KAngmas Dede, Terima kasih. Mas baik sekali, kalau repot, nggak usah ketemu aja. Atau kapan-kapan mas Dede meliput acara di IPB. Gimana kalau kirim aja langsung. Insya Allah aris amanah ko, ntar aris akan beli kamus bahasa indonesia dan Ensklopedi. Bonnya aris kirim balik sebagai tanda bukti. siasanya juga ^_^. Btw, aris menanti buku kiriman mas Dede lho, ko belum datang jua. Mas sibukkah sehingga belum dikirim? sudah janji lho mas. Aris memang bukan wartawan yang tahu informasi banyak hal. Namun, setidaknya aris berusaha memahami segala sesuatu dengan bahasa mudah dicerna diotak aris. Aris melakukan tranformasi makna dan definisi dikaitkan dengan fakta mendalam. semoga. Jadi mengolah dengan pikiran aris. Seperti definisi demokrasi sistem yang kedaulatan dari oleh untuk rakyat yang seakan-akan manis dibibir. Bagi aris tak sekedar definisi tersebut, namun berusaha memaknai dampaknya yang luar biasa bila dijabarkan. salam, aris
Nugroho Dewanto <[EMAIL PROTECTED]> wrote: saya ingin sekali ketemu dik aris. memberi uang Rp 500 ribu, biar dia bisa membeli kamus umum bahasa indonesia atau ensiklopedia yang sederhana. dari situ dia bisa dapatkan definisi liberalisme, sekularisme, pluralisme yang benar. bukan hasil mengarang sambil mengemut jempol. At 02:32 AM 3/25/06 -0800, you wrote: >Mas Radityo, > Adakah dalam Al Quran dan hadis yang menyatakan paham liberal? > > Mohon dikoreksi ya, pemahaman liberalisme menurut aris, > > Liberalisme adalah paham kebebasan yang lahir dari paham sekulerisme > yakni fasludiin 'anil hayyah atau paham atau ide pemisahan agama dari > kehidupan, atau lebih tepatnya pemisahan aturan agama dari kehidupan. > (Kalau sejarahnya mungkin mbakyu Lina bisa membahasnya, paham liberalisme > muncul saat orang nasrani meminta pemisahan campur tangan gereja Romawi > dalam pemerintahan dahulu.) > > Sehingga ujungnya agama dibatasi ruang lingkup pribadi semata atau > ibadah ritual saja. Aturan kehidupan seperti politik, sosial, budaya, > ekonomi, uqubat (sistem sangsi), cara berpakaian, cara hidup, cara pikir, > berbuat dll diserahkah pada manusia. Atau ringkasnya, manusia bebas > memilih (liberal) hidup dengan menggunakan cara apa saja terserah dia. > > Mau meniru hidup seperti binatang (makhluk tak berakal) yang tak > mempunyai aturan dalam paham liberalisme sah-sah saja. Mau jadi atheis, > silakan. Mau bosan hidup (bunuh diri) ya, dalam liberalisme boleh saja. > > Sistem politiknya juga diperbolehkan menggunakan apa saja, mayoritas > negara di dunia saat ini memakai demokrasi. Bentuk pemerintahnya juga > diserahkan masing-masing negara berdasarkan kebaikan sudut pandang mereka > seperti kerajaan, republik, parlementer dll. > > Karena menganut paham liberalisme dan sekulerisme inilah, wajar > seorang muslim menolak syariat islam. > > Aris berharap yang menolak ini, hanya khilaf, mungkin belum tahu > saja. Bila seorang muslim secara terus terang berkata menolak syariat > islam, bisa jadi masuk dalam kekufuran. Karena menolak aturan Allah, > pencipta makhluk. Bila kita ingin memahami bagaimanakah sebenarnya Al > Quran dan Sunah, maka cara penelaahannya mengikuti metode Rasul dan para > shahabat. Dan Rasulullah dan Para shahabat dalam seluruh kehidupannya > terikat dengan syariat Islam, Rasulullah juga mendirikan negara Islam di > Madinah. Yang Kemudian dilanjutkan Khulafaur Rasyidin dan khalifah lain. > Bukan metode hermeunitika yang dulu merupakan metode untuk menelaah injil. > > Mas RD, > Tergantung tingkat pemahaman sekularisme dan liberalismenya. Kalau dia > dengan sengaja menolak shalat, puasa dll karena kesadaran penuh menolak, > bukan karena ikut-ikutan atau belum paham atau hawa nafsunya. > > Tapi bila seorang muslim, dalam hatinya sebenarnya setuju syariat islam > namun dalam pelaksanaannya masih jauh dari syariat islam (hawa nafsunya), > maka perbuatannya masuk dalam kemaksiatan. dan Allah Al Ghafar (Maha > Pengampun). wallahu'alam bishawab > salam, > aris > *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://groups.yahoo.com/group/ppiindia *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Reading only, http://dear.to/ppi 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links pustaka tani nuraulia --------------------------------- New Yahoo! Messenger with Voice. Call regular phones from your PC and save big. [Non-text portions of this message have been removed] *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://groups.yahoo.com/group/ppiindia *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Reading only, http://dear.to/ppi 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

