Lho, bukannya JIL itu juga memperjuangkan al qur'an dan sunnah ? Kalau sebelumnya yang dibahas adalah bagaimana bedanya fundamentalisme antara kelompok HT dengan Salafy, berikut ini cara pandang JIL thd konteks dan literal.
=== > Muhammadiyah, dia itu kan sebuah gerakan Islam modern yang ingin > mengembalikan Islam ke Al-Qur'an dan Sunnah. Makanya, Muhammadiyah > tidak mengenal tahlil, kenduri, tiga harian, tujuh harian, 100 > harian, nyetahun, 1000 harian, nyadran, dll. Kang, Jemaah Islam Liberal pun berkeinginan untuk mengembalikan Islam ke Al-Qur'an dan Sunnah. Termasuk saya juga ingin agar kita kembali ke Al-Qur'an dan Sunnah. Yang menjadi titik persolaan dalam obrolan kita tentang Islam fundamentalis adalah "Bagaimana kita memahami dan menafsirkan Al-Qur'an dan Sunnah!" Itu masalahnya, Kang! Dalam banyak hal, kaum Islam fundamentalis itu sulit melihat konteks. Bagi mereka, apa yang tersurat, itulah makna sebenarnya. Padahal makna tersirat itu sangat dalem dan lebih berharga. Saya punya buku "SISTEM AKUNTANSI". Aspek tersurat dari buku ini adalah: - Ditulis oleh Mulyadi - Diterbitkan oleh STIE YKPN Yogyakarta - Dicetak pada Maret 1997 (cetakan kedua) - Jumlah halaman: xxxvi + 650 - Jumlah huruf: ... belum kuhitung - Jumlah kata: ... belum kuhitung - Jumlah paragraf: ... belum kuhitung - Berat buku: ... belum kuhitung - Ukuran buku: ... belum kuhitung --> saya gak bawa penggaris - dll Sementara aspek tersiratnya? Aspek tersiratnya mencakup makna yang terkandung dalam tulisan. Makna ini bisa berlapis dan sangat dalam sekali. Ini buku akuntansi, Kang! Kalau novel atau cerita, wah maknanya bisa sangat-sangat-sangat berlapis dan dalam. Berdasarkan berlapis dan dalamnya makna, Al-Qur'an dan Sunnah itu mirip dengan novel atau cerita. Ada yang menarik di sini. Bagi HT, kenapa sangat moderat terhadap hal-hal yang hablum minannafs, sementara itu ia sangat fundamentalis terhadap hal-hal yang hablum minannas? Bahkan kalau mau jujur, (dalam hablum minannafs) banyak sekali hadist yang secara tersurat mewajibkan dan mengharamkan/melarang ini-itu , termasuk berkaitan dengan celana kutung dan jenggot. Kenapa di sini HT bisa lebih moderat dan mau menggali konteks, sementara dalam hablum minannas HT sangat fundamentalis dan sangat literal? Saya banyak menunjuk HT karena secara ide anda sangat mendukung HT. > Kalau melihat pengertian Kamu berarti Muhammadiyah itu > fundamentalis juga? Atau moderat? NU pastilah moderat ya... Aku lebih seneng kalau Muhammadiyah dan NU itu disebut sebagai lebih moderat daripada HTI, MMI, FPI, dan PKS. On 3/24/06, aris solikhah <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > Mas Avin, Kalau sepahaman aris sih, jauh lebih > mending dari organisasi yang menjual ide sekualisme, > pluralisme, liberalisme yang menolak syariat Islam. > > Umat Islam ko nolak syariat Islam. ehmmm gimana ya > aneh... kenapa dia milih Islam kalau nolak diatur > Islam? Why? Kurang rasional bukan? > > salam, > aris > > [Non-text portions of this message have been removed] *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://groups.yahoo.com/group/ppiindia *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Reading only, http://dear.to/ppi 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

