** Forum Nasional Indonesia PPI India Mailing List **
** Untuk bergabung dg Milis Nasional kunjungi: 
** Situs Milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ **
** Beasiswa dalam negeri dan luar negeri S1 S2 S3 dan post-doctoral 
scholarship, kunjungi 
http://informasi-beasiswa.blogspot.com **Bingung mau mulai dari mana karena gak 
sempet melotot di ppiindia. 
Meski sebetulnya ingin menanggapi pendapat mbah yg dulu. Cuma, gak 
sempet mencari artikel rujukannya. Tapi intinya soal fakta dan cita.

Adalah penting untuk membedakan antara masyarakat ideal yang 
digambarkan dalam AlQur'an dan hadist dan masyarakat Islam dalam 
kenyataan  sejarah. Apabila keduanya sama, pasti tidak akan ada 
kejahatan dan rintangan di dunia dan dunia tidak akan menjadi dunia 
yang penuh dengan segala ketidaksempurnaan. Keyataannya, sepanjang 
sejarah mereka, umat Islam melihat masyarakat Madinah pada masa Nabi 
sebagai masyarakat ideal dan zaman keemasan Islam, dari segi 
religius, dan selalu berusaha mencontoh masyarakat tersebut sedapat 
mungkin, tetapi selalu saja banyak kekurangan. Para generasi muda 
Muslim mengetahui kisah ttg periode emas tsb, yaitu masa ketika 
dapat dikiaskan, Surga dan Bumi saling bersentuhan.

Semua ajaran dan nilai-nilai ini tidak selalu dilaksanakan secara 
sempurna di dalam masyarakat Islam belakangan ini, tetapi sebagai 
ideal yang ditujukan kepada setiap generasi, ajaran2 ini sangat 
penting diketahui untuk dipahami nilai yang hidup dan berperan di 
dalam masyarakat Islam. Jelas disadari, sentimen bahwa "agama saya 
adalah yang terbaik" merupakan hal yang sangat diperlukan dalam 
setiap suasana keagamaan, dan tidak terkecuali agama Islam.

Kalau jaman kini tidak ada contoh negara maju berdiri dengan syariat 
Islam, bukanlah berarti tidak pernah ada. Jangan menutup mata atas 
fakta sejarah yang telah ada. Jaman kini hanya "materi" dijadikan 
tolok ukur kemajuan negara. Sedang di Madinah, spirit dan materi 
bisa dijadikan tolok ukur.

Adapun keadaannya sekarang ini, dinamika antara cita dan fakta, 
adalah masalah kompleks bagi umat, entah Islam, Kristen, Hindu dan 
lainnya. Adanya masalah antara cita dan fakta ini tidak seharusnya 
menimbulkan rasa benar sendiri (oleh pihak luar Islam) dan mencela 
masyarakat sendiri (bagi sekelompok kecil umat Islam) sebagai 
masyarakat yang sama sekali tidak memiliki kebaikan. 

Mengenai contoh2 negara yang di nilai maju sekarang ini, bukanlah 
saya mengada-ada kalau saya katakan bahwa mereka tidak mengaku Islam 
tetapi apa yang mereka terapkan dalam kehidupan bernegara adalah 
tidak  bertentangan dengan syariat Islam, karena dalam piagam 
Madinahpun Nabi SAW tidak pernah menyebutkan negara harus 
berdasarkan AlQur'an dan syariat Islam. Namun nabi langsung 
menerapkannya berdasarkan AlQur'an (dan pasti syariah Islam) karena 
Ahlak Nabi SAW adalah AlQur'an.

Dalam kenyataan, seorang Muslim sering menemukan bahwa moral atau 
kebajikan tertentu yang seharusnya dilakukan oleh umat Islam 
kenyataannya tidak ada pada mereka, tetapi justru ditemukan pada 
umat agama lain. Bukanlah salah ajarannya, bukanlah salah cita-nya. 

Kalaupun saat sekarang inipun saya banyak bicara soal syariah Islam, 
hanya untuk diketahui bahwa inilah syariah Islam. Sedang kemudian 
orang menerapkannya dengan nama demokrasi dan lain2 berdasarkan 
premis2 yang ada, oke-oke saja. Syariah Islam menjadi tolok ukurÂ…
sebagaimana keadilan yang harus menjadi tolok ukur. Keadilan yang 
mana atau  keadilan utk siapa? Pakailah kaca mata Tuhan.
Bagaimana mungkin umat Islam memisahkan agama dari negara? Kalau 
dalam sholatnya selalu mengakui bahwa ,"sholatku, ibadahku, hidupku, 
dan matiku hanya untuk Allah semata?"

Akhirul kalam, memang banyak orang baru akan meyakini suatu hal  
bila sudah melihat fakta didepan mata (materialis) dan sayangnya 
juga menafikkan fakta di masa lalu (entah karena apa). Padahal kita 
sadari bahwa kita hidup didunia ini hanyalah sedetik dibandingkan 
umur dunia. Kita akan mati besok sedang dunia masih akan berputar 
sampai waktu yang tak diketahui oleh manusia. 

wassalam,







***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


** Forum Nasional Indonesia PPI India Mailing List **
** Untuk bergabung dg Milis Nasional kunjungi: 
** Situs Milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ **
** Beasiswa dalam negeri dan luar negeri S1 S2 S3 dan post-doctoral 
scholarship, kunjungi 
http://informasi-beasiswa.blogspot.com **

Kirim email ke