Aku tidak heran kalau pak wapres Kalla pidatonya di tujukan kepada pengunjung 
seminar yang diadakan oleh gerombolan orang goblok nan munapik kayak CSIS itu. 
Cuman namanya aja yang ber-Linggisan yang keliatan keren.
   
  Nih kuliahku kepada selain aku tujukan kepada wapres juga kepada gerombolan 
CSIS ini yang  goblok2 itu.
   
  Aku jelasin dulu apa maknanya sistim demokrasi itu. Intinya yalah kekuasaan 
pemerintah dipegang oleh rakyat, rakyat mewakilkan kekuasaannya kepada wakil2 
rakyat. Apa artinya ini.....ya tidak lain apabila pemerintah yang dipilih 
rakyat itu tidak becus ,ya rakyat bisa mendepak keluar dalam pemilihan umum 
yang akan datang. 
   
  Diambil contoh oleh pak wapres, dia nyebut India dan Philipina, ya mereka 
masih dalam masa transisi, bisa di pemilu yang akan datang bisa ada pergantian 
pemerintahan. Jadi tetap rakyat itu punya suara.
   
  Bagaimana dengan contoh lain yang disebutkan oleh wapres, negara diktatorial 
seperti China tapi bisa maju. Ya kadang2 jalan diktator perlu diambil. Apa ngak 
nyaho pak wapres ini contohnya Korsel dan Taiwan dulunya juga sistim diktator. 
Tapi diktatornya kedua negara ini lain dengan diktator ala Orba. Orba hanya 
mementingkan yang pegang kuasa dan begundal2nya. Bisa dilihat kan kalau korupsi 
itu pegang kejuaraan. 
   
  Jadi pak wapres itu jangan memberikan kuliah yang amburadul, perlu tanya aku 
dulu tuh. Simple as that!
   
  Harry Adinegara
  


  http://www.kompas.com/kompas-cetak/0603/23/Politikhukum/2534466.htm


Kalla: Negara Demokratis Tidak Selalu Makmur 




Jakarta, Kompas - Ketua Umum Partai Golkar Jusuf Kalla yang juga Wakil Presiden 
RI mengemukakan pandangan bahwa negara demokratis tidak selalu makmur.

"Sebaliknya negara otoriter ada juga yang mampu menyejahterakan rakyatnya," 
kata Kalla saat membuka "Seminar Desain Baru Sistem Politik Indonesia" yang 
diadakan Centre for Strategic and International Studies (CSIS), Rabu (22/3).

Pada awal pidatonya Kalla melemparkan gurauan segar dengan menyentil tuan 
rumah. "CSIS itu dulu disebut think tank Orba. Jadi kalau dulu banyak dosa ada 
sedikit-sedikit juga pikiran dari sini. Tapi karena Golkar juga ikut jadi kita 
bersama-sama juga," ujar Kalla mengundang tawa.

Soal desain sistem politik, Kalla membandingkan realita politik di negara yang 
mengagungkan demokrasi dengan negara-negara otoriter. "Lebih kurang 70 persen 
negara ini sudah terapkan demokrasi, tetapi kemakmuran juga bisa terjadi di 
negara yang tidak demokratis katakanlah China," katanya. Sebaliknya, negara 
demokratis pun tidak selalu makmur. Dia mencontohkan India dan Filipina.

Sistem politik pun harus dibangun efisien. Keterbukaan pun jangan hanya 
dijadikan tujuan. "Lebih dari separuh tayangan televisi memberitakan konflik. 
Itu juga bagian dari keterbukaan, tapi apa perlu seperti itu," tuturnya. (sut)


[Non-text portions of this message have been remove
                
---------------------------------
On Yahoo!7
  Avatars: Dress up like your "Dancing with the Stars" favourites!  

[Non-text portions of this message have been removed]





***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke