Mbah Danar, Jenengan bukanlah seorang muslim, bagaimanalah mbah bisa merasakan apa yang umat Islam rasakan dan pahami. Koran ini juga (maaf) yang menulis mungkin dengan sudut pandang berbeda. Aris kadang perlu menyaring tulisan berdasarkan behind of the screen-nya sebuah koran. Bahkan untuk Republika sekalipun. Apalagi hasil tulisan itu juga tergantung ilmu, sudut pandang dan pilihan kata wartawan yang menulis berita. Pelaksana syariat Islam mungkin saja menyelewengkan syariat Islam. Karena pelaksananya adalah manusia biasa yang punya hawa nafsu. Oleh karenanya dalam sistem Islam, muhasabah lil hukam (mengoreksi/mengkritik kebijakan penguasa) pahalanya bisa setara dengan jihad. Karena resikonya bisa dibunuh, bila penguasanya tipe orang yang tidak mudah menerima kebenaran. Kontrol individu dan sosial itu sangat tinggi, karena dibangun kesadaran keimanan pada Tuhan semesta alam. Lebih dari semua itu, kebahagian sejati bagi seorang muslim bukan terletak pada unsur materi semata namun mencari Ridho Allah semata yakni bagaimana berusaha sebisanya melaksanakan perintah dan menjauhi larangan-NYa yang ada dalam syariat Islam. Kesejahteraan, kecanggihan teknologi, peradaban Islam, kemakmuran adalah efek atau dampak ketika syariat Islam terterapkan karena ruh keimanan. Seperti dahulu awal negara Islam berdiri, segala sesuatu menata diri, ketika sudah mantap baru 13 abad Islam menjadi mercusuar dunia baik teknologi dll. Misalnya, Seperti menyeru orang agar berakhlak baik, sulit menasehati orang agar dia senantiasa berakhlak baik tanpa dilandasi kesadaran unsur ruh keimanan. Akan hanya berupa seruan yang masuk telinga kanan keluar telinga kiri. Namun akan mudah bagi orang dinasehati, jika didalam dirinya tertancap kesadaran akan keimanan yang kuat. Bahwa dia berakhlak baik bukan karena alasan materi atau agar orang memuji dia orang yang baik. Tapi ya karena dia melakukan itu karena Tuhan dia. Sedang Tuhan itu tak pernah tidur, selalu mengawasi keberadaan dia. Bisakah mbah merasakan unsur jiwa dan ruh ini di agama mbah, ketika mbah masih muda, bukan seakarang kearifan mbah karena benjol-benjol pengalaman mbah melalang buana mendakwahkan agama mbah? salam, aris
<[EMAIL PROTECTED]> wrote: SUARA PEMBARUAN DAILY --------------------------------------------------------------------- ----------- Konsep Negara Islam Tidak Jamin Indonesia Sejahtera [JAKARTA] Konsep negara Islam yang diusulkan sebagian kelompok Islam di Indonesia tidak menjamin dapat meningkatkan kesejahteraan bangsa. Jika dipaksakan, konsep ini malah menyebabkan kemajemukan di Indonesia semakin kontraproduktif. Para pemimpin Islam bertanggung jawab mengelola Indonesia dalam arti yang sesungguhnya, yaitu dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika. Demikian disampaikan Ketua Kajian Timur Tengah Pasca Sarjana Universitas Indonesia, Dr Luthfi Zuhdi di Pesantren Ciganjur asuhan KH Abdurrahman Wahid, Senin (3/4). Negara Islam justru dapat menjauhkan umat Islam dari cita-cita agung agama Islam yaitu menjadi rahmat bagi sekalian alam. "Lihat juga bagaimana Utsman dengan khilafah islamiyahnya menempatkan keluarganya dalam posisi-posisi yang strategis di pemerintahan, sehingga membuat umat Islam yang lain merasa cemburu. Ini malah menyebabkan perpecahan umat Islam," katanya. Contohnya di Malaysia terdapat Pan Islam se-Malaysia (PAS/Partai Islam Malaysia). Saat ini, PAS berkuasa di negara bagian Trengganu dan Kelantan dan menerapkan syariat Islam. Syariat Islam yang diterapkan ala negara Islam di sana tidak membawa perubahan. Umat Islam Malaysia mayoritas lebih tertarik dengan Mahathir bin Muhammad, mantan Perdana Menteri Malaysia (1981-2003) yang merupakan repsesentasi dari United Malay National Organization (UMNO). Mahathir disebut-sebut sebagai perumus peradaban Malaysia. Perbedaan persepsi di kalangan para pemuka Islam di Indonesia mengenai Islam dan negara dapat menjadi awalan yang baik untuk merumuskan semacam peradaban Islam Indonesia. [E-5] *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://groups.yahoo.com/group/ppiindia *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Reading only, http://dear.to/ppi 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links pustaka tani nuraulia --------------------------------- New Yahoo! Messenger with Voice. Call regular phones from your PC and save big. [Non-text portions of this message have been removed] *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://groups.yahoo.com/group/ppiindia *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Reading only, http://dear.to/ppi 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

