22 Maret 2006 
Sikap Tengah-tengah 
Alwi Shahab 

Dalam situasi negara penuh gejolak seperti sekarang ini, kisah-kisah
keteladanan Nabi Muhammad SAW patut direnungkan. Sikap lapang dada,
ampunan, dan cinta kasih beliau banyak sekali dan tak berkesudahan.

Beliau adalah sosok pemberi yang tak merasa takut akan kemiskinan.
Beliau tak pernah menyimpan uang barang satu dirham. Waktu wafat, baju
rantainya masih tergadai pada seorang Yahudi. Rasulullah SAW
meringkaskan inti kepribadiannya dengan ungkapan berikut, ''Pengetahuan
adalah modalku. Akal adalah dasar agamaku dan cinta kasih adalah aliran
pahamku. Ingat pada Allah itulah temanku. Adapun keprihatinan, itulah
kawanku. Kesabaran adalah busanaku, ilmu senjataku, berjihad adalah
perangaiku, dan shalat itulah penawar hatiku.''

Bagaimana sederhananya hidup Nabi SAW, istrinya, Aisyah berkata,
''Rasulullah tak pernah penuh perutnya oleh makanan. Sebagian besar
masanya dilalui dengan berpuasa.'' Pernah kukatakan kepada beliau,
''Kiranya tuan makan secara yang cukup untuk sekadar kenyang.''

Beliau menjawab, ''Hai Aisyah! Buat apa dunia ini bagiku. Para rekanku,
Rasul-rasul Ulul 'Azmi telah bertahan atas hal-hal yang jauh lebih berat
daripada yang kurasakan. Kemudian mereka pergi menghadap Allah dan
mereka diganjar Allah dengan ganjaran berlipat ganda. Aku malu, kalau
sampai menikmati hidup ini, kelak aku tak mencapai martabat mereka. Tak
ada sesuatu yang melebihi hasratku untuk mengejar rekan-rekanku itu.''

Namun, Nabi SAW tak menolak pemberian hadiah berupa santapan enak atau
pakaian yang agak halus. Yang enggan dilakukan ialah mencari-cari
kehidupan yang enak, mengangankannya atau memusingkan diri
mendapatkannya. Karena itu, beliau membiasakan diri hidup tak berpunya,
lapar, dan sekadar yang memadai bagi kehidupannya.

Dengan begitu, beliau dapat memberi suri teladan dari bimbingan Islam
itu, yakni sebagai agama yang sedang-sedang saja. Tidak membenarkan
hidup memantangkan urusan biologi secara membunuh syahwat. Tetapi tak
juga rakus dan lahap memenuhi syahwat.

Insan pun akan bebas dari dominasi diri sendiri dan dominasi orang lain.
Itulah kemerdekaan, yaitu membebaskan diri dari segala desakan
keinginan, sehingga syahwatnya menaklukkannya untuk mencapai sesuap nasi
atau sehelai sandang.

Itulah sikap tengah-tengah. Itulah jalan lurus, sirath almustaqim, yang
lebih kecil dari sehelai rambut yang memisahkan antara sikap terlalu
mementingkan diri dan terlalu mengabaikannya. Nabi yang tak pandai
membaca dan menulis, tapi mengungguli orang-orang yang pandai membaca
dan menulis. Dan orang mulia inilah yang dalam Alquran digambarkan oleh
Allah, ''Engkau berada dalam perangai yang luhur sekali.'' 



  _____  

Berita ini dikirim melalui Republika Online http://www.republika.co.id
Berita bisa dilihat di :
http://www.republika.co.id/Kolom_detail.asp?id=240612&kat_id=14
<http://www.republika.co.id/Kolom_detail.asp?id=240612&kat_id=14> 


[Non-text portions of this message have been removed]



***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke