuan dan negara 
federal, Gus Dur menawarkan solusi agak lucu tetapi mengena. Ketika itu, Amien 
Rais dengan bendera PAN mengajak kita berwacana atau memikirkan kemungkinan 
Indonesia menjadi negara federal. Menurut Amien, negara federal bisa lebih 
demokratis diterapkan di negara sebesar Indonesia. 

Ajakan itu kontan mendapat tanggapan panas, misalnya, dari Akbar Tandjung 
(Golkar) dan Megawati (PDIP). Amien diserang habis karena dianggap mau merusak 
keutuhan dan persatuan bangsa dan negara. 

Ketika ditanya soal kontroversi itu, Gus Dur mengatakan, negara federal baik 
karena menjamin lebih demokratis, sedangkan negara kesatuan baik karena lebih 
menjamin keutuhan bangsa. 

"Kalau saya begini saja, namanya tetap negara kesatuan, tapi isinya pakai 
negara federal. Gitu saja kok repot," kata Gus Dur dalam wawancara eksklusif 
dengan RCTI.

***

Entah kebetulan, entak tidak, sesudah itu Amien menarik gagasannya soal wacana 
negara federal karena banyak yang belum paham. Kata Amien, yang penting lebih 
demokratis. Kalau nama federal tak diterima, ya sudah. Hebatnya lagi, UU No 
22/1999 (kemudian diubah dengan UU No 32/2004) tentang Pemerintah Daerah tetap 
menganut negara kesatuan, tetapi isinya meniru negara federal. 

Dalam UU tersebut, pemerintah pusat hanya diberikan urusan-urusan yang biasa 
dimiliki negara federal, yaitu keuangan, hubungan luar negeri, hankam, dan 
peradilan (kemudian ditambah dengan urusan agama). 

Saat ini, Gus Dur dirawat di rumah sakit. Tapi, media massa memberitakan bahwa 
dari tempat perawatannya di RSCM Gus Dur masih terus melontarkan humor-humor 
politik yang menyegarkan. Humor bagi Gus Dur adalah vitamin yang menyehatkan.

Moh. Mahfud M.D., menteri pertahanan di era Presiden Abdurrahman Wahid, kini 
anggota DPR-RI dari PKB



[Non-text portions of this message have been removed]



***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


** Forum Nasional Indonesia PPI India Mailing List **
** Untuk bergabung dg Milis Nasional kunjungi: 
** Situs Milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ **
** Beasiswa dalam negeri dan luar negeri S1 S2 S3 dan post-doctoral 
scholarship, kunjungi 
http://informasi-beasiswa.blogspot.com **

Kirim email ke