Jika orang bertanya apakah kaum Muslim menginginkan kebebasan, jawabannya pasti 
ya! Namun, mayoritas Muslim akan menambahkan bahwa, Pertama sekali bagi mereka 
kebebasan itu tidak berarti bebas dari Tuhan dan agama, dan mereka akan 
merangkul kebebasan lain selama kebebasan itu tidak merusak keimanan mereka dan 
segala yang memberi arti bagi hidup mereka. Kedua, mereka akan mengemukakan 
bahwa agar dikatakan bebas berarti juga bebas untuk memahami apa yang orang 
maksudkan dengan kebebasan. Kaum Muslim juga tidak ingin kebebasan itu 
dipaksakan kepada mereka sebagai suatu ideologi oleh Barat yang lebih kuat, 
yang merasa lebih tau daripada Muslim apa yang baik bagi Muslim sendiri. Suatu 
paksaan walaupun di bawah bayangan kebeasan tetap saja suatu paksaan. Apa yang 
paling kaum Muslim inginkan adalah diberikan kebebasan menghadapi masalah 
mereka sendiri dan menemukan solusi mereka sendiri. Sepanjang masa-masa ketika 
Barat mengalami uji coba dengan seluruh ide dan institusi, dari mulai
 Revolusi Perancis sampai Napoleon, dari Revolusi Bolshevik sampai Fasis dan 
Nazi, dari Kapitalisme laissez-faiere kepada sosialis dan kembali lagi ke 
kapitalis, seluruh dinamika ini datang dari dalam kebudayaan Barat sendiri dan 
mereka memiliki kebebasan (penuh) untuk berkembang sebagaimana yang terjadi, 
baik maupun buruk, tanpa kekangan atau hambatan dari luar. Tidak ada kekuatan 
eksternal, tidak ada kebudayaan yang mengawasi, mengatur, dan menghalangi Barat 
bertindak bebas menciptakan dari dalam kebudayaan mereka sendiri 
intuisi-intuisi dan norma2 yang mereka rasakan perlu [Ini juga karena agama 
Kristen pada saat itu dianggap tidak dapat memenuhi kebutuhan norma2 tsb yang 
mengakibatkan sekularisasi gereja dari negara]. Dunia Islam tidak memiliki 
kondisi-kondisi semacam ini. Kebudayaan Barat yang berbicara soal kebebasan itu 
jugalah yang telah menempatkan begitu kekangan dan hambatan pada Dunia Islam 
demi melindungi kepentingan mereka sendiri. Kekangan dan hambatan Barat menjadi
 penghalang sangat besar bagi kebebasan bertindak Dunia Islam, lebih besar 
daripada penghalang yang mungkin ada atau muncul dari dalam masyarakat Islam 
sendiri.

  Di bawah kondisi yang menekan ini, pada abad lalu beberapa Muslim berpaling 
pada ideologi Liberalisme Barat, yang lain kepada Marxisme sewaktu Uni Soviet 
masih utuh, dan yang lain lagi pada bentuk-bentuk gerakan politisasi Islam. 
Akan tetapi, tidak satupun gerakan-gerakan ini yang lantas bebas dari kekangan 
eksternal, keadaan yang justru tidak dihadapi oleh Barat dalam perkembangan 
sejarah mereka. Apapun keadaannya, Dunia Islam tentu menginginkan kemerdekaan, 
tetapi kemerdekaan itu didorong agar sesuai dengan pemahamannya ttg hakikat 
manusia, yang tujuan puncaknya adalah kebesan di dalam Tuhan. Kaum Muslim tidak 
kurang pintar dari masyarakat lain, dan jika diberi kebebasan, mereka dapat 
memilih untuk diri mereka antara racun dan  obat kehidupan. Kaum Muslim sangat 
mengininginkan dari Dunia Barat yang lebih kuat ( yang terus saja berkhutbah 
ttg kebebasan) untuk memberikan kebebasan berbuat sehingga Dunia Islam dapat 
menajwab tantangan dunia saat ini berdasarkan dinamika internal
 masyarakat Islam itu sendiri. Namun kebanyakan orang di Dunia Islam ini sadar 
bahwa keinginan itu tidak mungkin akan dipenuhi dan bahwa kepentingan ekonomi 
dan geopolitik Barat di Dunia Islam akan didahulukan daripada persoalan 
kemerdekaan masyarakat Islam yang riil. Jadi, kaum Muslim harus menemukan jalan 
sendiri untuk memperjuangkan kemerdekaan, pelaksanaan hukum, dan HAM, semuanya 
dipahami secara Islam, dalam keadaan di bawah kekangan internal dan eksternal 
yang mencapai puncaknya dan tanpa mengorbankan cita-cita kemerdekaan spiritual 
yang merupakan tujuan tertinggi kehidupan manusia di muka bumi.

  Lalu jalan apa yang harus ditempuh Dunia Islam setelah menyadari seperti ini 
keadaannya?. Simpelnya sih Dunia Islam harus bersatu. Apa yang bisa membuat 
umat Islam bersatu? KHILAFAH: satu pemimpin politik yang Islami. Yang lain 
"kami dengar dan kami taat" saja ?. Sayangnya, umat Islam ini sekarang juga 
keblinger dan mabuk akan "kebebasan" yang dikhutbahkan Barat ketimbang khutbah 
kebebasan para sufi....:-(
   
  wassalam,


                        
---------------------------------
Yahoo! Messenger with Voice. PC-to-Phone calls for ridiculously low rates.

[Non-text portions of this message have been removed]



***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke