http://www.jawapos.com/index.php?act=detail&id=6540

Sabtu, 25 Mar 2006,



Tiga Mahasiswa Uncen Minta Suaka ke PNG 


Kasus warga Indonesia yang minta suaka ke negara lain kembali muncul. Kebijakan 
pemerintah Australia untuk menerbitkan visa sementara (temporary visa) kepada 
42 WNI asal Papua menginspirasi warga Papua lainnya untuk mencari suaka 
politik. 

Tiga mahasiswa Universitas Cenderawasih (Uncen) saat ini telah berada di Papua 
Nugini (PNG) untuk meminta suaka politik. Mereka adalah mahasiswa yang terlibat 
unjuk rasa dan kerusuhan di Abepura pada 16 Maret lalu.

"Baru tadi sore (kemarin sore, Red) kami dilapori perwakilan kami di Papua 
bahwa ada rekan mahasiswa Uncen yang sudah sampai di PNG. Mereka sedang minta 
suaka politik di sana," kata Koordinator Front Pepera-PB (Persatuan Perjuangan 
Rakyat Papua Barat) Arkilaus Baho di Jakarta kemarin. 

Dia mengakui, keluarnya izin tinggal sementara bagi 42 pencari suaka politik di 
Australia membuat warga Papua, terutama mahasiswa dan para pemuda, makin 
bersemangat mencari suaka politik. Apalagi, warga Papua yang terlibat aksi 
unjuk rasa menentang PT Freeport di Abepura lalu. 

Menurut Baho, mereka yang terlibat aksi unjuk rasa itu hingga sekarang diliputi 
perasaan cemas dan takut. "Apa saya bilang. Karena tindakan aparat pascaunjuk 
rasa itu, banyak warga Papua yang justru mencari suaka. Bukan hanya di 
Australia, tapi juga di PNG," katanya. "Saat ini ada ratusan lagi warga Papua 
yang bersiap ke Australia. Kami tahu karena setiap saat dilapori perwakilan 
kami," lanjut pria berkulit gelap itu. 

Terkait dengan keluarnya visa sementara bagi 42 warga Papua, dia berencana 
menemui Dubes Australia di Jakarta. Tujuannya adalah mengklarifikasi sekaligus 
menanyakan peluang untuk mendapatkan suaka politik dari pemerintah Australia. 

Tetapi, dia membantah bahwa langkah itu sengaja dilakukan untuk mendorong warga 
Papua mendapatkan suaka politik ke Australia. "Kami tidak ada niat mencari 
suaka politik dan menyerahkan penuh kepada warga Papua. Kami klarifikasi 
terkait nasib saudara-saudara kami yang ada di Australia itu," ujar Baho. 

Dia menilai, pemberian visa sementara serta makin banyaknya warga Papua yang 
ingin mencari suaka politik merupakan bukti kegagalan pemerintahan Presiden 
Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam berdialog dengan warga Papua. Menurut 
Baho, mestinya, pemerintah makin intensif melakukan dialog dan bukan malah 
membuat warga Papua takut dengan mengerahkan aparat keamanan.

"Karena keinginan warga Papua tidak pernah didengar, ya seperti sekarang ini 
risikonya. Makin banyak warga yang mencari suaka politik dan itu akan 
memojokkan pemerintah di dunia internasional," jelasnya. 

Pria yang konsisten menolak pertambangan Freeport di Timika itu menambahkan, 
berdasar laporan terbaru yang diterimanya dari perwakikan Pepera di Papua, 
ratusan orang hingga kini belum berani pulang ke rumah dan kampung halaman 
pasca kerusuhan Abepura. Terutama, mahasiswa dan pemuda. 

Lantas, di mana mereka bersembunyi? Baho menyebut, mereka masih tinggal di 
gunung dan hutan belantara. "Seperti yang saya katakan, mereka sudah 
bersiap-siap mencari suaka politik. Terbukti, sudah tiga mahasiswa yang pergi 
ke PNG," katanya. (sup


[Non-text portions of this message have been removed]



***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke