Dear All,
  Terima kasih sekali atas semua masukannya. Bukanlah kesalahan aris pada 
akhirnya di teman-teman di milis mengetahui impian aris. Pelajaran pertama 
adalah semua komentar pro terutama kontra adalah ujian seberapa kuat impian 
aris. Komentar Mas Jimmy, Mas Samsu, Mas Alvin, MAs Dede, Mas Radityo, Mas 
Karna, mas Irwank, Mbakyu Lina, Mbah Danar dan semuanya.
   
  Aris sadar, bahwa hidup itu proses. Apa yang dikatakan mbah Danar ada banyak 
benarnya, bahwa aris itu ngeyel bin keras kepala. Bahwa aris masih muda, bahwa 
dahulu mbah pun demikian. Meski aris memahami, terkadang usia baik tua maupun 
muda tidak berpengaruh nyata terhadap kebenaran sesuatu. Dan siapakah yang tahu 
nyawa kapan akan melayang kembali pada yang punya.
   
   
  Ada satu pelajaran berharga yang bisa aris ambil dari mbah Danar adalah 
kearifan dan kebijakan beliau meski beliau pun juga tipe ngeyel dan keukeuh 
dengan prinsipnya. Jadi mbah kita itu punya tipikal sama.  
   
  Kebijakan dan kearifan itulah yang aris ingin punyai kelak dengan tanpa 
menghilangkan prinsip aris, bahwa sebagai sarana elegan mentranformasi prinsip 
hidup aris. Jika Allah mengizinkan. Semoga mohon doanya, bahwa hingga akhir 
hidup inilah prinsip hidup aris.
   
  Jika hidup tak punya impian,  idealis dan prinsip apalah arti hidup itu. 
Hidup itu akan seperti teori Brown, zig-zag dan kacau. Mengikuti arah air 
mengalir. Kurang menggairahkan. Aris teringat dengan perkataan Thomas Carlyle 
dalam Ayat-Ayat Cinta 
  
"Seseorang dengan tujuan yang jelas, akan mendapatkan kemajuan walaupun 
melewati jalan yang sulit. Seseorang yang tanpa tujuan, tidak akan mendapat 
kemajuan walaupun melewati jalan yang mulus. "(Thomas Carlyle)
   
  Impian dan tujuan hidup itu penting, karena dia akan membangunkan anda ketika 
jatuh. Memotivasi Anda tatkala seakan-akan hidup itu buntu dan beku. 
Mengembalikan makna hidup kembali bahwa hidup ini perjuangan.
  Maka jangan sekali-kali berhenti, sebelum tercapai impianmu, atau engkau 
berkalang tanah dalam medan laga dalam pencapaiannya. Menulis itu mudah... 
mewujudkannya ah... sangat sulit. Semoga Allah mengampuni Aris.wallahu'alam 
bishawab. 
   
  salam hangat 
  aris
  
RM Danardono HADINOTO <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
  --- In [email protected], "Jimmy Okberto" 
wrote:
>
> Mas Danar,
> 
> Kita tidak pernah diajarkan untuk memaksakan pemahaman pemikiran 
kita kepada orang lain secara mutlak.
> Karena memang secara lahiriah, sebagai manusia kita tidak pernah
> diciptakan untuk memiliki persamaan yang mutlak.
> Baik juga cara pandang dan pemikiran kita.
> 
> Pasti, Mas Danar juga sudah belajar melalui cara berpikir anak-
anak Mas Danar. Yang pasti mempunyai selisih pendapat. Karena memang 
kita ini diciptakan untuk berbeda tapi sama sebagai hasil Karya Sang 
Khalik.
> 
> Supaya terjadi suatu HARMONI yang indah ...
> 
> Salam,
> 
> Jimmy
> 
-----------

Ya mas, kedua anak saya yang lebih tua dari mbak Aris juga jago 
ngeyel dan membuat theori theori sendiri. Setelah diwejangi sampai 
ber busa busda, dan gedebukk ..mengalami sendiri, lalu cengar 
cengir, katakan, "Ja Papa du hast Recht" (ya papa kamu benar, tapi 
benjol dulu).

Demikianlah naluri remaja. Lihat saja kucing kecil atau anjing kecil 
atau kuda kecil, mereka lari kesana kemari, gigit kesana kemari, 
loncat loncat. kadang ladang nubruk nubruk. Sang induk memandang 
dari jauh dengan tenang. Mungkin dalam hati berpikir "kecian deh lu"

Salam

danardono






***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]

Yahoo! Groups Links









pustaka tani 
  nuraulia

                
---------------------------------
New Yahoo! Messenger with Voice. Call regular phones from your PC and save big.

[Non-text portions of this message have been removed]



***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke