http://www.kompas.com/kompas-cetak/0603/22/daerah/2532675.htm


 
119 Anak Balita di Ende Masih Menderita Gizi Buruk 




Ende, Kompas - Sebanyak 119 anak balita di Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur, 
sampai saat ini masih menderita gizi buruk. Padahal, upaya penanggulangan 
berupa pemberian makanan tambahan sudah berlangsung sejak Juni hingga akhir 
tahun 2005.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ende Dominikus Minggu Mere, Selasa (21/3) di 
Ende, mengatakan, jajarannya telah melakukan pemberian makanan tambahan (PMT) 
bagi 577 anak balita di kabupaten itu. Tahap pertama Juni-Agustus 2005 terhadap 
266 anak, dengan komposisi PMT per hari berupa beras 210 gram, kacang hijau 75 
gram, susu 30 gram, gula 36 gram, minyak satu gram, dan telur tiga butir. Tahap 
kedua PMT untuk 210 anak dan tahap terakhir 101 anak.

"Dalam perkembangannya, kondisi anak balita yang membaik 171 anak, gizi kurang 
turun jadi 287 anak, dan yang masih menderita gizi buruk 119 anak. Kami terus 
melakukan intervensi agar kondisi gizi buruk anak dapat terus ditekan. 
Setidaknya turun ke gizi kurang dan bisa berada di tingkat gizi baik," ujarnya.

Menurut dia, pemberian makanan tambahan akan dilakukan intensif di tiap 
kecamatan dan puskesmas. "Masih ada dana pemberian makanan tambahan untuk tahun 
ini yang dialokasikan dari APBN. Namun, dana itu belum cair, masih di rekening 
bupati," kata Dominikus.

Merata

Menurut Dominikus, anak balita yang menderita gizi buruk merata di semua 
kecamatan. Ketika PMT tahap pertama, dari 16 kecamatan (sebelum pemekaran), 
penderita gizi buruk tertinggi ada di Watunggere, Kecamatan Detukeli, sebanyak 
11 orang. Tahap kedua, dari 201 anak balita yang diintervensi, penderita 
tertinggi (12 orang) di Welamosa, Kecamatan Wewaria. Selanjutnya pada tahap 
ketiga, dari 101 anak yang diintervensi, penderita tertinggi di Riaraja, 
Kecamatan Ende (18 orang).

Dikatakan, penyebab gizi buruk di Ende umumnya bukan karena kemiskinan, 
melainkan lebih kepada pola asuh orangtua yang kurang tepat.

Hal ini juga tidak lepas dari kondisi umum rata-rata masyarakat Ende yang 
sekitar 70 persen tidak tamat sekolah dasar. Banyak warga yang kurang 
perhatiannya terhadap gizi anak.

"Banyak anak-anak yang ditinggal orangtuanya karena bekerja di kebun, atau juga 
anak dibawa ke kebun. Namun, makanannya kurang diperhatikan. Sering komposisi 
makanan tidak seimbang, juga asupan gizi yang kurang," kata dia.

Akan tetapi, dari laporan para camat, penyebab gizi buruk di Ende selain pola 
asuh anak juga jumlah makanan yang masuk tidak sesuai dengan kebutuhan gizi 
anak balita. Kinerja posyandu juga kurang optimal, di samping merebaknya 
penyakit infeksi (cacingan, malaria, tuberkulosis paru, dan pneumonia).

Sementara itu, berdasarkan hasil penimbangan posyandu, April 2005, terdapat 266 
kasus gizi buruk dan 3.024 anak gizi kurang di Ende. Namun, ketika dilakukan 
penyisiran ulang pada Juli dan Agustus lalu, kasus gizi buruk meningkat jadi 
617 anak (satu kasus marasmus) dan gizi kurang jadi 3.271 anak. (SEM


[Non-text portions of this message have been removed]



***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke