Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Rekan rekan Ytc.

Jika Anda menyimak kata demi kata dari tulisan yang saya buat, saya 
sama sekali tidak menyebut / menghujat agama tertentu. Jadi mohon 
tidak menanggapi secara berlebihan.

Adapun wacana yang coba saya angkat adalah marilah kita umat Islam 
mulai menjadi Subjek bukan Objek, Waspada bukan Reaktif, Aktif bukan 
Pasif. Dari pada kita puyeng mikirin isu kristenisasi bagaimana kalau 
kita sungguh sungguh mikirin Islamisasi dan membuktikan bahwa Islam 
benar benar "Rachmatan Lil 'Alamiin". Artinya Islam harus benar benar 
menjadi pamungkas bagi agama agama sebelumnya.

Jika "kita semua" mempelajari sejarahnya agama agama Samawi, jelas 
sekali bahwa kitab Taurat diamini oleh kitab Zabur, Kitab Taurat dan 
Zabur diamini oleh Kitab Injil dan Kitab Taurat, Zabur dan Injil 
diamini oleh Al Qur'an. Artinya Islam adalah merupakan penyempurnaan 
dari agama agama sebelumnya. Ibarat buku, Islam adalah Revisi 
terakhir dari edisi edisi sebelumnya. Jadi kalaupun ada yang 
mengimani Islam menggunakan edisi lama ya sah sah saja.... cuma sudah 
tidak up-to-date. Tetapi kita tidak akan dapat meyakinkan saudara 
saudara kita yang masih menggunakan buku edisi lama kalau kita 
sendiri tidak dapat meyakinkan kepada mereka bahwa buku edisi terbaru 
dan pamungkas ( Pada hari ini telah Aku sempurnakan Islam sebagai 
agamamu ) telah terbit. Jadi kalaupun ada yang menawarkan Islam 
menggunakan edisi lama, kita tetap dapat tersenyum (dan tidak perlu 
mencak mencak) sambil mbatin.... lho... belum tau ya kalau sudah 
terbit edisi terbaru. Jadi mereka sesungguhnya masih saudara Islam 
juga tetapi yang masih menggunakan buku edisi lama.

