Dari AJI
   
  Siaran Pers Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia
   
  HENTIKAN TEROR DAN INTIMIDASI TERHADAP WARTAWAN DAN HARIAN KOMPAS
  
  
Harian Umum Kompas 1 Maret 2006 memuat berita tentang sidang yang
digelar PN Tangerang terhadap sejumlah perempuan yang didakwa sebagai
pelacur. Dalam persidangan terungkap bahwa aparat tramtib dan polisi
salah menangkap perempuan baik-baik yang dicurigai sebagai pelacur.
Razia yang dilakukan polisi menandai pemberlakuan Perda Pemerintah
Kota Tangerang No 8/2005 tentang Larangan Pelacuran di wilayah Kodya
Tangerang. Berita ini mendapat perhatian dari media massa cetak
termasuk reaksi protes warga yang menilai Perda Pelacuran itu
menyudutkan perempuan. Hanya atas dasar kecurigaan anggapan, seorang
perempuan bisa dituduh menjadi pelacur.
   
Berita H.U Kompas ditindaklanjuti dengan tulisan feature pada 2 Maret
2006 pada halaman 1. Tulisan itu berisi gugatan terhadap keberadaan
perda itu dan kisah tragis seorang guru SD yang dituduh sebagai
pelacur, divonis bersalah dan dipenjarakan.
  
Pemberitaan H.U Kompas tersebut membuat geram Walikota Tangerang,
Wahidin Halim. Lewat Humas Pemkot Tangerang, wartawan Kompas
dipanggil, akan tetapi walikota tidak mau menemui. Sejak pemberitaan
itu sejumlah aksi demonstrasi mendukung Perda Larangan Pelacuran 
marak di Tangerang dengan berbagai hujatan, termasuk seruan memboikot 
Kompas. 
   
Pada Jumat, 17 Maret 2006, ratusan massa yang menamakan dirinya
Aliansi Masyarakat Tangerang (Almakta) mendatangi kantor redaksi H.U
Kompas di Jalan Palmerah Selatan, Jakarta Barat. Sebagian peserta 
demo tampak membawa bendera dan atribut Partai Keadilan Sejahtera (PKS). 
  
Massa memrotes pemberitaan di harian Kompas tanggal 2,3,4 dan 8 Maret
2006 yang dinilai tidak berimbang, tidak proporsional dan cenderung
kontra terhadap Peraturan Daerah mengenai Pelacuran dan Miras. Massa
menuntut H.U Kompas meminta maaf pada 5 media cetak nasional, 
merevisi pemberitaan soal Perda Pelacuran dan meminta wartawan Kompas di
Tangerang diganti. Dalam berbagai orasi yang bernada keras dan
mengancam, sempat menyebut wartawati Kompas yang menulis berita Perda
Laranagan Pelacuran di Tangerang sebagai Pelacur. 
  
Aksi massa ini diramaikan orasi dan pemasangan spanduk bertuliskan :
"Yang mendukung Perda Pelacuran sama dengan jablay/pelacur". Atau
spanduk lain, "Kompas jangan sok tahu. Masyarakat Tangerang sangat
mendukung Perda Pelacuran".
  
Salah seorang pendemo menegaskan, "Kami akan terus berdemo sampai
tuntutan kami dikabulkan." 
  
Menanggapi peristiwa tersebut, Aliansi Jurnalis Independen (AJI)
Indonesia, menyatakan :
  
1. Apa yang diberitakan KOMPAS tentang pro-kontra Perda Pelacuran di
wilayah Tangerang merupakan produk liputan jurnalistik yang bebas,
seimbang, profesional, dan bertanggung jawab. Demikian pula aksi demo
yang dilakukan warga Tangerang di kantor KOMPAS (17/3) merupakan hak
dasar warga negara dalam berekspresi dan menyampaikan pendapat
  
2. Aliansi Jurnalis Independen (AJI) mengecam segala bentuk ancaman,
intimidasi, maupun teror terhadap wartawan dan kantor media KOMPAS
dari pihak manapun, yang mengatasnamakan rakyat maupun kelompok
masyarakat tertentu, dan menyebut itu sebagai upaya serangan terhadap
kebebasan pers dan kemandirian media
  
3. Menyatakan bahwa segala bentuk ancaman, intimidasi, dan teror oleh
siapapun, adalah bertentangan dengan hukum dan menunjukkan arogansi
yang tidak dapat diterima dalam iklim demokrasi 
  
4. Meminta semua pihak agar saling menghormati perbedaan pendapat,
menghindari segala pemaksaan sepihak, dan tidak melakukan tindakan
yang bertentangan dengan demokrasi dan prinsip kebebasan pers yang
sudah diakui oleh Konsitusi tertinggi Negara RI
  
  
Jakarta, 19 Maret 2006
  
Koordinator Divisi Advokasi
Eko Maryadi
Kantor +62 21 5790 0489
Mobile +62 811 852 857
  
   
   
   



Click:

http://www.mediacare.biz

or

http://mediacare.blogspot.com

or 

http://indonesiana.multiply.com

Mailing List: http://www.yahoogroups.com/group/mediacare/join
                
---------------------------------
Relax. Yahoo! Mail virus scanning helps detect nasty viruses!

[Non-text portions of this message have been removed]



***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke