** Forum Nasional Indonesia PPI India Mailing List ** ** Untuk bergabung dg Milis Nasional kunjungi: ** Situs Milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ ** ** Beasiswa dalam negeri dan luar negeri S1 S2 S3 dan post-doctoral scholarship, kunjungi http://informasi-beasiswa.blogspot.com **http://www.indopos.co.id/index.php?act=detail_c&id=216208
Rabu, 15 Mar 2006, In Memoriam Nurani Wakil Rakyat Oleh Sulis Styawan "Turut berdukacita atas matinya nurani wakil rakyat Indonesia." Mungkin kalimat ini yang lebih pas untuk mengungkapkan keprihatinan kita atas "matinya" hati nurani para wakil rakyat di negeri ini. Karena nafsu keserakahan dan ketamakan, mereka mengorbankan rakyat sendiri. Lagi-lagi, DPR melakukan "pertelingkahan" yang membuat hati rakyat Indonesia kian terluka. Seperti diberitakan berbagai media, gaji anggota DPR bakal naik meski pada 2005 sudah naik. Besaran kenaikannya pun sangat mencengangkan. Disebutkan, gaji ketua DPR sebesar Rp 73.767.700 per bulan pada 2005 naik menjadi Rp 89.238.356 per bulan pada 2006. Sementara itu, untuk anggota DPR, dari Rp 36.810.000 per bulan menjadi Rp 49.411.940 per bulan. Sangat fantastis! Dengan rencana kenaikan gaji anggota DPR ini, rasanya sangat pantas jika kita memberikan titel DPR sebagai "Dewan Pemeras Rakyat". Sebab, kenaikan gaji wakil rakyat itu jelas menggambarkan adanya sebuah bentuk "megakorupsi terbuka" yang akan berlangsung setiap bulan! Menjadi hal yang sangat lumrah bahwa setelah gaji DPR naik, giliran eksekutif (presiden, Wapres, menteri, BPK, dll), dan yudikatif (MA, PT, PN) juga akan menaikkan pendapatan mereka. Padahal, sejak DPR mendapatkan kenaikan tunjangan operasional pada 2005, hingga kini masyarakat belum mendapatkan bukti sahih korelasi antara kenaikan pendapatan tersebut dan peningkatan kinerja para legislator. DPR makin menjauhkan jarak dengan rakyat. Kenaikan gaji untuk anggota DPR itu sungguh mencederai hati rakyat dan sangat keterlaluan. Di saat rakyat pontang-panting menanggung beban hidup yang kian berat akibat kenaikan harga BBM pada 2005, DPR justru menaikkan gaji seenaknya. Jika rencana kenaikan itu benar-benar terealisasi, DPR sungguh tak punya hati nurani dan tidak memperlihatkan kepeduliannya kepada rakyat kecil. Padahal, banyak kasus yang memaksa rakyat kecil kian menderita, menjerit, dan menangis lebih keras lagi. Lihat saja, kasus gizi buruk dan busung lapar masih marak, merebaknya wabah flu burung dan demam berdarah membuat rakyat tercekam ketakutan, angka pengangguran membengkak, bencana alam masih akrab dan seakan-akan tak pernah mau beranjak dari negeri ini. Di tengah realitas getir kemiskinan, tidak adakah empati para anggota dewan terhadap penderitaan rakyat? Kenapa ketika menyoal hal-hal yang berkaitan dengan kekuasaan, mereka begitu bergemuruh, tetapi menjadi senyap ketika berkaitan dengan peningkatan kesejahteraan diri sendiri? Dalam protokoler ketatanegaraan kita, para anggota DPR kita sebut sebagai anggota dewan yang terhormat. Sebutan terhormat juga berarti orang-orang pilihan. Orang-orang yang mempunyai pemahaman di atas rata-rata terhadap arti kehidupan orang banyak, termasuk pemahaman soal moral. Lalu, apa artinya berbagai fakta getir masyarakat kelas bawah yang tiap hari menghiasi media massa bagi orang-orang terhormat itu? Pertanyaan yang layak kita ajukan di tengah realitas itu adalah mewakili siapakah sesungguhnya para anggota dewan itu? Benarkah mewakili rakyat yang disebut konstituen? Layakkah mereka disebut sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat? Jika kita bertanya, apa sih prestasi dan hasil kinerja para wakil rakyat kita ini? Jawabannya sangat jelas, hingga saat ini DPR tidak pernah menunjukkan kerja yang maksimal dan bermanfaat bagi masyarakat. Sebaliknya, sejak mereka duduk menjadi anggota DPR, tingkah mereka semakin sulit ditoleransi. Mulai adu jotos, jadi calo anggaran, "pelesiran" ke luar negeri, dan selalu menyetujui kebijakan yang diajukan pemerintah. Rasanya tak salah jika mantan Ketua MPR Amien Rais menyebut DPR sebagai "tukang stempel". Buktinya, DPR selalu memuluskan jalan setiap keputusan pemerintah yang notabene tidak prorakyat, seperti menaikkan harga BBM hingga dua kali pada 2005 dan golnya keputusan pemerintah untuk mengimpor beras. Terakhir, serangkaian kegagalan penggunaan hak angket dan interpelasi tentang masalah polio dan busung lapar. Mungkin itulah prestasi fenomenal yang telah diukir DPR. Kini, mereka mengajukan haknya, yang tak pernah gagal dan tak pernah digagalkan, yaitu kenaikan gaji. Saat ini, sungguh kita kehilangan respek kepada anggota legislatif yang tidak mempunyai sensitivitas terhadap penderitaan orang banyak. Kita juga menyangsikan bila para wakil rakyat saat ini masih punya komitmen untuk membela kepentingan rakyat. DPR yang seharusnya memikirkan rakyat agar nasib dan kesejahteraan mereka meningkat malah memikirkan diri sendiri. Mungkin saat ini sebagai simbol keprihatinan atas keserakahan para wakil dalam memperkaya diri sendiri akan lebih baik jika kita mengedarkan kardus bertuliskan "Sumbangan untuk DPR RI" kepada para pengguna jalan di seluruh Indonesia sambil berteriak, "Silakan mengisi sumbangan untuk DPR, wakil kita yang terhormat sekali." Lalu, hasilnya kita sumbangkan kepada para wakil rakyat di DPR! Sulis Styawan, mahasiswa Jurusan Pendidikan Fisika, FMIPA, Universitas Negeri Jogjakarta [Non-text portions of this message have been removed] *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://groups.yahoo.com/group/ppiindia *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Reading only, http://dear.to/ppi 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/ ** Forum Nasional Indonesia PPI India Mailing List ** ** Untuk bergabung dg Milis Nasional kunjungi: ** Situs Milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ ** ** Beasiswa dalam negeri dan luar negeri S1 S2 S3 dan post-doctoral scholarship, kunjungi http://informasi-beasiswa.blogspot.com **

