http://www.suarakarya-online.com/news.html?id=139986


 Peringatan dari Abepura
Pande Radja Silalahi
Pengamat Ekonomi 



Senin, 3 April 2006
Kematian beberapa anggota polisi dan TNI dalam bentrokan fisik di Abepura, 
Papua, mungkin segera dilupakan orang. Namun bagi pengelola dan petugas negara, 
peristiwa tersebut patut mendapat perhatian. Bahkan perlu dilakukan pengkajian 
mendalam karena berbagai alasan. 

Menyimak perkembangan aksi unjuk rasa belakangan ini, orang dapat saja sampai 
pada kesimpulan: ada "skenario besar" yang bertujuan mengganggu - kalau tidak 
menggagalkan - Indonesia dalam mencapai cita-cita pembangunan. Lebih jauh lagi, 
ada kelompok yang ingin Indonesia tetap terpuruk. Dalam situasi terus terpuruk, 
kelompok tertentu bisa mendapatkan keuntungan besar, termasuk "menguasai" 
Indonesia. 

Dengan adanya tindakan pemerintah Australia memberikan visa kepada 42 orang 
Indonesia yang hengkang dari tanah Papua, rasa percaya masyarakat akan skenario 
tersebut semakin mengemuka. Karena itu, dapat diperkirakan bahwa di hari-hari 
mendatang suara yang menentang sikap pemerintah Australia niscaya semakin 
nyaring. Ini berarti, tindakan antisipatif sungguh perlu dilakukan pembuat 
kebijakan maupun pihak kepolisian. 

Kalau dikaji dengan tenang, rentetan kejadian yang pada dasarnya mempersoalkan 
pemanfaatan dan distribusi sumber daya alam itu sudah dapat diperkirakan 
(predictable). Hampir dapat dipastikan pada masa-masa mendatang persoalan yang 
mirip semakin mengemuka dan semakin kompleks. Dengan diberlakukannya UU No 25 
Tahun 1999 tentang Perimbangan Keuangan, terjadi perubahan mendasar dalam 
memandang dan mengelola Indonesia. Dengan diberlakukannya undang-undang 
tersebut, Indonesia menjadi "perjumlahan kabupaten dan provinsi" - bukan lagi 
seperti dinyatakan oleh para pendiri Republik Indonesia, yaitu "terdiri dari 
provinsi dan kabupaten". 

Dengan diberlakukannya UU No 25/1999, beberapa daerah menyadari bahwa mereka 
kaya sumber daya alam. Mereka juga menyadari bahwa selama ini mereka hanya 
memperoleh bagian sangat kecil. Anggota masyarakat daerah itu juga jauh dari 
makmur. 

Beberapa daerah memahami bahwa jalan tercepat untuk meningkatkan kemakmuran 
masyarakat adalah memecah diri (melakukan pemekaran). Dengan cara pemekaran, 
daerah yang mempunyai sumber daya alam maupun yang tidak, bisa mendapat dana 
dari pemerintah pusat dalam jumlah lebih lebih besar dibanding dalam posisi 
tetap menyatu (tidak memekar). 

Dengan mengemukakan hal itu kita perlu memperkirakan bahwa kemungkinan besar 
ada provokator di balik kegiatan berbagai unjuk rasa belakangan ini. Mereka 
adalah lembaga formal dan para pemimpin di masyarakat. 

Dengan informasi memadai yang dimiliki aparat keamanan, terutama polisi, secara 
dini dapat dideteksi kecenderungan yang terjadi dan pelaku potensialnya. Dengan 
berbagai informasi yang dianalisis secara tepat, diharapkan tidak terjadi lagi 
korban manusia yang tidak dapat dinilai dengan uang.*** 

[Non-text portions of this message have been removed]



***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke