--- In [email protected], Lina Dahlan <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > ---------------------- Secara metafisik, Tuhan sendiri adalah Zat yang Tidak Berbatas. Jadi, Tuhan sendiri merupakan Kebebasan Mutlak- -- (bukan bebas mengartikan Tuhan...:-)--. Segala bentuk keterpisahan adalah pembatasan dan pada tingkat tertentu merupakan penghambaan. Hanya dalam Tuhan kita benar-benar bebas, dan Tuhan telah memberikan kepada kita kebebasan berkehendak agar kita dapat secara bebas menyerahkan kebebasan kehendak ini kepada Kehendak Tuhan dalam rangka meraih kemerdekaan murni, yaitu kemerdekaan dari penjara ego kita yang terbatas dan dari penjara nafsu kita yang tak bertepi, yang melahirkan gelombang keinginandan hasrat maya yang tidak ada cukupnya, yang pada akhirnya akan menjadi suatu kebutuhan dan ketergantungan bagi manusia. Suatu kali dipertanyakan kepada pemimpin sufi Khurasan Bayazid,"Apa yang kau inginkan?" Beliau menjawab, "Saya ingin agar tidak berkeinginan" ------------------------
DH: Setuju. Secara metapisik yang kita sebut Tuhan, adalah "zat" yang tak terbatas. menarik, perbandingan dengan konsep keTuhanan yang lain. Dalam ajaran Siddharta, yang dikenal sebagai "Tuhan" adalah sesuatu yang tak terbatas. "Udana VIII: 3: Ketahuilah para Bhikkhu bahwa ada sesuatu Yang Tidak Dilahirkan, Yang Tidak Menjelma, Yang Tidak Tercipta, Yang Mutlak. Duhai para Bhikkhu, apabila tidak ada Yang Tidak Dilahirkan, Yang Tidak Menjelma, Yang Tidak Diciptakan, Yang Mutlak, maka tidak akan mungkin dapat bebas dari kelahiran, penjelmaan, pembentukan, pemunculan dari sebab yang lalu...." Apa yang disebut dengan "Yang Tidak Dilahirkan, Yang Tidak Menjelma, yang Tidak Tercipta..." itu mengacu pada nibanna, yakni suatu kondisi yang terbebas dari penderitaan dan kekotoran batin atau mewujudnya sifat-sifat "Tuhan" dalam diri manusia. Jadi tidak mengacu pada suatu Tuhan persona sebagaimana yang diyakini oleh penganut agama samawi. Kata "didalam Tuhan" yang mbak Lina gunakan, sejajar dengan pengertian "mengikuti hukum alam ilahi" dalam mewujudkan nibhana, yang akan membawa manusia dalam kondisi spiritual yang tertinggi. Sesuai dengan apa yang mbak Lina katakan, kebebasan manusia, mencakup kebebasan tidak mengikuti hukum alam nibhana, yang akhirnya mengakibatkan kondisi manusia yang kian menjauhi kesempurnaan spiritual. Apa yang mbak Lina gambarkan, sebagai kalimat Khurasan Bayazid,"Apa yang kau inginkan?" Beliau menjawab, "Saya ngin agar tidak berkeinginan", adalah tepat, apa yang sang Siddharta ajarakan dalam azas "anatta", atau "Tiada Aku". Dalam pembebasan diri dari keinginan ini, yang dalam konsep buddhawi, dinamakan "kemelakatan", maka manusia akan "terbang" menjauhi kondisi duniawi yang penuh kesengsaraan (dukkha), dan ketidaksempurnaan. Sebaliknya, kemelekatan ini, yang terwujud dalam ikatan nafsu, angkara, ambisi, dlsb. menimbulkan perilaku manusia yang merusak (konflik, penindasan, kemaksiatan, kebohongan). Dalam mencapai kondisi spiritual yang tinggi, Siddharta mengajarkan mengenai Delapan Jalan Mulia (athangikamagga), yakni: I. Pemahaman Benar (Samma Ditthi) II. Pemikiran Benar (Samma Sankappa) III. Ucapan Benar (Samma Vaca) IV. Perbuatan Benar (Samma Kamanta) V. Penghidupan Benar (Samma Ajiva) VI. Usaha Benar (Samma Vayama) VII Perhatian atau Kesadaran Benar (Samma Sati) VIII. Meditasi Benar (Samma Samadhi) Dalam mengemudi mobil,. secara tekhnis, kita bebas menancap gas, mengikuti rambu lalulintas demi kesejahteraan semua pengguna jalan, atau juga melindas pejalan kaki, menabrak pohon, masuk jurang. Semua adalah pilihan kita. Sufi Khurasan Bayazid,"Apa yang kau inginkan?" Beliau menjawab, "Saya ingin agar tidak berkeinginan" You are right! Salam danardono *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://groups.yahoo.com/group/ppiindia *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Reading only, http://dear.to/ppi 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

