http://www.kompas.com/kompas-cetak/0603/22/utama/2532777.htm

 
Seribuan Mahasiswa Masih Berada di Hutan 
Polda Papua Imbau dan Jamin Keamanan Mereka





Jayapura, Kompas - Sekitar 1.200 mahasiswa yang menghuni 18 asrama di sekitar 
Kampus Universitas Cenderawasih hingga Selasa (21/3) masih bersembunyi di 
hutan-hutan sekitar Jayapura. Mereka takut kembali karena khawatir ditangkap. 
Sebagian besar penghuni asrama itu berasal dari Pegunungan Tengah.

Ketua Umum Majelis Permusyawaratan Mahasiswa (MPM) Universitas Cenderawasih 
(Uncen) Decky A Ovide kepada pers di Kampus Uncen, Jayapura, mengatakan, 
penyisiran yang dilakukan anggota Brimob Kepolisian Negara RI (Polri) sejak 
Jumat lalu sampai kemarin membuat para mahasiswa tidak berani masuk ke asrama 
dan kampus masing-masing. Sekitar 18 dari 25 asrama di sekitar Kampus Uncen 
belum ditempati penghuninya.

"Menurut perkiraan kami, sekitar 1.200 mahasiswa penghuni asrama Uncen saat ini 
masih lari ke kawasan pegunungan. Mereka takut terjadi penyisiran dan 
penangkapan terhadap mereka. Kami belum menemukan apakah benar terjadi 
penyisiran atau tidak, tetapi yang jelas sampai saat ini mahasiswa masih 
takut," kata Decky A Ovide.

Berdasarkan data yang dihimpun MPM Uncen, masing-masing asrama itu berkapasitas 
78 orang. Sejak Kamis lalu mahasiswa meninggalkan tempat itu dan diperkirakan 
bersembunyi di kawasan pegunungan sekitar Jayapura.

Wakil Ketua Senat Mahasiswa Uncen Mukry M Hamadi menambahkan, di Asrama Nayak 
yang dihuni mahasiswa asal Wamena, misalnya, sampai kemarin tidak satu orang 
pun tinggal di sana. Pintu asrama, kaca jendela, dan sebagian besar perabot 
asrama itu porak poranda.

Kemarin digelar pertemuan bersama antara Kepala Kepolisian Daerah (Polda) 
Papua, para tokoh agama, Dewan Perwakilan Rakyat Papua (DPRP), dan Majelis 
Rakyat Papua di Kantor DPRP. Seusai pertemuan, Uskup Jayapura Leo Laba Ladjar 
menyatakan, dalam pertemuan itu Kepala Polda Papua meminta para tokoh agama 
menenangkan umatnya masing-masing.

"Kami meminta Kepala Polda mengeluarkan seruan kepada mahasiswa yang lari bahwa 
mereka bisa kembali ke asrama dengan aman. Bagi asrama-asrama yang dirusak, ada 
usulan agar pemerintah daerah memperbaikinya," kata Uskup.

Kepala Polda Papua Irjen Tommy Yacobus menjamin keselamatan mahasiswa yang akan 
mengikuti perkuliahan hari Senin mendatang. "Saya akan menurunkan tim untuk 
menjamin keamanan adik-adik mahasiswa agar bisa segera kembali kuliah. Apalagi 
sebentar lagi ada wisuda," kata Tommy Yacobus.

Di tempat terpisah, Kepala Polri Jenderal (Pol) Sutanto mengatakan, aksi-aksi 
unjuk rasa yang merebak di sejumlah obyek vital, termasuk kawasan PT Freeport 
Indonesia, bisa merugikan kepentingan bangsa.

"Ada 19.000 pekerja Indonesia di sana. Kalau perusahaan itu ditutup, berarti 
ada 19.000 orang yang bisa kena pemutusan hubungan kerja, belum lagi anak-istri 
mereka. Selain itu, ada sekitar 450 pengusaha lokal yang melakukan kontrak 
dengan Freeport," ujar Sutanto. (KOR/ROW/MZW/SF


[Non-text portions of this message have been removed]



***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke