http://www.balipost.co.id/balipostcetak/2006/3/27/p1.htm


Tiga Mahasiswa Uncen Minta Suaka ke PNG
* Polri Bantah Bunuh 16 Orang


Jakarta (Bali Post) -
Dampak politik akibat kerusuhan di Abepura terus memburuk. Setelah pemerintah 
memutuskan untuk menarik duta besarnya di Australia, kini Mabes Polri 
disibukkan oleh tuduhan pembunuhan terhadap 16 warga Papua. Wakil Kepala Humas 
Mabes Polri Brigjen Anton Bahrul Alam menyatakan tidak benar polisi telah 
membunuh 16 mahasiswa Univesritas Cendrawasih (Uncen) setelah kerusuhan di 
Abepura, beberapa waktu lalu. 

Kabar ini telah dilansir sebuah media Australia The Weekend Australian, dan 
diungkapkan oleh seorang senator Stott Despoj. Kabar ini memicu ketegangan. 

Kata Anton Bahrul Alam, kerusuhan Abepura justru meninggalkan duka mendalam 
bagi lima anggota aparat keamanan, 4 dari kepolisian dan 1 dari TNI-AU.  Tidak 
satu pun mahasiswa atau warga Papua yang memblokir jalan Abepura-Sentani itu 
menjadi korban.  

Setelah kerusuhan, memang ketegangan masih terasa di sejumlah asrama mahasiswa 
karena aparat menyisir mereka untuk mencari pelaku tindak kriminal. ''Itu 
fitnah, tidak  benar ada pembunuhan  oleh polisi. Pak Kapolri juga sudah 
mengetahui masalah ini,'' tegas Anton Bahrul Alam, Minggu (26/3) kemarin.  

Menurut Anton, Mabes Polri terus memantau perkembangan  kasus ini. Apalagi,  
hubungan Australia dengan Indonesia kini sedang memburuk. Itu akibat 
pemerintahan John Howard telah memberikan visa kepada 42 warga Papua. Mereka 
merupakan manusia perahu yang meminta suaka politik ke pemerintah Australia, 
meskipun di Papua mereka tidak dalam posisi terancam. Polisi dan aparat 
keamanan Indonesia tidak pernah memerangi mereka, apalagi membuat kesalahan. 
''Mabes Polri mencermati setiap isu yang dilontarkan politisi Australia,'' 
ungkapnya.  

Anton melihat isu-isu pembunuhan seperti ini akan berujung pada tuduhan 
pelanggaran HAM oleh aparat Indonesia. Terang saja, isu ini bisa berakibat 
buruk bagi Indonesia di dunia internasional. ''Isu seperti itu bisa memperburuk 
hubungan Austrlia dan Indonesia,'' katanya, samabil mengutip pemberian visa 
kepada 42 warga Papua dan penarikan Dubes RI di Australia Hamzah Thayeb.  

Ke PNG 

Sementara itu, Juru Bicara Front Persatuan dan Perjuangan Rakyat Papua Barat 
(Front Pepera PB) Arkilaus Baho menyatakan tiga mahasiswa Uncen meminta suaka 
politik ke Papua Nugini (PNG). ''Mereka minta suaka karena merasa terancam 
keselamatannya akibat diburu aparat,'' demikian Arkilaus Baho, di Jakarta, 
Minggu kemarin. 

Arkilaus tidak merinci siapa-siapa saja mereka. Informasi itu didapatkan dari 
perwakilan Front Pepera PB di Papua.  Namun, Arkilau menyebutkan ciri-cirinya, 
yakni laki-laki beusia sekitar 27 tahun. ''Mereka menyeberang ke PNG tiga hari 
lalu,'' katanya. Arkilaus tidak menjelaskan detail penyeberangan dilakukan 
dengan transportasi apa dan posisi mereka sekarang di mana.  

Menurutnya,  sejak keusuhan di Abepura, sekitar delapan orang peserta diangkut 
kepolisian.  ''Kami tidak menemukannya di Polda Papua,'' katanya sambil 
menuturkan kedelapan orang itu hilang sampai sekarang. 

Meski dijamin tidak akan ada penyerangan balas dendam,  katanya, kondisi di  
Abepura tetap saja tidak senormal sebelum kerusuhan terjadi. Ini akibat masih 
banyaknya mahasiswa yang  belum kembali dari hutan. Mereka takut karena setelah 
kerusuhan pecah, aparat keamanan menyisir mereka, mencari pelaku pembunuhan 
empat polisi dan seorang anggota TNI. (kmb5/kmb7)




[Non-text portions of this message have been removed]



***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke