** Forum Nasional Indonesia PPI India Mailing List **
** Untuk bergabung dg Milis Nasional kunjungi: 
** Situs Milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ **
** Beasiswa dalam negeri dan luar negeri S1 S2 S3 dan post-doctoral 
scholarship, kunjungi 
http://informasi-beasiswa.blogspot.com 
**http://www.indopos.co.id/index.php?act=detail&id=6501

Jumat, 17 Mar 2006,



Polisi Kibarkan Bendera Setengah Tiang 



Bentrok dengan Mahasiswa, Empat Aparat Tewas
JAYAPURA - Hingga menjelang tengah malam tadi situasi Kota Abepura, Papua, yang 
semula mencekam, sudah mereda. Tak terlihat lagi aparat keamanan berjaga di 
jalan-jalan utama. Namun, sejak terjadi bentrokan yang menewaskan empat aparat 
keamanan siangnya, nyaris tak terlihat warga keluar rumah.

Pusat bentrokan di depan Universitas Cendrawasih, sekitar 20 kilometer dari 
pusat Kota Jayapura, tampak sepi. Tak ada lagi mahasiswa maupun warga lain yang 
berkumpul seperti malam sebelumnya. Aparat keamanan yang sore kemarin menguasai 
tempat itu dikandangkan di markas. Status keamanan masih siaga satu.

Bentrokan terjadi ketika polisi membubarkan paksa aksi penutupan jalan raya 
Abepura yang merupakan jalan utama di Jayapura. Massa yang sebagian mahasiswa 
Universitas Cendrawasih tak mau membubarkan diri. Padahal, polisi sudah 
berkali-kali membujuk mereka agar membuka blokade jalan vital tersebut.

Aksi itu merupakan lanjutan aksi sehari sebelumnya. Massa menuntut penutupan 
tambang emas PT Freeport di Tembagapura. Aksi serupa dilakukan di Timika. 
Bahkan, jalan Mile 28 yang menuju pertambangan Freeport dan bandara ditutup 
sejak 27 Februari. Blokade itu dibuka secara paksa Rabu lalu yang juga 
menimbulkan bentrokan. Dua polisi terkena panah dan 15 pengunjuk rasa ditangkap.

Blokade dibuka paksa karena massa bertindak anarkis. Mereka menyerang Hotel 
Sheraton Timika, yang dikunjungi karyawan Freeport beserta tamu-tamunya. 

Ketika polisi membubarkan aksi di Abepura, massa juga mengamuk. Mereka 
menyerang aparat yang bersenjata tameng dan pentungan dengan batu-batu besar. 
Serangan itu membabi buta. Tiga polisi yang sudah tak berkutik masih ditimpuki 
batu-batu besar. 

Tiga polisi yang tewas adalah Bharatu Daud Sulaiman, Briptu Arizona, dan 
Brigadir Syamsuddin. Seorang anggota TNI-AU dari Lanud Sentani, Serda Agus 
Supriyadi, juga tewas. Tercatat 19 polisi lainnya dan tiga warga sipil 
luka-luka. Diperkirakan masih ada beberapa korban sipil yang belum 
teridentifikasi.

Arizona meninggal di RSUD Abepura sekitar pukul 16.00 WIT. Sedangkan dua polisi 
lainnya meninggal di RS Polda Papua. Polisi yang terluka juga dirawat di RSUD 
Abepura dan RS Polda Papua di Kotaraja. 

Seorang ibu, Rosihan Hartini Paiki, dikabarkan terkena tembakan. Tapi, menurut 
Kapolda Papua Irjen Pol Tommy T. Jacobus, korban terkena tembakan di awal 
pembukaan jalan. Saat itu ada anggota yang mabuk dan melepaskan tembakan. 
Namun, luka korban tidak begitu serius. Kini dia dirawat di RS Bhayangkara. 

Suasana Kota Abepura langsung mencekam. Sempat terjadi kejar-kejaran antara 
massa dan aparat keamanan. Toko-toko dan tempat usaha di sekitar lokasi 
langsung tutup. Masyarakat juga tak ada yang berani melintas di jalan raya.

Kapolda menilai, aksi massa tersebut bukan lagi murni penyampaian aspirasi. 
Diduga kuat ada kepentingan lain yang menunggangi. "Kita akan bongkar kasus 
ini. Ada apa di balik semua ini?" ujarnya tadi malam. 

Menurut Tommy, tuntutan penutupan Freeport tak bisa dilakukan dengan menutup 
jalan umum. "Mestinya, kalau massa mau diajak negosiasi, kita bisa fasilitasi. 
Namun, mereka ngotot dan tetap memblokade jalan," jelas Tommy yang sehari 
sebelumnya sempat meninjau lokasi kerusuhan di Timika.

Pemblokadean jalan utama dengan batu-batu besar dan pembakaran ban bekas serta 
kayu itu sangat berdampak pada kehidupan masyarakat. Lalu lintas macet total. 
Pasokan sembako terhambat. Anak-anak sekolah tidak bisa lewat. 

Menurut Kapolda, warga yang merasa terganggu sempat marah. Mereka hendak 
membuka blokade secara paksa. Kalau hal itu dilakukan, dikhawatirkan pengunjuk 
rasa lebih marah, seperti di Timika yang menyerang Hotel Sheraton. Sayang, 
ketika blokade dibuka polisi pun, massa tetap mengamuk. 

"Sebelum membuka jalan, kita telah bernegosiasi dengan berbagai tahapan. 
Setelah melakukan penggusuran, tiba-tiba massa menyerang," jelasnya.

Kapolda juga telah meminta para tokoh agama dan masyarakat untuk bersama-sama 
menenangkan situasi. Masyarakat diminta tidak keluar rumah untuk menghindari 
gesekan-gesekan.

Penjagaan masih dilakukan di sekitar lokasi. Namun, tengah malam tadi polisi 
berkumpul di markas polsek yang tak jauh dari pusat kejadian. TNI juga sudah 
diturunkan untuk membantu pengamanan. 

Sampai tadi malam, sekitar 40 orang diamankan. Mereka masih diperiksa di 
Polresta Jayapura. "Mereka diperiksa kesehatannya, kita identifikasi sekaligus 
difoto," kata Kasatreskrim Polresta Jayapura AKP Victor M.T. Silalahi.

Meski mereka terlibat penyerangan yang mengakibatkan empat aparat tewas, polisi 
menjamin tidak ada balas dendam. Selama mereka diamankan, tidak akan ada 
pemukulan. "Kita akan lakukan pemeriksaan sesuai prosedur, dengan melindungi 
hak asasi mereka," tambahnya.

Kabid Humas Polda Papua Kombespol Kartono Wangsadisastra menambahkan, pihaknya 
sudah mengantongi dalang aksi yang berujung anarkis tersebut. Kini polisi juga 
masih mengejar warga yang lari ke hutan.

Di tempat terpisah, Mabes TNI mengaku sudah menyiapkan sejumlah personel untuk 
mengantisipasi makin tidak terkendalinya situasi di Papua. Hanya, berdasarkan 
evaluasi, sejauh ini belum ada rencana pengerahan personel tersebut. 

"Sifatnya hanya berjaga-jaga. Personel dalam jumlah tertentu sudah disiapkan di 
sana. Sehingga, sewaktu-waktu ada perintah, langsung siap turun ikut melakukan 
pengamanan," kata Kapuspen Mabes TNI Mayjen Kohirin Suganda. 

Menurut Kohirin, TNI menganggap peristiwa anarkis di Timika tersebut masih bisa 
ditangani pihak kepolisian. Artinya, tanpa TNI pun polisi mampu menangani massa 
yang terkait penolakan Freeport tersebut. (fudnaz/gup/sup)



[Non-text portions of this message have been removed]



***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



** Forum Nasional Indonesia PPI India Mailing List **
** Untuk bergabung dg Milis Nasional kunjungi: 
** Situs Milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ **
** Beasiswa dalam negeri dan luar negeri S1 S2 S3 dan post-doctoral 
scholarship, kunjungi 
http://informasi-beasiswa.blogspot.com **

Kirim email ke