Mas Radityo..
euaehhhhhh.. sudah bangun mas, segar dan nyaman.
makasih tulisannya. Alhamdulilah aris bangun dari
mimpi jadi ya.... Insya Allah ingin mulai merintis
mimpi itu jadi nyata. makasih mas bangunin aris.

Mas Radityo, bangun juga dong... liat sekitar mas.
turunlah dari menara gading mas... lihat sekeliling
juga. fakta tak selalu jadi acuan... tapi untuk diubah
demi masa depan anak cucu. aris baru baca bukunya EHM
John Perkins, keren euy..., dalam bukunya John
mengutip ramalan  Arnold Toynbee,bahwa suatu saat
Islam sangat mungkin kembali jaya. 

Aris kutipkan untuk mas radityo ya. sebuah percakapan
John Perkins dengan orang Indonesia pada tahun 1967.
"Sejarah memperlihatkan bahwa iman- jiwa , suatu
keyakinan akan kekuasaan yang lebih tinggi
(spiritualitas)-penting sekali.  Kami orang islam
mempunyai itu, Kami mempunyainya lebih dari orang lain
di dalam dunia ini, bahkan lebih dari orang Kristen.
Maka kami menunggu. Kami tumbuh menjadi kuat. Kami
tidak akan terburu-buru."

Hari Rabu kemarin, mas zaim Uchrowi melakukan sidang
terbuka untuk gelar doktor di IPB. Dalam penelitian
beliau mengenai ketahanan pangan kelompok tani di
daerah jawa, dikatakan bahwa orang yang menganut
nilai-nilai keagamaan terbukti lebih tinggi ketahanan
pangannya dibandingkan orang yang berorientasi bertani
karena materi.

Itu secuil dari aris sebagai bahan perenungan untuk
bangun. Semoga bermanfaat.
Salam,
aris


