** Forum Nasional Indonesia PPI India Mailing List **
** Untuk bergabung dg Milis Nasional kunjungi: 
** Situs Milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ **
** Beasiswa dalam negeri dan luar negeri S1 S2 S3 dan post-doctoral 
scholarship, kunjungi 
http://informasi-beasiswa.blogspot.com **Mas, lain padang, lain belalang, lain 
MU India lain MU Indonesia. 
kalau mas melihat sikap Majelis Ulama di Jerman, juga sangat berbeda 
dengan yang kita kenal di tanah Air.

Majelis Ulama di Jerman sangat menjunjung pluralisme dan merasa 
sangat tentram hidup dalam negara sekuler. Tak terbetik dalam benak, 
untuk mengganti Undang Undang dasar Jerman, atau memaksakan kehendak 
dalam masyarakat..

Mereka jalankan syaria dengan damai dan penuh kesesuaian dengan 
peraturan yang berlaku, yang adalah peraturan negara.


Salam

danardono


--- In [email protected], Nugroho Dewanto <[EMAIL PROTECTED]> 
wrote:
>
> 
> 
> contoh yang baik dari india
> berani nggak mui mengeluarkan fatwa serupa?
> 
> 
> 
> Ulama India Keluarkan Fatwa, Larang Penggunaan Atribut Agama untuk
> >Serang Tempat Ibadah
> >16 Mar 2006 16:56 WIB
> >
> >eramuslim - Para ulama Muslim dari berbagai wilayah di India
> >mengeluarkan fatwa yang isinya melarang penyerangan tempat-tempat
> >ibadah dengan mengatasnamakan Islam dan membawa-bawa nama Allah 
Swt
> >serta Nabi Muhammad Saw. Fatwa itu dikeluarkan seminggu setelah
> >peristiwa dua ledakan bom di kota suci umat Hindu Varanasi, yang
> >menyebabkan 23 orang tewas. Salah satu ledakan terjadi di sebuah
> >kuil.
> >
> >Lewat fatwa tersebut, para ulama Muslim di India meminta kelompok-
> >kelompok militan tidak mengkaitkan tindakan kekerasan yang
> >dilakukannya dengan Islam. "Jelas tidak ada ruang bagi terorisme
> >dalam Islam dan pembunuhan terhadap satu orang umat manusia yang
> >tidak berdosa adalah pembunuhan terhadap seluruh umat manusia,"
> >demikian bunyi fatwa itu seperti disebutkan Maulana Khan Rasyid,
> >kepala pesantren Darul-Ifta Firangi Mahal yang sudah berusia 400
> >tahun, berlokasi di Lucknow, ibukota negara bagian Uttar Pradesh.
> >
> >Mengutip sejumlah ayat dalam Al-Quran, fatwa itu juga
> >menyebutkan, "Jika seorang Muslim menyebabkan kerusakan di tempat-
> >tempat peribadatan atau menuruti kata hatinya membunuh orang yang
> >tidak berdosa, Islam akan melihatnya sebagai kejahatan kriminal 
yang
> >burung dan syariah Islam menyatakan perbuatan itu melanggar 
hukum."
> >
> >Rasyid yang juga mengepalai masjid-masjid utama di Lucknow
> >mengeluarkan fatwa itu atas usulan yang diajukan oleh seorang
> >pengusaha Muslim lokal Sajjid Umar.
> >
> >"Menggunakan nama-nama suci untuk tindakan yang bertentangan 
dengan
> >perdamaian, tidak dibenarkan oleh Islam. Agama, bahkan melarang
> >umatnya untuk merusak pohon atau melukai binatang serta tidak
> >membunuh orang tak berdosa atas nama jihad," kata Syaid Syah
> >Badruddin Qadri al-Jilani, presiden Jamiat Mushaiqal-Hind dan
> >pengurus Ulama Sunni India.
> >
> >"Melalui fatwa ini, organisasi kami ingin menyampaikan pesan bahwa
> >Islam tidak pernah mendukung segala bentuk kekerasan. Agama Islam
> >sudah diidentikkan dengan terorisme hanya karena perilaku sebagian
> >kecil orang," katanya.
> >
> >"Jika mereka tidak bisa menghentikan cara-cara kekerasan, mereka
> >paling tidak harus menanggalkan nama-nama yang berbau Islam 
sehingga
> >seluruh komunitas umat Islam tidak disalahkan," kata Maulana 
Mastan
> >Ali, direktur Jamait-ul Muminath, salah satu institusi Islam 
tertua
> >khusus untuk para Muslimah yang berbasis di Hyderabad, India.
> >
> >Pada hari Minggu (12/3) kemarin, Ali juga sudah mengeluarkan fatwa
> >yang melarang kelompok-kelompok kekerasan menggunakan nama
> >Rasulullah.
> >
> >Sebuah kelompok yang menyebut diri mereka Laskar Qahar, mengaku
> >bertanggung jawab atas peristiwa ledakan di Varanasi. Qahar
> >merupakan salah satu dari banyak nama yang digunakan untuk
> >penyebutan nabi. Banyak kelompok garis keras di India yang
> >menggunakan nama yang sejenis untuk mendapatkan pengakuan atau
> >simpati. Misalnya Jaish-e-Muhammad dan Lashkar-e-Taiba.
> >
> >Di Hyderabad, kelompok militan kerap mengatasnamakan agama dalam
> >aktivitasnya. Puluhan anak muda Muslim di kota itu, bahkan diduga
> >memiliki hubungan dengan kelompok-kelompok garis keras.
> >
> >Sekjen organisasi All India Muslim Personal Law Board, Abdur Rahim
> >Qureshi juga mengecam pemakaian atribut keagamaan dan nama Allah 
Swt
> >serta Nabi Muhammad Saw terhadap tindakan-tindakan yang 
bertentangan
> >dengan spirit Islam.
> >
> >Qureshi yang juga mengepalai Tameer-e-Millat, mengaku prihatin
> >dengan kondisi generasi muda Muslim yang telah terpengaruh oleh
> >propaganda kelompok teroris. Untuk itu ia akan melakukan kampanye
> >penyadaran bagi para pemuda itu.
> >
> >Dalam dekade belakangan ini, puluhan anak muda di Hyderabad dan
> >Nalgonda tewas karena terlibat bentrokan dengan aparat kepolisian.
> >Dan banyak dari mereka yang ditangkap atas tuduhan subversif.
> >Beberapa jam setelah peristiwa ledakan di Varanasi, seorang pemuda
> >dari Hyderabab yang bekerja untu Lashkar-e-Taiba, Gulam Yazdani
> >ditembak mati oleh polisi di New Delhi, bersama seorang asal
> >Bangladesh yang dicurigai sebagai anggota kelompok teroris.
> >(ln/GulfTimes)
> >
> 
><http://www.eramuslim.com/i.php/brt/view/02dd.htm>http://www.eramusl
im.com/i.php/brt/view/02dd.htm
> >
> 
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
>






***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


** Forum Nasional Indonesia PPI India Mailing List **
** Untuk bergabung dg Milis Nasional kunjungi: 
** Situs Milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ **
** Beasiswa dalam negeri dan luar negeri S1 S2 S3 dan post-doctoral 
scholarship, kunjungi 
http://informasi-beasiswa.blogspot.com **

Kirim email ke