** Forum Nasional Indonesia PPI India Mailing List ** ** Untuk bergabung dg Milis Nasional kunjungi: ** Situs Milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ ** ** Beasiswa dalam negeri dan luar negeri S1 S2 S3 dan post-doctoral scholarship, kunjungi http://informasi-beasiswa.blogspot.com **--- In [email protected], "Lina Dahlan" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
LD:Bingung mau mulai dari mana karena gak sempet melotot di ppiindia. Meski sebetulnya ingin menanggapi pendapat mbah yg dulu. Cuma, gak sempet mencari artikel rujukannya. Tapi intinya soal fakta dan cita. Adalah penting untuk membedakan antara masyarakat ideal yang digambarkan dalam AlQur'an dan hadist dan masyarakat Islam dalam kenyataan sejarah. Apabila keduanya sama, pasti tidak akan ada kejahatan dan rintangan di dunia dan dunia tidak akan menjadi dunia yang penuh dengan segala ketidaksempurnaan. DH: Mbak, relax saja, seperti mbak Aris, minum kopi sambil makan lemper gitu. Mbak, SETIAP kitab suci, apakah Injil, Tripitaka, Kuran maupun Taurat berangkat dari keadaan ideal. manusialah yang membuat semua awut awutan. --------------------------------------- LD: Keyataannya, sepanjang sejarah mereka, umat Islam melihat masyarakat Madinah pada masa Nabi sebagai masyarakat ideal dan zaman keemasan Islam, dari segi religius, dan selalu berusaha mencontoh masyarakat tersebut sedapat mungkin, tetapi selalu saja banyak kekurangan. Para generasi muda Muslim mengetahui kisah ttg periode emas tsb, yaitu masa ketika dapat dikiaskan, Surga dan Bumi saling bersentuhan. DH: Mbak, siapa yang tak merindukan kisah purba yang indah? saya juga merindukan kejayaan leluhurku dimasa Majapahit dan Shailendra. -------------------------- LD:Semua ajaran dan nilai-nilai ini tidak selalu dilaksanakan secara sempurna di dalam masyarakat Islam belakangan ini, tetapi sebagai ideal yang ditujukan kepada setiap generasi, ajaran2 ini sangat penting diketahui untuk dipahami nilai yang hidup dan berperan di dalam masyarakat Islam. Jelas disadari, sentimen bahwa "agama saya adalah yang terbaik" merupakan hal yang sangat diperlukan dalam setiap suasana keagamaan, dan tidak terkecuali agama Islam. DH: Mbak, tidak hanya umat islam yang tak berhasil memahami nilai nilai Kitab Suci. Juga masyarakat Kristen dan Yahudi, melakukan yang sama. Padahal kakek dari ketiga agama ini adalah sama. -------------------------- LD: Kalau jaman kini tidak ada contoh negara maju berdiri dengan syariat Islam, bukanlah berarti tidak pernah ada. Jangan menutup mata atas fakta sejarah yang telah ada. Jaman kini hanya "materi" dijadikan tolok ukur kemajuan negara. Sedang di Madinah, spirit dan materi bisa dijadikan tolok ukur. DH: Dalam menegakkan system kenegaraan, kita perlu melihat contoh dimana sebuah system berjalan. Kita lihat bagaimana konstitusi Thomas Jefferson berhasil membangun bangsa Amerika. Kita lihat bagaimana konsttusi konstitusi Eropa melahirkan negara negara tertata. Fakta sejarah ini, harus exist dan dapat diraba, untuk dijadikan tauladan. Di Madinah, banyak yang dapat dirindukan, namun sikon politik ekonomi sudah berubah demikianjauh. jangankan sekarang, ribuan tahun kemudian, kerajaan Turkipun tak berhasil melestarikan model Madinah. mengapa? Karena sikon politik ekonomi berubah. ------------------------------- LD: Adapun keadaannya sekarang ini, dinamika antara cita dan fakta, adalah masalah kompleks bagi umat, entah Islam, Kristen, Hindu dan lainnya. Adanya masalah antara cita dan fakta ini tidak seharusnya menimbulkan rasa benar sendiri (oleh pihak luar Islam) dan mencela masyarakat sendiri (bagi sekelompok kecil umat Islam) sebagai masyarakat yang sama sekali tidak memiliki kebaikan. Mengenai