--- Radityo <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> Mbak Aris, ayo bangun dari tidur
> 
> Untuk menmbangunkan Mbak Aris dari tidur nyenyaknya
> dan bunga-bunga 
> mimpi tentang kekhalifahan Islam, mungkin tulisan
> dari Bung Muhammad 
> Pragoto ini bisa sedikit mencerahkan.....
> 
> kita adalah manusia biasa, bukan wakil Tuhan di
> Bumi.
> 
> Saya ambil dari milis ZAMANKU. 
> 
> From: "pragoto123" 
> To: zamanku
> Sent: Friday, January 20, 2006 2:16 AM
> Subject: [zamanku] Bacaan Sehat : Sejarah
> berdarah-darah umat Islam
> 
> 
> KRITIK TERHADAP KONSEP NEGARA ISLAM.
> 
> Sekaranglah saatnya saya memberikan argumen mengapa
> konsep negara
> Islam adalah sebuah konsep yang bukan saja tidak
> realistis tapi sangat
> tidak masuk akal. Ketika era new millenuim tinggal
> selangkah kedepan,
> ketika satu-satunya medium menuju sebuah kondisi
> masyarakat maju
> adalah dengan adaptasi teknologi, demokrasi dan
> menjadi pintar didalam
> persaingan global, pilihan menjadikan Indonesia
> sebagai negara Islam
> bukan saja suatu kemunduran dan malapetaka tapi
> lebih dari adalah
> sebuah kehancuran yang nyata.
> 
> Jelas di benak para santri dan kyai arogan yang
> terlalu banyak membaca
> sejarah nabi tanpa mau mencoba mengerti, Negara
> Islam adalah suatu
> impian, suatu dambaan. Tapi bagi saya, mereka itu
> tidak lebih dari
> sekelompok utopis yang gampang terpesona. Sekumpulan
> manusia yang
> terlalu mengidol-idolkan sejarah kejayaan Islam.
> Mencoba membuat surga
> artifisial di bumi yang bernama "Islamicland" ingin
> menyaingi
> "Disneyland".
> 
> Di kepala mereka, negara yang ideal adalah
> pemerintahan Islam seperti
> zaman Muhammad, atau zaman khalif-khalif sesudahnya.
> Tapi bila kita
> mencoba meneliti sedikit ke dalam sejarah, setiap
> kali Islam mencoba
> benegara yang selalu muncul adalah pertumpahan
> darah, kekuasaan haus
> darah, nepotisme, korup dan aniaya. Memang Islam
> pernah jaya dengan
> "knowledge-nya" seperti Ibnu Sina dengan teori
> "Canon-nya"
> yang dahsyat, yang menjadi standar medical standar
> text book di Europa
> selama 500 tahun. Memang Ibnu Rushd adalah sumber
> inspirasi
> philosopher terkenal seperti Thomas Aquinas dan
> Roger Bacon, tapi
> sesungguhnya kemajuan Islam itu beriringan dengan
> keterbukaan
> pemikiran orang muslim pada paham-paham agama dan
> budaya orang lain.
> Bukan original penemuan Islam sendiri. Referensi
> Ibnu Rushd atau
> Averroes adalah Aristoteles, Al Kharizmi,
> matimatikus yang terkenal
> dengan Al-Jabr nya itu mengadaptasi bilangan numeral
> dan desimal dari
> India. Jadi walaupun kita boleh berbangga dengan
> kemajuan Islam,
> seperti di angan-angan para utopis itu, kita harus
> mengakui Islam
> tidak akan pernah maju tanpa adaptasi, tanpa
> interaksi, tanpa belajar
> dengan bangsa dan agama lain.
> 
> SEJARAH DARAH ITU.
> 
> Memang Muhammad sebagai publik figur, pemimpin
> kharismatik yang
> berhasil menyatukan suku-suku di jazirah Arab. Dan
> memang dalam zaman
> dia bangsa Arab memasuki era pencerahan, berhala
> bertumbangan,
> paganisme dihapuskan, Ka'bah yang tadinya sebagai
> Mekkah pengikut
> paganisme polytheis dibersihkan dan dijadikan Mekkah
> umat Islam yang
> monotheis, Muhammad memberikan kesegaran baru, dan
> umat Islam jadi
> maju...........
> 
> Tapi seperti sebuah simpul yang pecah, ketika
> Muhammad mati, umat
> Islampun mulai bertumbangan. Masing-masing saling
> berebutan kekuasaan,
> yang satu menamakan demokrasi, yang satunya lagi
> mendahulukan
> keturunan. Tidak heran 50 Tahun setelah kematian
> Muhammad, orthodoksi
> Islam mulai retak. Muawiyah, Gubernur Arab di Syria
> menolak Ali
> (kepokanan Muhammad) yang meminta hak untuk
> menduduki kalifah ke 4,
> Muawiyah mengambil khalif power itu sendirian,
> memindahkan pusat
> kekuasaan (ibu kota) dari Madina ke Damaskus dan
> membentuk dinasti
> Omyyad dan Ali tidak mau kalah mendirikan
> kekhalifaan saingan di Kufa,
> Irak. Ketika ketamakan dan arogansi kekuasaan
> tumbuh, maka timbul juga
> anarki dan pertumpahan darah. Ali mati terbunuh,
> Husain (cucu
> Muhammad) mati dipenggal Yazid (anak Muawiyah) dan
> kepalanya diarak
> terus dikirim ke Damaskus.
> 
> Pengikut Ali yang tidak menerima penghinaan ini dan
> membentuk partisan
> bernama Shiah, memecahkan diri dari mainstream Islam
> (sunni) yang
> selamanya tidak akan pernah mengakui kepemimpinan
> khalip Sunni. Shiah
> sendiri juga mengalami keretakan dengan timbulnya
> aliran baru bernama
> Ismailis pada abad ke 11 dan 12. Kaum Ismailis
> inilah yang
> melancarkan teror dari pegunungan Persia dan Syria
> dengan membunuh
> sesama Islam, baik orang awam, jendral, ulama bahkan
> khalifah. Sebelum
> melancarkan kampanye pembantaian ini mereka terkenal
> selalu
> menggunakan "makanan surga" yaitu Hashis, akibatnya
> klik Ismailis ini
> dinamakan sebagai Hashshasin, atau pemakan hashis.
> Orang Barat
> mengambil kosa kata ini menjadi Assassin.
> 
> Darah Islam berceceran oleh Islam sendiri, darah
> Usman yang mati
> terbunuh dalam mesjid. Darah Ali, Husain, Umar,
> darah di padang
> Karbala........
> 
> Bila Muhammad bisa menyatukan Jazirah Arab, bila Abu
> Bakar dapat
> melanggengkan kekuasan Islam dengan semangat
> represif (menekan
> suku-suku kecil yang ingin memisahkan diri dari
> kekuasaan Madinah) itu
> bukan berarti bahwa konsep negara Islam bisa
> diciptakan. Pada zaman
> itu peradaban jelas tidak serumit sekarang,
> undang-undang masih dibuat
> secara sederhana, Al-Quran memang secara  garis
> besar banyak
> menyiratkan undang-undang, tapi Al-Quran itu lebih
> condong untuk
> memberi garis hukum pada peradaban gurun. Dan konsep
> negara jaman
> sekarang beserta hukum dan perundang undangannya
> jelas tidak bisa di
> jabarkan semua dalam Al-Quran.
> 
> Konsep umat Islam yang selalu berkiblat pada
> Al-Quran, adalah sebuah
> konsep yang keliru menurut saya, karena Al-Quran
> adalah petunjuk,
> manusia yang mencari jalan. Al-Quran adalah peta,
> bukan sebuah
> destinasi........
> 
> Demokrasi barat yang telah universal, hak-hak asasi
> manusia yang telah
> universal, Trias Politika, hak bersuara, Pemilihan
> umum, Hukum pidana
> dan perdata, Hak Persamaan martabat wanita dengan
> laki-laki(Womans
> right) The Right of Man-nya Thomas Paine, Deklarasi
> Amerika yang
> berbunyi "We Declare that All men Created Equal"
> tidak ditemukan dalam
> Al-Quran, manusialah yang berpikir dan diajak
> berpikir untuk mencari
> jalan atas persoalannya sendiri. Membuat Al-Quran
> sebagai sumber
> segala-galanya adalah men-tuhankan Al-Quran, membuat
> Al-Quran 
=== message truncated ===


pustaka tani 
  nuraulia


__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 


***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke