** Forum Nasional Indonesia PPI India Mailing List **
** Untuk bergabung dg Milis Nasional kunjungi: 
** Situs Milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ **
** Beasiswa dalam negeri dan luar negeri S1 S2 S3 dan post-doctoral 
scholarship, kunjungi 
http://informasi-beasiswa.blogspot.com **Harusnya jatah 85% pemerintah mutlak 
dari penerimaan
yan diterima.
Seandainya produksi blok minyak Cepu 165 ribu bph dan
harga minyak US$ 70/barrel, berarti dalam setahun
diterima  US$4.215.750.000. Pemerintah harus dapat US$
 3.583.387.500 atau Rp 35 trilyun per tahun. Itu baru
dari minyak.

Operator cukup mendapat US$ 632.362.500 atau Rp 6
trilyun lebih/tahun berapa pun biaya investasi atau
operasional yang mereka keluarkan.

Jika harus dipotong biaya investasi dan operasional
dulu baru dibagi, maka operator minyak bisa
mempermainkan biaya investasi dan operasi sehingga
Indonesia hanya dapat 10%-15% saja. 

Indonesia juga harus memastikan bahwa produksi tidak
melebihi angka yang dilaporkan, begitu pula gas yang
diproduksi.
 
From: AROMA MAKMUR <[EMAIL PROTECTED]> 
Date: Thu Mar 16, 2006  6:18 pm 
Subject: RE: [ekonomi-nasional] Rezeki Sampingan dari
Blok Cepu  

"Cepu adalah contoh telak yang tidak bisa
dipertahankan lagi. Sudah cetha welo-welo, Indonesia
for sale,"
Sementara itu, mengenai proporsi bagi hasil yakni 85
persen untuk pemerintah Indonesia, Tjatur mengatakan
agar jangan terjebak pada proporsi tersebut.
Alasannya, keuntungan itu dibagi setelah dikurangi
cost recovery.

"Cost recovery ini yang jadi mainan. Ini bisa lebih
dari 50 persen," kata Tjatur.

salam
Tikno

Amien Rais Minta DPR Batalkan KKP Blok Cepu

Laporan : Heru Margianto
Jakarta, KCM

Mantan Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR)
Amien Rais meminta DPR mengambil tindakan untuk
membatalkan Kontrak Karya Pengelolaan (KKP) Blok Cepu
terkait posisi ExxonMobil sebagai operator blok kaya
minyak tersebut. Amien menganggap, kebijakan ini
sebagai "penjualan aset bangsa". Kelak, menurut Amien,
hal seperti itu akan meruntuhkan bangsa Indonesia.

"Kalau bisa, di-Hak Angket-kan. Pokoknya ini harus
dibatalkan," kata Amien Rais saat memberikan sambutan
dalam acara peluncuran buku anggota DPR dari Fraksi
Partai Amanat Nasional (PAN) Tjatur Sapto Edy bertajuk
"Suara-Suara Saya di Senayan" di Hotel Le Meridien,
Kamis (16/3).

Amien mengatakan, persoalan Blok Cepu adalah sepotong
gambar dari keseluruhan gambar mengenai buruknya
pengelolaan sumber daya alam (SDA) Indonesia.
Menurutnya, mayoritas SDA Indonesia dikelola
perusahaan asing.

"Cepu adalah contoh telak yang tidak bisa
dipertahankan lagi. Sudah cetha welo-welo, Indonesia
for sale," kata Amien.

Sejarah

Lebih lanjut, Amien berpendapat, pemimpin bangsa ini
seperti kehilangan perspektif sejarah, tidak mengambil
pelajaran dari masa lalu. Menurutnya, betapa banyaknya
SDA Indonesia yang dikeruk perusahaan-perusahaan asing
multinasional.

Amien berpandangan, pemimpin bangsa ini tidak berpikir
tentang masa depan bangsa. "Ini sesuatu yang buat saya
luar bisa tidak masuk akal. Saya tidak tahu jin mana
yang merasuki oknum-oknum tersebut," kata Amien.

Sementara itu, mengenai proporsi bagi hasil yakni 85
persen untuk pemerintah Indonesia, Tjatur mengatakan
agar jangan terjebak pada proporsi tersebut.
Alasannya, keuntungan itu dibagi setelah dikurangi
cost recovery.

"Cost recovery ini yang jadi mainan. Ini bisa lebih
dari 50 persen," kata Tjatur.

Selanjutnya, Ketua Umum PAN Sutrisno Bachir pada
kesempatan sama, menjawab pertanyaan soal wacana Hak
Angket yang dilontarkan Amien Rais, mengatakan akan
melihat perkembangan situasi. Sutrisno mengatakan
belum ada instruksi dari partai kepada fraksi untuk
mempersoalkan Blok Cepu ini.

"Kita akan membuka komunikasi politik yang lebih
produktif dengan partai-partai lain," kata Sutrisno.

Dalam kesempatan itu, Sutrisno mengatakan dirinya
menengarai perdebatan soal Blok Cepu karena ada
miskomunikasi antara pemerintah dan masyarakat. Maka
dari itulah, dalam pertemuannya dengan Presiden Susilo
Bambang Yudhoyono pada Rabu (15/3) malam, Sutrisno
Bachir mengusulkan kepada presiden untuk mengadakan
pertemuan informal, mengundang partai dan tokoh-tokoh
guna menjelaskan alasan mengapa pemerintah mengambil
kebijakan itu.

Tokoh PAN lain, Abdillah Toha, juga di tempat sama,
mengatakan Fraksi PAN belum mengambil keputusan soal
langkah apa yang akan diambil fraksinya. Kata
Abdillah, yang pasti, PAN akan mengambil sikap atas
kebijakan pemerintah tersebut.

"Karena ada banyak pertimbangan, langkah apa yang
paling efektif? Apakah Hak Angket? Interpelasi atau
Panja (Panitia Kerja)? Jangan sampai kandas lagi
seperti yang kemarin-kemarin," kata Abdillah Toha.

Penulis:  Prim

--- A Nizami <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> Pemerintah dapat 85%?
> Dari mana?
> Apakah dari sisa setelah dipotong biaya Investasi
> sebesar US$ 2 milyar lebih
> serta biaya operasional yang ditetapkan secara
> sepihak oleh Exxon?
>
> Sebagai contoh, Gaji dan kompensasi para komisaris
> dan direksi di Freeport
> saja mencapai Rp 250 milyar lebih per tahun. Belum
> gaji para karyawannya
> serta pembelian peralatan yang rata2 made in USA
>
> Jika sudah begitu, bisa2 pemerintah hanya dapat
> 10-15% saja.
>
> > Dua perusahaan ini akan mendapat jatah 15 persen,
> yang dibagi secara
> merata dan sisanya untuk
> > pemerintah. Dengan demikian, pemerintah tetap
> mendapatkan porsi
> > yang paling banyak, tetapi tetap ada pihak-pihak
> yang tidak setuju.
>
> > -----Original Message-----
> > From: [email protected]
> > [mailto:[EMAIL PROTECTED] Behalf
> Of Ambon
> > Sent: Jumat, Maret 17, 2006 6:12
> > To: Undisclosed-Recipient:;
> > Subject: [ekonomi-nasional] Rezeki Sampingan dari
> Blok Cepu
> >
> >
> >
>
http://www.balipost.co.id/balipostcetak/2006/3/17/o1.htm
> >
> >
> >
> > Rezeki Sampingan dari Blok Cepu
> >
> > DI tengah kesulitan ekonomi yang menimpa
> Indonesia, penyelesaian
> > perjanjian pengelolaan tambang minyak blok Cepu
> sedikit banyak
> > memberikan kelegaan. Wilayah yang ada di Kabupeten
> Bojonegoro,
> > Jawa Timur itu mempunyai cadangan minyak sebesar
> 600 juta barel
> > ditambah dengan 1,7 trilyun kaki kubik gas bumi.
> Pada kapasitas
> > puncaknya, ia akan menghasilkan 165 ribu barel
> minyak per hari.
> > Diprediksikan jika blok ini sudah dioperasikan,
> akan menyumbang
> > dana sekitar 3,3 milyar dolar AS per tahun kepada
> Indonesia.
> >
> > Angka-angka di atas cukup fantastis dan membantu
> Indonesia yang
> > saat ini masih harus mengimpor minyak bersih
> ratusan ribu barel
> > per hari. Di tengah iklim keterbukaan seperti
> sekarang, kita
> > berharap agar kelak setelah beroperasi
> (diperkirakan akhir tahun
> > 2008), tidak terjadi penyalahgunaan maupun
> penyimpangan wewenang
> > dalam memanfaatkan rahmat Tuhan ini.
> >
> > Seperti juga pengelolaan proyek-proyek raksasa
> lainnya, blok Cepu
> > tidak lepas dari kontroversi. Harus kita akui,
> karena
> > keterbatasan teknologi pemerintah melibatkan
> perusahaan
> > pertambangan raksasa ExxonMobil dari Amerika
> Serikat terlibat
> > dalam eksplorasi. Tentu saja bekerja sama dengan
> Pertamina,
> > sebuah badan usaha milik negara. Dua perusahaan
> ini akan mendapat
> > jatah 15 persen, yang dibagi secara merata dan
> sisanya untuk
> > pemerintah. Dengan demikian, pemerintah tetap
> mendapatkan porsi
> > yang paling banyak, tetapi tetap ada pihak-pihak
> yang tidak setuju.
> >
> > Salah satu yang perlu diperhatikan oleh pemerintah
> adalah tentang
> > ketenagakerjaan. Ini sangat terkait dengan kondisi
> nasional kita
> > saat ini karena pengangguran jumlahnya begitu
> banyak. Sebagai
> > proyek raksasa, blok Cepu pasti akan memerlukan
> tenaga kerja yang
> > cukup banyak. Karena itu diharapkan akan mampu
> memberikan solusi
> > terhadap pengangguran yang ada di negara kita.
> Justru itulah,
> > ingin kita tekankah di sini agar pemerintah kelak
> pandai-pandai
> > mengalokasikan lowongan yang tersedia. Tujuannya
> agar tidak
> > diskriminatif dan eksklusif demi mencegah
> terjadinya berbagai
> > ekses sosial. Seperti juga halnya Freeport, Batam,
> atau Newmont
> > di masa lalu, perusahaan besar seperti ini pasti
> menarik minat
> > para pencari kerja dari seluruh wilayah Indonesia,
> tidak sekadar
> > masyarakat di wilayah di mana proyek itu berada.
> Karena itulah,
> > transparansi dan pemerataan memang sangat
> diperlukan. Tidak boleh
> > ada praktik kolusi dan nepotisme dalam perekrutan
> tenaga kerja.
> >
> > Sekadar contoh saja, pada saat ditandatanganinya
> persetujuan
> > operasional beberapa hari lalu, sebanyak 3.000
> ahli geologi dan
> > geofisika telah melayangkan protesnya kepada
> pemerintah. Ribuan
> > ahli itu memandang bahwa kesepakatan antara
> pemerintah dan
> > ExxonMobil justru lebih banyak menempatkan tenaga
> ahli luar
> > ketimbang tenaga ahli Indonesia. Protes ini tentu
> saja nasionalis
> > dan seharusnya menjadi peringatan penting bagi
> pemerintah
> > khususnya dalam perjalanan ke depan nanti. Dari
> pemberitaan yang
> > ada, disebutkan bahwa blok Cepu akan bisa
> beroperasi paling
> > kurang selama 30 tahun. Ini berarti proyek
> tersebut mampu
> > menghidupi dalam rentang waktu satu generasi.
> Tentu saja, dan
> > logis kenyataan demikian menarik banyak peminat.
> >
> > Rezeki dari blok Cepu tidak sekadar uang sebesar
> 3,3 milyar dolar
> > per tahun dari minyak dan gas saja. Tetapi, ia
> juga akan mampu
> > meningkatkan pendapatan ekonomi seperti munculnya
> bisnis
> > perhotelan, sewa kendaraan, sewa perumahan dan
> sebagainya. Inilah
> > catatan penting kita setelah pariwisata Bali sudah
> amat terpuruk
> > dan susah diprediksi kapan bangkitnya. Demikian
> pula dengan usaha
> > manufaktur Indonesia yang mulai gelisah didera
> tingginya harga
> > minyak. Blok Cepu, ibaratnya gula yang kelak mampu
> menarik
> > pencari kerja dari mana-mana di seluruh Indonesia.
> >
> >
> > [Non-text portions of this message have been
> removed]
> >
> >
> >
> > Ingin bergabung ke milis ekonomi-nasional?
> > Kirim email ke
> [EMAIL PROTECTED]
> > Yahoo! Groups Links
 


===
Dampak Pornografi: 1 di antara 3 wanita AS diperkosa. Tiap tahun 2,3 juta 
wanita hamil di luar nikah di Indonesia (Dr. Boyke). Berantas pornografi dukung 
RUU Anti Pornografi dan Pornoaksi - www.nizami.org

__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 


***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



** Forum Nasional Indonesia PPI India Mailing List **
** Untuk bergabung dg Milis Nasional kunjungi: 
** Situs Milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ **
** Beasiswa dalam negeri dan luar negeri S1 S2 S3 dan post-doctoral 
scholarship, kunjungi 
http://informasi-beasiswa.blogspot.com **

Kirim email ke