contoh2 negara yang di nilai maju sekarang ini, bukanlah saya mengada-ada kalau saya katakan bahwa mereka tidak mengaku Islam tetapi apa yang mereka terapkan dalam kehidupan bernegara adalah tidak bertentangan dengan syariat Islam, karena dalam piagam Madinahpun Nabi SAW tidak pernah menyebutkan negara harus berdasarkan AlQur'an dan syariat Islam. DH: Saya pernah katakan, kalau mbak dan kawan kawan berjalan jalan ke Austria, Swiss, Denmark, Singapura, melihat keteraturan hidup masyarakat, maka mbak mungkin akan katakan, "wah kok sangat islami ya?". Teutama keadilan sosial, sangat kecilnya kesenjangan sosial. Mereka tak menamakan masyarakat islam, karena mereka memang masyarakat Non Islam, dan mereka tak mencontoh akidah islam, tetapi dampakyna adalah yang nabi Muhammad sendiri inginkan. Bung Taulan pernah menulis, lihat Malaysia yang islami itu, tak pernah gembor gembor mengIslamkan kerajaan Malaysia. ---------------------------- LD: Namun nabi langsung menerapkannya berdasarkan AlQur'an (dan pasti syariah Islam) karena Ahlak Nabi SAW adalah AlQur'an. Dalam kenyataan, seorang Muslim sering menemukan bahwa moral atau kebajikan tertentu yang seharusnya dilakukan oleh umat Islam kenyataannya tidak ada pada mereka, tetapi justru ditemukan pada umat agama lain. Bukanlah salah ajarannya, bukanlah salah cita-nya. DH: Benar mbak. Seperti anti pornografi. Ini adalah sanubari tiap insan susila, dari semua agama. Anti pornogfarfi tak melulu islami, juga kristiani, dan buddhawi. Menilep kekayaan rakyat ala syaid Agil, tidaklah islami, walau dia Islam, Haji dan - maaf ya - keturunan Arab. ------------------------------ LD: Kalaupun saat sekarang inipun saya banyak bicara soal syariah Islam, hanya untuk diketahui bahwa inilah syariah Islam. Sedang kemudian orang menerapkannya dengan nama demokrasi dan lain2 berdasarkan premis2 yang ada, oke-oke saja. Syariah Islam menjadi tolok ukurÂ… sebagaimana keadilan yang harus menjadi tolok ukur. Keadilan yang mana atau keadilan utk siapa? Pakailah kaca mata Tuhan. Bagaimana mungkin umat Islam memisahkan agama dari negara? Kalau dalam sholatnya selalu mengakui bahwa ,"sholatku, ibadahku, hidupku, dan matiku hanya untuk Allah semata?" DH: Setuju. Yang penting, sebagaimana nabi Muhammad memberi contoh, tiap kelompok saling menghormati. tanpa ancam mengancam. Seruan MMI untuk menyerang Bali, misalnya, pastilah tak sesuai dengan ajaran nabi Muhammad. Kalau umat Islam, seperti jutaan diantara mereka, hidup mencari nafkah dinegara Non Islam, yang tunduk pada Hukum dasar sekuler, ya haruslah taat. Seperti misalnya, di Eropa TIDAk diizinkan berpoligami, ya patuhlah, karena ini melanggar Hukum Negara. ---------------------------- LD: Akhirul kalam, memang banyak orang baru akan meyakini suatu hal bila sudah melihat fakta didepan mata (materialis) dan sayangnya juga menafikkan fakta di masa lalu (entah karena apa). Padahal kita sadari bahwa kita hidup didunia ini hanyalah sedetik dibandingkan umur dunia. Kita akan mati besok sedang dunia masih akan berputar sampai waktu yang tak diketahui oleh manusia. wassalam, DH: begitulah mbak. Sebuah hidup manusia hanyalah setetes air dalam samudra. salam danardono *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://groups.yahoo.com/group/ppiindia *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Reading only, http://dear.to/ppi 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/ ** Forum Nasional Indonesia PPI India Mailing List ** ** Untuk bergabung dg Milis Nasional kunjungi: ** Situs Milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ ** ** Beasiswa dalam negeri dan luar negeri S1 S2 S3 dan post-doctoral scholarship, kunjungi http://informasi-beasiswa.blogspot.com **