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

--- In [email protected], "Jimmy Okberto" <[EMAIL PROTECTED]> 
wrote:
>
> Sama tuh Mas Nizami ...
> Jadi Mualaf lah ...
> Ngaku mantan Biarawati lha, pastor lha ... pendeta lha ...
> Etc ...
>  
> Masak melintir-lintir ayat di ALKITAB ...
> Padahal sudah dibahasakan ke bahasa Indonesia ...
> Gimana gak diterjemahin dari Bahasa Aslinya ...
> Makin ngelantur kali tuh ...
>  
>  JODT
> ::          saya suka tuh baca Majalah HIDAYAH ...
>             ngeliatin tingkah laku mualaf2 tsb ..
>  
> Mudah-mudahan jiwa-jiwa baru tidak pernah terpengaruh sama orang 
sesat
> dan menyesatkan tersebut  ...
>  
> -----Original Message-----
> On Behalf Of A Nizami
>  
> Kalau berbohong dihalalkan selama bisa memurtadkan
> orang lain ke agamanya berarti agama tersebut tidak
> benar.
>  
> Memang banyak pemurtad ini yang berbohong ngaku bekas
> kiai lah, tapi menuduh Tuhannya ummat Islam batu
> hitam. Padahal di surat Al Ikhlas jelas bahwa Tuhan
> ummat Islam satu: Allah. Coba saja suruh baca bacaan
> sholat, pasti tidak becus!
>  
> Agama para pemurtad itu sendiri saya lihat penuh
> dengan kebohongan. Dari hari kelahiran Tuhan mereka
> yang ternyata tidak benar (yang benar hari perayaan
> Dewa Matahari orang Romawi/Solstice Day), hingga kitab
> sucinya yang sampai 4 versi yang berbeda2 satu sama
> lain.
>  
> Mudah2an ummat Islam tidak tertipu oleh orang yang
> sesat dan menyesatkan tersebut.
>  
> --- isywara_mahendratto
> <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>  
> > Pertama-tama perkenankan saya meminta maaf karena
> > meragukan diri Anda 
> > adalah Mantan Seorang Muslimah. Adapun keraguan tsb.
> > disebabkan oleh :
> > 
> > 1. Banyaknya misi misi "penyamaran" yang bertujuan
> > untuk memprovokasi 
> > umat Islam. Seperti menggunakan baju koko tapi
> > "bukan ke masjid", 
> > pake jilbab tapi "jualan", ngakunya "Mantan Ustad"
> > tapi tidak bisa 
> > ngaji.  
> >  
> > 2. Setelah saya searching di file milis ppiindia
> > tidak ada 
> > postingan "Ny muslim" serta "muslim gelisah"
> > sebagaimana yang Anda 
> > katakan. (Jika ada tolong dilengkapi).
> > 
> > 3. Kalimat Anda yang menyebutkan "Saya adalah
> > muslimah berjilbab yang 
> > terkoyakkan" agak tendensius. Karena konsep ke
> > imanan di dalam Islam, 
> > seseorang yang memiliki keyakinan yang masih lemah,
> > kecil kemungkinan 
> > mengambil resiko yang lebih tinggi (seperti
> > menggunakan jilbab), 
> > kecuali pakai jilbab karena ingin mengambil hati
> > suami dan setelah 
> > suaminya kawin lagi, jilbabnya di lepas lagi
> > (redaksi: pakai jilbab 
> > karena orang lain).... he...he....he....    
> > 
> > 4. Kalaupun seseorang berpindah Agama hanya karena
> > tidak nyaman 
> > mensikapi rezim yang berkuasa, menurut saya
> > alasannya amatlah, 
> > terlalu dan sangat sangat ........ dangkal.
> > 
> > Tapi jika Anda benar mantan muslimah, pertanyaan
> > saya adalah sedalam 
> > apa Anda sudah mengenal Islam (baca tafsir Al
> > Qur'an). Jika Anda 
> > sendiri belum benar benar mendalami Islam kemudian
> > Anda pindah agama, 
> > bisa dimaklumi mengapa sampai saat ini Anda selalu
> > gelisah dan 
> > gelisah. 
> > 
> > Hal lain yang mungkin membuat Anda gelisah, lihat
> > statement Anda yang 
> > mengatakan "Saya jadi berfikir  kok sepertinya agama
> > apa pun 
> > sebenarnya menggelisahkan" menurut saya itu yang
> > membuat Anda jadi 
> > gelisah, karena yang namanya Agama itu untuk
> > dirasakan (Red: 
> > diyakini) baru kemudian difikirkan. Jadi memahami
> > agama harus dimulai 
> > dengan menggunakan otak kanan dulu (right brain),
> > baru setelah itu 
> > Anda analisa, karena hanya agama yang "benar" yang
> > terbuka untuk di 
> > analisis / difikirkan.
> > 
> > Menurut saya, sebelum memutuskan untuk "tidak
> > beragama" pastikan dulu 
> > kalau Anda sudah benar benar mempelajari "kitab"
> > dari dua agama Anda 
> > terdahulu. Dan jangan beragama karena "bandul
> > politik" karena kalau 
> > bandul nya pindah pindah ke 20 agama, apakah Anda
> > juga akan pindah 
> > pindah ke 20 agama ?
> > 
> > Saya hanya bisa mengucapkan "Selamat Memilih" bukan
> > "Selamat Mencari".
> > 
> > Salam, 
> >      
> > --- In [email protected], "Cornelia Winahyu"
> > <cwinahyu@> 
> > wrote:
> > >
> > > menarik mengikuti diskusi di milis PPIINDIA ini.
> > Sara seakan sudah 
> > tidak ada
> > > batasnya. Oleh karena itu saya jadi tertarik untuk
> > nimbrung. 
> > Menyimak
> > > posting Ny muslim yang berjudul muslim gelisah,
> > kok sepertinya 
> > mewakili hati
> > > saya. Saya adalah muslimah berjilbab yang
> > "terkoyakkan". Dulu 
> > [waktu masih
> > > muslimah] saya sebenarnya juga gelisah. Gelisah
> > karena rezim yang 
> > berkuasa
> > > tidak sedang "berpihak" pada komunitas kami.
> > Karena orde baru dulu
> > > bener-bener menindas komunitas muslim juga [lihat
> > tulisan yang saya 
> > kirim
> > > melalui attachment]. Jadi siapa yang mengendalikan
> > kekuasaan saat 
> > itu
> > > bener-bener mendikte pemerintahan dan ini
> > bener-bener 
> > menggelisahkan saya.
> > > Oleh karena dalam perjalanan waktu saya berpikir
> > saya harus 
> > meninggalkan
> > > keyakinan saya. Gayung pun bersambut, saya
> > akhirnya menikah dengan 
> > seorang
> > > kristen.
> > > 
> > > Kini kok saya jadi gelisah dengan perkembangan
> > "bandul" politik yang
> > > berbalik, dan menggelisahkan saya. Saya jadi
> > berfikir  kok 
> > sepertinya agama
> > > apa pun sebenarnya menggelisahkan. Ambisi-ambisi
> > agama-agama ini 
> > memang
> > > menggelisahkan pemeluknya. Saya khawatir [semoga
> > ini tidak benar] 
> > bahwa
> > > islam atau kristen berpotensi menggelisahkan. Dulu
> > pemikiran 
> > kristen banya
> > > terakomodir oleh orde baru awal. Kini islam  yang
> > terakomodir. Jadi 
> > bisa
> > > jadi kalau saat ini kristen yang terakomodir saya
> > kira juga bisa 
> > mendikte
> > > penguasa. Jadi jangan-jangan perdebatan di milis
> > ini hanya karena di
> > > dasarkan kalah pengaruh saja? saya kok gelisah
> > juga....atau lebih 
> > baik tidak
> > > beragama saja?...tolong baca attachment file saya,
> > biar lebih
> > > jelas....makasih
> > > 
> > > 
>  
> 
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
>








***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke