** Forum Nasional Indonesia PPI India Mailing List **
** Untuk bergabung dg Milis Nasional kunjungi: 
** Situs Milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ **
** Beasiswa dalam negeri dan luar negeri S1 S2 S3 dan post-doctoral 
scholarship, kunjungi 
http://informasi-beasiswa.blogspot.com **Sebuah tulisan yang sangat dalam. 
Terutama bagi kita semua, yang 
biasa menikmati karya seni dunia, apakah seni drama, senisuara, 
senirupa maupun senilukis.

Saya ingat kisah "Carmen", yang cukup sensual. Dan banyak lagi kisah 
lainnya. Sebuah seni panggung yang tak diperdebatkan lagi mutu 
seninya.

Namun, dalam masyarakat yang tak mampu membedakan "sensual" 
dengan "jorok", maka sulitlah. Yang ada hanyalah hitam putih.

Tambahan lagi, bila mereka yang dipercayakan oleh rakyat untuk 
merumuskan undang undang sendiri, tzak terlalau menguasai bahasa, 
misalnya menyangka bahwa "sexual" adalah kata benda, padahal kata 
sifat. 

Fantasi yang mengawang ngawang, dimotori oleh imaginasi kotor, 
menjadi motivasi utama untuk "membersihkan" masyarakat dari 
pornografi. Dimana wanita dengan segala bagian tubuhnya dicap 
sebagai asalmuasal segala kemaksiatan. Lupa, bahwa kemaksiatan 
berawalmula dikepala para pria..


Salam

danardono


--- In [email protected], Ikra <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> TENTANG SENSUALITAS
> catatan singkat ikranagara
> 
> Ada tidaknya unsur sensual dalam sesuatu karya seni tidak ada 
kaitannya dengan masalah pornografi dan sex, baik yang kadar 
sensualitasnya tinggi maupun rendah. Sensualitas ini ada kaitan 
langsung dengan yang inderawi (sense=indera). Kalau dalam film, maka 
penekannya pada gambar dan warna-warninya. Misalnya film-film Akira 
Kurosawa, dia selalu menekankan kepada gambarnya itu untuk mencapai 
nilai estetika yang maksimal. Kerja kamera dan tata artistik, 
termasuk tata pakaian, asesori, handprop, semua haruslah indah 
dipandang mata. Pemilihannya atas lokasi cerita juga menekankan 
kepada sesualitas ini, sehingga formasi awan pun haruslah seperti 
yang dikehendakinya untuk adegan tertentu. Dia bisa berjam-jam untuk 
memulai berkata "Kamera!" kepada kameramannya. Jadi, tujuannya 
adalah untuk menpatkan kadar tinggi kenikmatan yang inderawi. 
Demikian juga musiknya, sangatlah cermat pilihannya dan 
penggunaannya. Dia sutradara yang cerewet dalam hal-hal yang sensual 
ini.
> 
> Di Barat kemudian muncul sutradara Zefferelly (? tulisannya betul 
atau salah? help!) yang melahirkan film "Rome and Juliet" yang indah 
tata gambar, busana, handprops dan lokasinya itu!
> 
> Film "The Thin Red Line" yang versi baru juga demikian!
> 
> Dalam film kita, yang baru, saya temukan keindahan yang tinggi 
sensualitasnya ini pada film "Pasir Berbisik" itu. Salut!
> 
> Tapi, kalau kita hanya menekankan kepada yang sensual saja dalam 
berkarya, maka kita akan kehilangan bobot intelektualitasnya, 
kedalaman jiwanya, dan semacamnya nanti. 
> 
> Kalau film "Romeo and Juliet" itu jelas imbangan kadar 
intelektualitasnya juga tinggi, karena ceritanya adalah hasil karya 
drama yang agung nilainya! Demikian juga cerita-cerita dalam karya 
Kurosawa, tinggi nilainya. Jadi, sensualitas haruslah diimbangi 
dengan kadar intelektualitas yang tinggi pula agar tidak sekedar 
sebuah karya yang tergolong eksotis belaka.
> 
> Jadi, pada dasarnya tidak ada kaitannya dengan masalah ada atau 
tidaknya sex di dalam karya yang sensualitasnya tinggi itu.
> 
> Film "Pasir Berbisik" juga tinggi kadar intelektualitasnya, 
terutama bobot prikhologi dan aspek keterlibatan sosialnya, selain 
mentransendensikan masalah kekerasan yang menghantui kesadaran hati 
nurani kita lewat cara yang halus puitis. Ya, film ini bagi saya 
sebuah puisi naratif yang indah! 
> 
> Ada banyak karya-karya sastra yang tinggi sensualitasnya tetapi 
tidak ada sama sekali urusan sex di dalamnya, seperti dalam karya-
karya Yasunari Kawabata, Pemenang Hadiah Nobel dari Jepang itu. 
> 
> Jadi, secara sederhana dapatlah dikatakan bahwa sensualitas ini 
menekankan kepada "rasa", sehingga bisalah dikatakan lawan dari kata 
sensualitas adalah "intelek". Nah, di dalam karya seni apa pun, 
kedua unsur ini (sensualitas dan intelektualitas) itu selalu ada 
saling imbang mengimbangi. Unsur utama dalam sensualitas adalah 
perasaan/sentimentalitas.
> 
> Sebagai sebuah contoh, karya seni tradisional kita yang tinggi 
kadar sensualitasnya adalah Tarian Jawa Kraton yang lembut dan 
lamban kental dengan perasaan itu. Karya musik klasik Barat yang 
tinggi nilai estetisnya dan popularitasnya yang juga tinggi 
sensualitasnya adalah "Bolero" karya Raffael.
> 
> Di luar masalah seni, istilah ini bisa juga digunakan, misalnya 
saja untuk tata makanan. Bukankah sudah lumrah sekarang, bahwa 
makanan pun dihidangkan dengan selera seni rupa yang tinggi. Ada 
patung es, ada makanan yang disusun berdasarkan warnanya, bentuknya, 
juga hiasan-hiasan lainnya, sehingga bukan hanya menawarkan "sedap 
untuk dimakan" melainkan juga "sedap untuk dipandang," bukan? 
> 
> Etalase toko pun dipajang dengan selera seni rupa yang harus mampu 
menawan mata! Wajah (umumnya wanita) pun ditata-rias agar "lebih 
cantik dari aselinya."
> 
> Upacara mempersandingkan penganten pun ditata dengan sensualitas 
yang setinggi mungkin, dengan mengerahkan segala hiasan tradisional 
yang warna-warni meriah, bukan?
> 
> Semuanya itulah ranah sensualitas.
> 
> Twinbrook, 2006
>







***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



** Forum Nasional Indonesia PPI India Mailing List **
** Untuk bergabung dg Milis Nasional kunjungi: 
** Situs Milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ **
** Beasiswa dalam negeri dan luar negeri S1 S2 S3 dan post-doctoral 
scholarship, kunjungi 
http://informasi-beasiswa.blogspot.com **

Kirim email ke